Minggu, 24 April 2016

Deretan Nama-nama Bupati Aceh Selatan Sepanjang Masa dan Sejarah Perkembangannya

Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom, calon wilayah Kabupaten Aceh Selatan adalah bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Pembentukan Kabupaten Aceh Selatan ditandai dengan disahkannya Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 pada 4 November 1956.
Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 10 April 2002 resmi dimekarkan sesuai dengan UU RI Nomor 4 tahun 2002 menjadi tiga Kabupaten, yaitu: Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Selatan.
Kantor bupati kabupaten Aceh Selatan
Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Labuhan Haji, diikuti oleh Kecamatan Kluet Utara. Sementara jumlah penduduk tersedikit adalah Kecamatan Sawang. Sebagian penduduk terpusat di sepanjang jalan raya pesisir dan pinggiran sungai.

 Batas Wilayah
Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Selatan.svg
Peta lokasi Aceh Selatan
Koordinat: 2°22'36"-4°06'00" LU dan 90°35'40"-96°35'34" BT

UtaraKabupaten Aceh Singkil
SelatanKabupaten Aceh Tenggara
BaratKabupaten Aceh Barat Daya
TimurKabupaten Aceh Singkil


  


Topografi dan klimatologi
Kondisi topografi Kabupaten Aceh Selatan sangat bervariasi, terdiri dari dataran rendah, bergelombang, berbukit, hingga pegunungan dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal.
Dari data yang diperoleh, kondisi topografi dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal mencapai 63,45%, sedangkan berupa dataran hanya sekitar 34,66% dengan kemiringan lahan dominan adalah pada kemiringan kemiringan ³ 40% dengan luas 254.138.39 ha dan terkecil kemiringan 8-15% seluas 175.04 hektare selebihnya tersebar pada beerbagai tingkat kemiringan. Dilihat dari ketinggian tempat (di atas permukaan laut) ketinggian 0-25 meter memiliki luas terbesar yakni 152.648 hektare (38,11%) dan terkecil adalah ketinggian 25-00 meter seluas 39.720 hektare (9,92%).
Sementara itu, sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Aceh Selatan adalah podzolik merah kuning seluas 161,022 hektare dan yang paling sedikit adalah jenis tanah regosol (hanya 5,213 ha).

Berikut nama-nama Bupati Aceh Selatan dari masa ke masa
No.FotoNamaWakilMasa JabatanKeterangan
1.SahimHasjym-1stRegentofSouthAceh.JPG
Muhammad Sahim Hasjmy
Tidak ada
1945-1948
Bupati pertama
2.MHusen-2ndRegentofSouthAceh.JPG
M. Husen
1948-1949

3.GafurAkhir-3rdRegentofSouthAceh.JPG
A. Gaffur Akhir
1949-1950

4.Kamarusyd-4thRegentofSouthAceh.JPG
Kamarusyid
1950-1955

5.WahidDahlawi-5thRegentofSouthAceh.JPG
A. Wahid Dahlawi
1955-1956

6.TMYunan-6thRegentofSouthAceh.JPG
Teuku M. Yunan
1955-1956

7.TgkSahimHasjym-7thRegentofSouthAceh.JPG
Tengku M. Sahim Hasmy
1957-1960

8.TCutMamad-8thRegentofSouthAceh.JPG
Teuku Cut Mamad
1960-1965

9.KasimTagok-9thRegentofSouthAceh.JPG
Kasim Tagok
1965-1970

10.TDaud-10thRegentofSouthAceh.JPG
Teuku Daud
1970-1971

11.SukardiIS-11thRegentofSouthAceh.JPG
Sukardi IS
1971-1983

12.Rdwansyah-12thRegentofSouthAceh.JPG
Drs. Ridwansyah
1983-1985

13.ZainalAbidin-13thRegentofSouthAceh.JPG
H. Zainal Abidin
1985-1988

14.SayedMudhahar-14thRegentofSouthAceh.JPG
Sayed Mudhahar
1988-1993

15.SariSubki-15thRegentofSouthAceh.JPG
M. Sari Subki
1993-1998

16.TMachsalminaAli-16thRegentofSouthAceh.JPG
Teuku Machsalmina Ali
1998-2008

17.HusenYusuf-17RegentofSouthAceh.JPG
Tengku Husin Yusuf
Daska Aziz
2008-2013

18.SamaIndra-RegentofSouthAceh.jpg
Teuku Sama Indra
Kamarsyah
2013-kini
 Demografi

Kabupaten Aceh Selatan memiliki 3 suku asli, yaitu suku Aceh (60%), suku Aneuk Jamee (30%) dan suku Kluet (10%). Suku Aneuk Jamee merupakan para perantau Minangkabau yang telah bermukim disana sejak abad ke-15. Walau sudah tidak lagi menggunakan sistem adat matrilineal, namun mereka masih menggunakan Bahasa Minangkabau dialek Aceh (Bahasa Aneuk Jamee) dalam percakapan sehari-hari.
Suku bangsaKecamatan
Suku AcehSawang, Meukek, Pasie Raja, Kluet Utara, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Trumon, Trumon Tengah dan Trumon Timur.
Suku Aneuk JameeKluet Selatan, Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Timur, Sama Dua, Tapak Tuan.
Suku KluetKluet Timur, Kluet Tengah, Kluet Utara (mayoritas suku Aceh), Kluet Selatan (mayoritas suku Aneuk Jamee).
 Kecamatan

 Kabupaten Aceh Selatan memiliki 18 buah kecamatan yang terbentang mulai dari Kecamatan Labuhan Haji yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat Daya hingga Kecamatan Trumon Timur yang berbatasan dengan Kota Subulussalam. Pada tahun 2010 jumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan adalah 16 Kecamatan. Pada tahun 2011, 2 kecamatan di bagian timur yakni Trumon dimekarkan lagi menjadi 2 kecamatan lagi sehingga keseluruhan kecamatan dalam kabupaten sekarang ini berjumlah 18 kecamatan. Kedelapan belas kecamatan tersebut adalah:



Lambang Kabupaten Aceh Selatan
Lambang Aceh Selatan
Moto: SATYA BAKTI
Berdasarkan Buku Induk Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan Per Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan Seluruh Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kabupaten Aceh Selatan yang memiliki 18 kecamatan terbagi lagi menjadi 260 desa atau disebut gampong. Kecamatan Samadua merupakan kecamatan dengan gampong terbanyak (28 gampong), sedangkan kecamatan dengan gampong paling sedikit adalah Kecamatan Bakongan (7 gampong).




ProvinsiAceh
Dasar hukumUURI Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956
Tanggal Peresmian4 November 1956
Ibu kotaTapak Tuan
Pemerintahan
 - BupatiH. T. Sama Indra, S.H.
 - DAURp. 528.579.445.000.-(2013)[1]
Luas3.841,60 km²
Populasi
 - Total206.252 [2]
 - Kepadatan52
Demografi
 - Kode area telepon0656
Pembagian administratif
 - Kecamatan18
 - Kelurahan260
Simbol khas daerah
 - Situs webwww.acehselatankab.go.id


Referensi:
 
  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.
  2. ^ Jumlah penduduk Aceh
(id.wikipedia.org)

Sabtu, 23 April 2016

Fakta Sejarah! Ternyata ada Jejak Sejarah Aceh di Kota Salem, Amerika Serikat (1653 M)

Terkhusus dalam hal perdagangan lada. Sanking eratnya, hingga logo Kota Salem pun menggunakan simbol-simbol Aceh. Benarlah Aceh punya sejarah gilang gemilang di masa lalu.


Jejak kota Selim

 "...Seperti tersembunyi dibalik debu sejarah, tidak banyak yang tahu bahwa Aceh dan Kota Salem, Massachusetts, Amerika Serikat mempunyai hubungan yang sangat erat di masa lampau..."
  
Berawal dari sebuah tag di Facebook oleh teman saya, Safar Manaf, saya tertarik menelusuri lebih lanjut bagaimana hubungan antara Aceh dengan Salem. Atau lebih layak dikatakan hubungan Aceh dengan Amerika Serikat pada waktu itu, mengingat hal-hal yang terjadi di kemudian hari melibatkan Pemerintah Amerika Serikat dibawah pimpinan Presiden Jackson.

Safar Manaf dalam blognya menulis secara singkat mengenai sejarah Kota Salem. Uraian sejarah tersebut bisa diakses dengan mengklik tab “City Seal” (lambang kota) - *disni] pada website kota Salem. Berikut adalah terjemahan versi Safar Manaf terhadap teks tersebut:


Pada tahun 1654 (Masa pemerintahan Sultanah Safiatu'ddin), Elihu Yale mengirim dua karyawannya ke Atjeh, kerajaan merdeka termegah di Sumatera, untuk menjalankan perdagangan lada. Muatan lada terakhir memasuki Salem, Massachusetts dari Sumatera pada 6 November 1846 (Masa pemerintahan Sultan Sulaiman Syah), diangkut oleh kapal Lucilla. Salem telah memegang peranan utama dalam perdagangan lada sejak Pemimpin Salem memulai bisnis ini. Begitu pentingnya posisi Salem saat itu, seratus tahun (se-abad) kemudian, orang-orang di Australia masih menyebut biji merica dengan panggilan “lada Salem”.

Lambang Kota Salem, Massachusetts
Kenyataannya, Jika kita menelisik kembali lambang kota Salem, kita akan menemukan gambaran seorang Atjeh.

 
Pada puncak perdagangan lada, Dewan Kota memerintahkan untuk menciptakan sebuah segel yang menggambarkan Sebuah kapal yang sedang berlayar, mendekati pantai yang digambarkan dengan seseorang yang berdiri di antara pepohonan di mana kostumnya menunjukkan wilayah tersebut adalah bagian dari Hindia Timur", motto ‘Divitis Indiae usque ad ultimum sinum … yang berarti “Menuju pelabuhan terjauh di Timur yang kaya…

George Peabody, anak dari pedagang lada yang disegani, dan dia sendiri juga memiliki kapal pengangkut lada, melukis desain seorang pria memakai serban merah rata, celana panjang merah dan ikat pinggang merah, jubah kuning sebatas lutut dan baju luar warna biru. Tidak ada masyarakat lain di Hindia Timur yang memiliki pakaian semirip ini yang lebih mendekati selain masyarakat Atjeh, dan mungkin itulah maksudnya.

Hanya dokumen resmi kota Salem yang dibenarkan memakai Lambang kota tersebut. Adalah termasuk pelanggaran hukum Negara dan Peraturan Lokal, jika memakai lambang ini pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan urusan resmi Kota Salem. Pegawai Kota adalah penjaga Emblem Kota.

Perdagangan, bisnis, di manapun dan kapanpun ternyata menyimpan intrik-intrik yang bisa menghancurkan hubungan yang terbina baik sejak lama. Keinginan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan politik dagang telah membuat hubungan Aceh dan Amerika Serikat retak.

Salem Harboroil on canvasFitz Hugh Lane, 1853.Museum of Fine Arts, Boston.

Aceh pernah digempur Amerika Serikat akibat politik dagang dan provokasi Belanda. Pelabuhan Kuala Batu di Susoh, Aceh Selatan rata dengan tanah. Menurut M Nur El Ibrahimy dalam buku Selayang Pandang Langkah Diplomasi Kerajaan Aceh, setiap tahun diangkut sekitar 42.000 pikul atau sekitar 3.000 ton. Pusat perdagangan itu di Pelabuhan Kuala Batu, Susoh.
Dudley L. Pickman (1779–1846)
Sejak tahun 1829, karena harga lada di pasaran internasional merosot, jumlah kapal Amerika yang datang ke pelabuhan Aceh mulai menurun. Di antara kapal yang datang dalam masa kemerosotan ekonomi itu adalah kapal Friendship milik Silsbee, Pickman, dan Stone di bawah pimpinan nakhoda Charles Moore Endicot, seorang mualim yang sering membawa kapalnya ke Aceh.

Pada 7 Februari 1831 kapal Friendship milik Silsbee, Pickman, dan Stone di bawah pimpinan nakhoda Charles Moore Endicot, seorang mualim yang sering membawa kapalnya ke Aceh, berlabuh di pelabuhan Kuala Batu, Aceh Selatan.

Ketika Endicot dan anak huahnya berada di daratan, tiba-tiba kapal tersebut dibajak oleh sekelompok penduduk Kuala Batu. Akan tetapi, dapat dirampas kembali oleh kapal-kapal Amerika yang kebetulan saat itu berada di perairan Kuala dengan kerugian sebesar US $ 50.000 dan tiga anak buahnya terbunuh.

Peristiwa itu kemudian menimbulkan sejumlah tanda tanya. Pasalnya, selama setengah abad menjalin hubungan dagang belum pernah terjadi perompakan seperti itu. Menurut M Nur El Ibrahimy, ada beberapa penyebab terjadinya peristiwa tersebut.
Pertama, peristiwa itu dipicu oleh kekecewaan orang Aceh yang selalu ditipu oleh Amerika dalam perdagangan lada.

Itu hanya satu faktor. Penyebab lain, Belanda berhasil memprovokasi orang Aceh untuk menyerang kapal-kapal Amerika. Tujuannya, Belanda ingin merusak nama baik Kerajaan Aceh sehingga terkesan tidak mampu melindungi kapal asing yang berlabuh di Aceh.

 

Tentu saja Kerajaan Aceh sibuk memberi klarifikasi. Belakangan, diketahui Belanda yang membayar dan mempersenjatai kapal Aceh yang dinakhodai Lahuda Langkap untuk menyerang kapal Amerika dengan menggunakan bendera Kerajaan Aceh.

Kejadian ini membuat kerugian besar di pihak Amerika Serikat dan beberap kru kapal tewas di tangan perompak. Hal ini menyebabkan kemarahan besar di pihak Amerika.

Senator Nathanian Silsbee, salah seorang pemilik kapal Friendship dan Partai Whip (Partai Republiken) yang beroposisi terhadap pemerintahan Presiden Jackson, sekaligus seorang politikus yang sangat berpengaruh pada masa itu, langsung menyurati Presiden Jackson pada tanggal 20 Juli 1831.

Andrew Jackson for President U.S in 1822
Subuh 6 Februari 1832, sebanyak 260 orang marinir Amerika di bawah pimpinan Shubrick, komandan kapal perang terbaik Amerika saat itu, Potomac, membumihanguskan pelabuhan Kuala Batee, Susoh, Aceh Barat dibawah perintah langsung Presiden Amerika Serikat, Andrew Jackson.

Bagaimanapun, hubungan Kerajaan Aceh dengan Amerika Serikat sudah terbina sejak lama. Dan bukti nyata hubungan tersebut terpatri dalam logo Kota Salem, Massachusetts. Akankah sejarah kejayaan “lada” Aceh kembali terulang? (*/tgj.co.id)
Oleh Abdul Razak M.H. Pulo | Penulis seorang dokter asal Aceh, FK Unsri, Palembang.


 

Selasa, 19 April 2016

Mengucapkan Salam in English

How to

#Cara Mengucapkan Salam  ~ Bahasa Inggris


Secara umum, salam (greeting) dalam Percakapan Bahasa Inggris itu ada 2, yakni;
  1. Mengucapkan salam ketika bertemu.

    Misalnya:
    good morning! (Selamat pagi!)
    good afternoon! (Selamat siang/sore!)
    good evening! (Selamat malam!)

    Contoh ucapan salam dalam bentuk lain:
    good day!
  2. Mengucapkan salam ketika berpisah

    Misalnya:
    goodbye! (Selamat tinggal/jalan!)
    see you! (Sampai jumpa!)
    see you later! (Sampai jumpa lagi nanti!)
    see you next week! (Sampai jumpa minggu depan!)
    good night! (Selamat malam/tidur!)

    see ya! (= sama dengan: see you)
    *) ungkapan /ya/ aslinya adalah: you.

    bye-bye! (= sama dengan: good bye)
    bye! (= sama dengan: good bye)
    g'bye! (= sama dengan: good bye)
    *) huruf /g'/ adalah kependekan dari: /good/.

#Penjelasan mengenai Ungkapan Salam (Greeting)

    Kata /good/ yang ada pada /good morning!/ dsb tersebut tidak bisa diartikan/diterjemahkan sama dengan: "selamat". Kata /good/ menjadi satu-kesatuan dengan kata sesudahnya.
    Ucapan salam bisa berbentuk formal dan juga informal. Dari contoh diatas, yang berbentuk formal ada pada:

    Good morning!
    Good afternoon!
    Good evening!
    Morning!
    Good morning!
    Good morning!
    See you!
    See you later!
    See you next ..... !
    Goodbye!

    Khusus ucapan /Good night/ bisa dalam situasi formal ataupun informal. /Good night/ diucapkan dalam 2 situasi:
    Pertama, ketika hendak berpisah dari pertemuan pada malam hari.
    Kedua, pada saat hendak tidur pada malam hari.

    Ucapan salam juga berlaku pada saat kita dan lawan bicara hendak melakukan sesuatu.
    Contoh:
    have a nice day! (Semoga harimu menyenangkan!)
    have a nice dream! (Semoga mimpi yang indah!)
    have a nice sleep! (Selamat tidur!)
    have a nice eat! (Selamat/silahkan makan!)


    Contoh lain:
    have a fun! (Bersenang-senanglah! atau, selamat bersenang-senang!)
    Good luck! (Semoga berhasil/sukses!)

    Catatan:
    Ungkapan /good day/ sama dengan /good afternoon/. /good day/ berbentuk informal.
    Pada waktu mengucapkan salam, kita juga dapat menambahkan nama orang/nama depan/ nama panggilannya.
    Contoh:
    morning, paul!
    good evening, jean!
    have a fun, everyone!


    Ucapan salam formal pada saat berpisah:

    farewell! (selamat jalan!)
    *) ungkapan akan suatu harapan yang baik (misalnya: dalam pesta perpisahan).

    Bond voyage! (Selamat jalan!)
    *) ungkapan /bond voyage/ diambil dari (baca: derived from) bahasa perancis yang berarti: selamat jalan! atau selamat berpetualang! e.g. have a nice trip, have a nice journey!

    Tambahan:
    So long, buddy! (selamat jalan, teman!)

    *) ungkapan /so long/ termasuk ungkapan informal.
    Biasanya digunakan pada saat kita hendak berpisah dengan teman yang baru meninggal diatas kuburnya.
    Bisa juga ketika ingin berpisah yang tidak dapat dipastikan kapan akan bertemu kembali.
    Ungkapan /goodbye!/ bisa mewakili ungkapan ini.



    .............................................................. .-

    Dapatkan materi percakapan (Conversation In Context) yang dibahas berdasarkan aspek grammatical atau grammar in use dan contextual  berikutnya!
    Klik disini ---> untuk berlangganan artikel materi percakapan di pelg-grammar. (Gratis!)

    Selasa, 12 April 2016

    Bidadariku


    Raudhah Al Muhibbin wa Al Musytaqin (Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu)
    Sebagai seorang pengantin, wanita lebih cantik dibanding seorang gadis. Sebagai seorang ibu, wanita lebih cantik dibanding seorang pengantin. Sebagai istri dan ibu, ia adalah kata-kata terindah di semua musim dan dia tumbuh menjadi lebih cantik bertahun-tahun kemudian.
    ***
    Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
    Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
    “Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
    Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata, “Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
    “Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.
    “Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
    “Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
    Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan, “Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.
    “Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.
    “Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.” Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”
    Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”
    Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
    Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”
    Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”
    Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang. Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.
    “Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”
    Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”
    ***
    Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhid, ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya.
    Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat.
    Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya, Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
    ***
    Senja datang Angin mendesau, sepi. Pasir-pasir beterbangan. Berputar-putar.
    Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
    Tanpa dimandikan…
    Tanpa dikafankan…
    Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid. Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut. Para sahabat terdiam membisu. Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau. Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.
    Akhirnya keadaan kembali seperti semula. Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah. “Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”
    Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo..Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”
    “Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
    “Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.
    “Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.
    “Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya….”
    ***
    Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.
    Malam menjelang. Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata. Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula.
    Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini apabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu.”
    Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.
    Istri Zulebid, terdiam. Matanya basah. Ada sesuatu yang menggenang disana. Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi. Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir. Ia menggerakkan bibirnya.
    “Suamiku, aku mencintaimu. Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita. Aku ikhlas.”


    Note: Artikel ini berasal dari berbagai sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya dikarenakan telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
    Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik asli yang sudah bersusah payah lagi ikhlas membuat artikel ini. Aamiin.



    Jumat, 01 April 2016

    Memahami Parallel Structure

    Apa itu Parallel Structure? Parallel structure adalah bentuk berfungsinya conjunction (kata penghubung) untuk menghubungkan kata satu dengan kata lainnya, atau prase (phrase) dengan phrase yang lainnya - sejenis - dalam 1 (satu) susunan kalimat utuh. 

    Persamaan yang bagaimana yang dimaksud dalam parallel structure?
    Persamaan kata/phrase yang dimaksud bukan berarti kata satu dan lainnya sama persis. Persamaan tersebut harus identik dalam hal bentuk dan susunannya, yaitu:

    • Sama posisi/kedudukan kata tersebut
      Jadi, bila kata yang akan dihubungkan itu berkedudukan di subject, maka parallel structure juga harus berlaku di posisi subject.
    • Sama bentuk dan jenisnya.
      Contoh:
      kata benda dengan kata benda atau kata benda dengan phrases; bisa juga kata kerja dengan kata kerja. (bila kata kerja yang digunakan berupa verb-ing maka kata lain itu harus berupa verb-ing, bila to-infinitive maka yang lain harus berupa to-infinitive juga, dsb.

    Adapun jenis kata yang bisa dihubungkan (selain phrase) adalah:


    Lebih lanjut, parallel structure adalah aspek grammatical yang bersifat mempersingkat atau cara menghindari penulisan/pengucapan atas kata/phrase sejenis yang berulang-ulang.

    Untuk memahami parallel structure, kita harus memahami dan menguasai determiner bahasa inggris (English Determiner). Dengan menggunakan determiner sebagai alat analisis kata, prase dan kalimat - kita akan mengetahui - kata/phrase yang manakah - yang harus di-parallel-kan.
    Contoh:

    I have a book. I have a pen.

    Dari kedua contoh kalimat diatas; /I have a book/ dan /I have a pen/ kita melihat bahwa ada 2 kata yang sejenis yaitu:

    /a book/ dan /a pen/

    Masing-masing keduanya sama-sama berupa kata benda (noun), sama kata kerja (verb) dan sama subject(subjective pronoun)-nya sehingga, dapatlah kita "memperpendek" kedua kalimat itu menjadi satu kalimat utuh yang memberi informasi (baca: makna) yang sama dan jelas, sbb:

    I have a book and a pen.

    Pada contoh penggabungan ini kita menggunakan kata penghubung (conjunction) berupa: /and/ oleh karena kata penghubung /and/ berfungsi untuk menghubungkan dua kata, phrase atau kalimat atau lebih yang sama konteks (situasi & kondisi) dan identik. Bentuk penggabungan tersebut dari 2 kalimat menjadi 1 kalimat dan tidak merubah makna (baca:maksud) itulah yang disebut sebagai Parallel Structure.

    Melalui contoh kalimat bahasa inggris yang mengandung unsur /and/ diatas, kita juga dapat menggunakan kata penghubung lainnya, seperti;

    and, or, but.


    Lebih Rinci Mengenai Parallel Structure

    Parallel structure diatas adalah bentuk sederhana atau simple parallel structure. Ada banyak bahasan mengenai parallel structure ini termasuk bahasan mengenai correlative conjunction yang akan kita bahas dipertemuan selanjutnya.

    Perhatikan contoh kalimat berikut untuk pendalaman materi mengenai parallel structure ini~!

    Contoh:
    Miss Dillah and I are falling in love.
    (conjunction /and/ menghubungkan kata benda /miss dillah/ dan subjective pronoun /I/)

    I buy two apples and a mango.
    (conjunction /and/ menghubungkan prase kata benda /two apples/ dan /a mango/)

    He likes reading and writing.
    (conjunction /and/ menghubungkan kata benda dalam bentuk gerund /reading/ dan /writing/)

    She wants to sing and to dance.(conjunction /and/ menghubungkan kata kerja to infinitive /to sing/ dan /to dance/)
    Catatan:
    Oleh karena kata kerja /sing/ didahului oleh preposisi /to/ sebagai ciri khas kata kerja to infinitive, maka setelah conjunction /and/, kita harus menggunakan kata kerja yang sama yaitu to infinitive /to dance/.

    Contoh dengan menggunakan conjunction lain, misalnya: /but/ dan /or/:

    He is lazy but smart.
    (Dia pemalas tapi pandai).
    Keterangan:
    Conjunction /but/ menghubungkan kata sifat (adjective) dengan kata sifat lainnya yakni berupa: /lazy/ dan /smart/. Ingat bahwa, conjunction /but/ digunakan untuk memisahkan antara kata satu yang mengandung makna negatif dengan makna positif atau sebaliknya.

    Which one do you like best, playing badminton or golf?
    Keterangan:
    Kalimat ini menghubungkan kesukaan dalam hal permainan /playing/ yakni: /badminton/ atau /golf/ dalam bentuk pertanyaan pilihan (which). Kedua kata tersebut /badminton/ dan /golf/ sama-sama berupa kata benda (noun).


    2 kata atau lebih dalam Parallel Structure

    Selain uraian diatas, kita juga dapat menghubungkan lebih dari 2 kata secara parallel.
    Contoh:
    He loves reading, writing and speaking.

    Contoh diatas menggabungkan 3 kesukaan berupa: /reading/, /writing/ dan /speaking/ yang berjenis gerund dalam 1 kalimat diposisi Object (yakni setelah kata kerja /loves/). Kalimat utuh tersebut berasal dari 3 kalimat yang identik/sama dalam kriteria pembentukkan parallel structure diatas yakni:

    He loves reading.
    He loves writing.
    He loves speaking.

    Dapat pula menambahkan object dari kegiatan tersebut, misalnya obyek kegiatan itu berupa "Bahasa Inggris":
    He loves reading, writing and speaking English.

    Kalimat diatas berasal dari 3 kalimat yang identik berikut ini:

    He loves reading English.
    He loves writing English.
    He loves speaking English.

    Catatan:
    Bila ada 3 bahasa yang berbeda, maka wajib mencantumkan nama dari Bahasa Asing tersebut.

    Misalnya:
    He loves reading English, writing Arabic and speaking German.

    Kesimpulan:
    Dari keseluruhan penjelasan diatas, intinya, persamaan yang ada dalam parallel structure tersebut harus sama/identik baik dalam structure, jenis dan posisinya dalam kalimat.

    Rabu, 30 Maret 2016

    Past Perfect Continuous

    Past Perfect Continuous 

    Past Perfect Continuous Tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan suatu kejadian dimasa lampau dan masih berlangsung dalam beberapa waktu setelahnya (tapi masih dimasa lampau) dan tidak pernah mencapai waktu sekarang (present time).

    "Tidak pernah mencapai waktu sekarang" maksudnya adalah, bahwa kejadian itu berhenti dan tidak berlanjut dimasa sekarang (present time) apalagi dimasa yang akan datang (future time).

    Contohnya:
    She had been waiting for an hour when I arrived.
    (Dia sudah menunggu selama 1 jam pada saat saya tiba)

    Makna dari kalimat /She had been waiting for an hour/ itu - misalnya - sebagai berikut
    • Dia telah menunggu saya dari jam 5.00 sore tadi.
    • Dia masih menunggu dan berlanjut hingga jam 6.00 sore.
    • Saya tiba beberapa menit atau jam kemudian dan dia sudah tidak kelihatan lagi di bangku itu sedang menunggu saya - yang mungkin sudah pulang.
    Ketiga point diatas semua terjadi dimasa yang lampau (past time event).

    Pola Kalimat (Rumus) Past Perfect Continuous Tense

    A. Past Perfect Tense dalam Pola Verbal Sentence


    Subject + Had + Been + Present Participle + Object/Adverb/Complement

    Contoh:
    I had been reading the novel for five days.
    (Saya sudah membaca novel itu selama 5 hari).

    B. Past Perfect Tense dalam Pola Nominal Sentence


    Khusus dalam bentuk nominal, pola past perfect continuous tense kembali ke bentuk past perfect tense, yakni sbb:

    Subject + Had + Been + Complement

    Contoh:
    She had been out for days.
    (Dia telah berhenti-kerja selama beberapa hari).

    Perhatikan bahwa setelah /had been/ letakkan kata sifat (adjectives), kata benda (noun), kata keterangan (adverb), kata ganti (pronoun) atau prase kata benda (noun phrase) dan bukan kata kerja(verb).
    Dalam pembentukkan kalimat negative, cukup letakkan "NOT" setelah kata bantu (auxiliary) /had/, sehingga menjadi:
    /had not/ atau disingkat /hadn't/

    Untuk pembentukkan pola interrogative, letakkan kata bantu /had/ diawal kalimat atau didepan subject-nya.
    Contoh:
    Had you been writing the letter for an hour after she called you last night?
    Catatan:
    Kata bantu /had/ digunakan untuk seluruh jenis subject.

    Keterangan Waktu pada Past Perfect Continuous Tense

    Past perfect continuous tense sangat erat kaitannya dengan waktu tertentu yang menentukan lamanya kejadian itu telah dan sedang berlangsung dimasa lampau. Untuk itu, kita dapat menggunakan:

    .... for + nama-waktu
    .... since + nama-waktu

    Selain itu dapat pula kita menggunakan klausa (yang bertujuan membatasi kejadian yang dikandung dalam past perfect continuous tense.
    Contoh:

    My mother had been cooking for 30 minutes.
    (Ibuku sudah memasak dan berlangsung selama 30 menit).

    Before my father went home.
    (Sebelum ayahku pulang).

    Bila kedua kalimat itu digabungkan:

    My mother had been cooking for 30 minutes before my father went home.
    (Ibu sudah memasak selama 30 menit sebelum ayahku pulang).

    Catatan:
    Klausa (sub-clause) diatas menggunakan pola kalimat simple past tense dalam bentuk verbal.


    Perbedaan antara Past Continuous Tense dan Past Perfect Continuous Tense

    Dalam situasi tertentu (tanpa menggunakan kata keterangan wakturef, seperti; for atau since, banyak penutur asli bahasa inggris - native speakers - sering menggunakan Past Continuous Tense ketimbang Past Perfect Continuous Tense padahal, seharusnya tidak benar, karena akan merubah makna dan kesalahan pengertian (baca:misunderstanding) antara kita dan lawan bicara.

    Contoh Kasus:
    Father was working in the garden when my younger knocked the door.

    Kedua kalimat diatas menggunakan past continuous tense dan simple past tense. Keduanya mengandung makna sbb:
    Ayah sedang bekerja dikebun ketika adikku mengetuk pintu.

    Kedua kejadian diatas memang sama-sama terjadi dimasa yang lampau. Akan tetapi tidak diketahui "point waktunya". Point waktu ini maksudnya begini: "Berapa lama ayah bekerja dikebun tersebut?"
    Apabila kita tambahkan kata keterangan waktu, misalnya: "yesterday" (tidaklah tepat menggunakan for atau since pada simple past tense), maka akan diketahui bahwa kalimat /ayah sedang bekerja..../ tersebut terjadi kemarin dan kata /kemarin/ bukanlah bentuk waktu khusus seperti pada past perfect continuous tense yang menggunakan for atau since didalamnya.