Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2016

Mustafa Kemal Attaturk, Sang Diktator Peruntuh Khilafah Turki

Dalam sejarah dunia dia dianggap sebagai bapak pembaharu Turki modern yang namanya begitu harum sebagai peletak tonggak sekulerisme Turki. Namun bila kita jeli melihat sejarah dalam sudut pandang yang lain, Attaturk adalah orang Yahudi yang menyamar jadi muslim untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dialah orang yang mengabolisi Khilafah Islam dibubarkan pada 3 Maret 1924. Dia adalah pengkhianat sekaligus pecundang.
Dok. Aceh Sepanjang Abad


Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekejap mata. Sebagaimana kebaikan yang perlu proses untuk terjadinya, keburukan pun demikian, membutuhkan proses. Mustafa Kemal Ataturk menjagal Khilafah juga bukan proses sekejap, perlu proses yang panjang. Proses itu dimulai ketika pada awal abad ke-19 M kaum muslimin mulai meninggalkan al-Qur`an dan as-Sunnah untuk memecahkan masalah-masalah mereka, dan tertarik dengan ideologi Liberal yang menggiurkan nafsu manusia.


>>Liberalisasi di Eropa Barat


Setelah mengalami Renaisance abad ke-15 M, masyarakat Eropa Barat bersepakat untuk memisahkan agama dari kehidupan alias menganut faham sekulerisme. Sekulerisme ini dikristalkan oleh John Locke filosof Inggris menjadi ideologi Liberal, sebuah ideologi yang menempatkan manusia bebas dari ikatan apa pun, baik ikatan agama ataupun selain agama. Liberal dalam beragama, berekonomi, liberal berpolitik, seksualitas, liberal dalam segala hal. Ideologi inilah yang akan menghantarkan Barat kepada kebangkitannya, walau kebangkitan yang semu.


Semangat Liberalisme ini mendorong pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789 yang mengusung jargon ”Liberte, Egalite, dan Fraternite”. Revolusi Perancis berhasil menjauhkan agama dalam hal ini gereja dari masyarakat, negara maupun politik. Di awal abad ke-19 M, Perancis muncul menjadi paling kuat dan maju, menjadi negara nomor satu di dunia di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.


>>Khilafah Turki Utsmani Melirik Liberalisme


Sementara itu, Khilafah Turki Utsmani masih mengalami kemandegan berpikir akibat terhentinya ijtihad dan mulai melirik ideologi Liberal yang sedang berkembang pesat di Eropa Barat. Kemajuan teknologi akibat revolusi Industri telah menyilaukan mata, sehingga tidak bisa membedakan mana teknologi yang bisa diambil dari bangsa manapun, dan mana peradaban yang harus disaring.


Tahun 1828 di masa Sultan Mahmud II, pemikiran dan sistem sekuler mulai merasuk ke tubuh khilafah. Tahun 1876 M Gerakan Turki Muda yang tergila-gila dengan ideologi liberal berhasil memaksa Sultan Abdul Hamid II menerima Konstitusi 1876, sebuah konstitusi sekuler. Sejak itu, tanda-tanda keruntuhan Khilafah mulai di depan mata. Sekeliling khalifah sudah dipadati dengan orang-orang yang berideologi sekuler liberal, yang dipimpin oleh Perdana Mentrinya sendiri, Midhat Pasya si pemabok.
 
Mustafa Kemal Attaturk
 >>Mustafa Lahir


Pada kondisi Khilafah sedang sakit ideologi inilah Mustafa Kemal Atatürk yang akan menjadi penjagal Khilafah dilahirkan. Tepatnya tanggal 12 Maret 1881. Nama aslinya Mustafa. Ia dilahirkan di Salonika (sekarang di Yunani). Saat itu Yunani berada di dalam wilayah Khilafah Turki Utsmani. Ayah Mustafa bernama Ali Riza yang meninggal saat putranya berumur 7 tahun. Ibu Mustafa bernama Zubeyde Hanim, seorang muslimah taat yang berharap Mustafa menjadi ulama yang faqih.


Namun Mustafa berbeda pendirian. Ia menjadi remaja pemberontak melawan segala bentuk peraturan. Ia kasar, dan kurang ajar pada gurunya. Di depan kawannya, ia sangat arogan dan penyendiri.


Akhirnya pada usia dua belas tahun Mustafa dimasukkan ke akademi militer di Salonika. Ia ikut seleksi dan lulus jadi kadet.


Di militer, nampaknya Mustafa menemukan dunianya. Ia mampu menunjukkan prestasi akademik yang bagus, sehingga salah satu pelajar menjulukinya “Kemal” yang berarti kesempurnaan. Sejak itu ia panggil Mustafa Kemal.


>>Mustafa Dicekoki Ideologi Liberal


Pada usia 14 tahun, Mustafa Kemal pindah ke sebuah akademi di Monastir.


Saat-saat liburannya di Salonika, Mustafa Kemal senang berkunjung ke tempat-tempat hiburan Eropa dimana para wanita tidak mengenakan cadar, menyanyi, berdansa, dan duduk di meja bersama laki-laki. Mustafa Kemal senang minum-minuman keras.


Dalam pergaulan, Mustafa Kemal banyak bersandar pada teman-temannya para pendeta Macedonia yang sengaja ”menangkapnya”. Para pendeta Macedonia inilah yang mengajarkan dasar-dasar bahasa Perancis bersama seorang teman Mustafa dari Macedonia yang bernama Fethi. Keduanya diajari buku-buku karya pemikir-pemikir liberal seperti Voltaire, Rousseau, Thomas Hobbes, dan John Stuart Mill, serta buku-buku lainnya. Hingga akhirnya, Mustafa mengarang syair yang mendengung-dengungkan nasionalisme dan berpidato di depan akademi militer. Mustafa berbicara kepada mereka tentang kerusakan sultan sebelum dia berumur 20 tahun.


Mustafa Kemal kemudian ditempatkan di Istambul. Di sana dia menjadi pengunjung rutin rumah Madame Corinne, seorang janda Italia yang hidup di Pera, sebuah distrik kota yang telah mengalami Westernisasi. Ia pun hanyut dalam minum-minuman keras, bermain judi, dan bersenang-senang dengan musik.


Setelah mencapai nilai tertinggi dalam ujian akhir, Mustafa lulus dengan gelar kehormatan pada Januari 1905 sebagai kapten.


>>Mustafa menjadi atase militer di Sofia.


Saat itu, Mustafa Kemal bergabung dengan perkumpulan mahasiswa nasionalis, yang dikenal sebagai Vatan (yang artinya Tanah Air). Para anggotanya menganggap dirinya kelompok revolusioner yang menentang pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, yang memberangus segala pemikiran “liberal” yang merongrong pemerintahan Islam. Kelompok ini selalu menyalahkan Islam yang dianggap membuat Turki terbelakang dan terus-terusan menyebarkan kebencian terhadap syari’at yang dianggap kolot, serta menjadikan ajaran-ajaran sufi sebagai tertawaan. Anggotanya bersumpah melengserkan sultan dan menggantinya dengan sistem pemerintahan Barat dengan konstitusi dan parlemen, menghancurkan otoritas para ulama, menghapus jilbab dan kerudung, serta mendeklarasikan kesetaraan gender. Tak lama bergabung, Mustafa Kemal menjadi pemimpinnya.


Mustafa diundang untuk menghadiri salah satu pertemuan di sebagian rumah-rumah orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Italia dan organisasi-organisasi Freemasonry Italia. Turki Muda menjadikan perlindungan yang diberikan kepada Yahudi ini sebagai tameng. Mereka mendapat bantuan finansial dalam jumlah yang sangat besar dari berbagai pihak.
Peta kekuasaan Khilafah Turki Abad 17 Masehi

Tahun 1908 M Kaum nasionalis sekuler, Turki Muda, melakukan revolusi. Revolusi ini dalam rangka merongrong Sultan Abdul Hamid II yang menentang konstitusi 1876 yang sekuler dan selalu menyerukan kembali ke Syari’at Islam.


>>Pema’zulan Sultan Abdul Hamid II


Akhirnya pada tanggal 26 April 1909 M Turki Muda yang berkomplot dengan Syaikhul Islam, Mohammad Dia’ uddin Afandi, berhasil memberhentikan Sultan Abdul Hamid II, seorang khalifah yang saleh dan lembut. Sejak saat itu Khilafah Utsmaniyah dikuasai kaum nasionalis Turki.


Setelah pemberhentian Sultan Abdul Hamid II banyak orang mulai menulis buku baik berbahasa Inggris, Arab maupun Turki, yang memfitnah dan menyerang Sultan Abdul Hamid II. Mereka memfitnah Sultan Abdul Hamid II sebagai orang yang menjadikan Daulah Utsmani tenggelam semakin dalam dan menampilkan Turki Muda sebagai pahlawan.


Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler, Gerakan Turki Muda ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai perbaikan nasib menentang Sultan Abdul Hamid II yang mereka sebut sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini dianggap sebagai pemicu pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia.


Setelah Sultan Abdul Hamid II diberhentikan, tahun 1909 M Sultan Muhammad Risyad menggantikannya sebagai Khalifah Turki Utsmani. Namun pemerintahannya sebenarnya sudah tidak berarti karena dibawah perintah Turki Muda.


Di tubuh Turki Muda sendiri terjadi perpecahan. Mustafa Kemal akhirnya meninggalkan Turki Muda dan kembali menekuni kemiliteran 10 tahun berikutnya seperti sebelumnya. Berkat pribadi keras dan kecerdasannya, ia merengkuh banyak kekuasaan politik. Ia habiskan malam dengan mengadakan rapat rahasia untuk merencanakan makar, yang diharapkan menghasilkan kekuasaan absolut baginya.


>>Khilafah Turki Utsmani Terseret Perang Dunia I


Tahun 1914 Pecah Perang Dunia Pertama. Jerman yang menguasai minyak di Irak dan mengancam sumber minyak Inggris di Iran dan Jazirah Arab, dengan kekuatan besar berambisi menguasai dunia. Inggris, Perancis dan Rusia pun bersekutu mengumumkan perang melawan Jerman. Selain beraliansi dengan Austria, Jerman membujuk Khilafah Turki Utsmani untuk ikut Perang Dunia I melawan Sekutu.


Tahun 1918 Jerman dan Austria- Hungaria dituntut meletakkan senjata. Maka berakhirlah Perang Dunia I. Kemenangan akhirnya ada di pihak Sekutu. Setelah Rusia keluar dari persekutuan dan AS kembali ke politik isolasinya, tinggallah Inggris dan Perancis membagi-bagi wilayah Khilafah Utsmani.


Ketika Inggris menduduki Istambul, ibukota Khilafah Utsmaniyah Mustafa Kemal melarikan diri ke Anatolia, tempat ia memulai perjuangan untuk pembebasan Turki. Kebiasaan berzina diteruskan Kemal pada para wanita pemburu cinta, yang berkeliaran di sekitar garnisun.


>>Mustafa Kemal Menjadi Pahlawan Boneka


Untuk mengakhiri Khilafah Utsmani hingga ke akar-akarnya Barat membuat skenario busuk namun licin. Mereka akan melahirkan seorang pahlawan boneka yang bisa dijadikan partner pasukan sekutu. Pahlawan ini akan menjadi harapan umat Islam yang sedang dilanda keputusasaan. Pilihan mereka jatuh kepada Mustafa Kemal.


Intelijen-intelijen Inggris berhasil menemukan ”impian mereka” yang telah lama didambakan dalam pribadi Mustafa Kemal, seorang yang memiliki watak diktator. Hubungan antara intelijen Inggris dan Kemal dilakukan melalui perantaraan seorang intelijen bernama Amstrong yang memiliki hubungan dekat dengan Kemal.


Skenario ini dilaksanakan. Di akhir Perang Dunia I Mustafa Kemal memimpin pasukan pertahanan Turki melawan Pasukan Sekutu Eropa dan Yunani yang menguasai Izmir. Mustafa Kemal mendengungkan spirit Jihad di Turki, mengangkat al-Qur`an dan membuat orang-orang Inggris menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata apa pun.


Tanpa mengalami banyak kesulitan, Mustafa Kemal berhasil menguasai beberapa tempat strategis. Dunia Islam menyambutnya dengan penuh antusias dan memberinya gelar ”ghazi” (panglima perang yang gagah dan tanpa tanding). Saat Yunani kalah dan Turki menang, rakyat mabuk kemenangan, dan memuja Mustafa Kemal sebagai sang Penyelamat. Ia digelari Pembela Kebenaran. Berbagai pengakuan para diplomat asing makin meneguhkan kedudukannya sebagai pahlawan Turki melawan Barat. Para khatib menyambutnya dengan sangat hangat. Para penyair memujinya. Ahmad Syauqi, misalnya dalam sebuah awal baitnya menyejajarkan Mustafa Kemal dengan Khalid bin Walid si pedang Allah dengan syairnya.


”Allahu Akbar, betapa banyak penaklukan yang demikian mengagumkan wahai Khalid Turki, perbaharuilah kepahlawanan Khalid Arab!”


Ya, sebuah skenario jahat yang luar biasa sukses!


Sekarang Mustafa Kemal menjadi seorang panglima militer yang memiliki kedudukan Banyak wanita yang memujanya dengan mengenakan foto Kemal dalam locket di lehernya. Sebagai pembebas negaranya, Mustafa kemal sudah terbiasa tidur dengan para wanita yang mau dan bernafsu.


Hingga tahun 1919 M Mustafa Kemal masih bersandiwara. Untuk menutupi kebenciannya kepada Islam dan untuk meraih simpati rakyat Khilafah. Ketika dia berhasil menang atas Yunani di Ankara, ia berbicara di hadapan publik, ”Sesungguhnya semua rencana akan diambil tidak dimaksudkan kecuali untuk melindungi kesultanan dan khilafah serta pembebasan sultan dan negeri ini dari perbudakan orang-orang asing.”


>>Mustafa Mulai Membuka Topeng


Bulan April 1920 Mustafa Kemal membentuk dan memimpin Majelis Nasional Agung Turki yang berpusat di Ankara.


Tahun 1922 kaum nasionalis sekuler Turki makin merajela. Sultan Mehmet VI Vahdettin (Wahiduddin) dijatuhkan. Kelompok nasionalis ini membuat kekuasaan Khalifah ditiadakan pada tanggal 1 November 1922.


Mulailah Mustafa Kemal menampakkan kebenciannya kepada Islam. Pada tanggal 19 November 1922 melalui Majelis Nasional Turki di Ankara, Mustafa Kemal mengangkat Abdul Majid II menjadi Khalifah menggantikan Muhammad Wahiduddin yang melarikan diri. Sultan Abdul Majid ini sebenarnya hanya khalifah boneka yang sama sekali tidak memiliki kekuasaaan apa-apa.


Pada tanggal 29 Oktober 1923 kaum nasionalis sekuler Turki memproklamirkan berdirinya Republik Turki dengan Mustafa Kemal sebagai presidennya.


Tidak lama berkuasa, ia menyatakan tegas bahwa ia akan menghancurkan puing reruntuhan Islam dalam kehidupan bangsa Turki. Hanya dengan mengeliminasi segala hal berbau Islam, Turki bisa ‘maju’ menjadi bangsa modern yang dihormati. Tanpa ragu Kemal menyerang Islam dan pilarnya.


>>Pernikahan Mustafa Kemal


Mustafa Kemal akhirnya menikah juga. Ia menikah dengan Latife Usakligil.anak perempuan Ushakizade Muammer, seorang Smyrna yang kaya dan berminat pada perkapalan dan perdagangan intgernasional. Meskipun Latife orang turki yang berkulit zaitun dan memiliki mata gelap dan besar, namun ia telah belajar ilmu hukum di Eropa dan berbahasa Perancis seperti wanita Perancis. Mereka menikah di rumah ayah Latife dengan gaya Eropa sebagai upaya untuk menghapuskan adat-adat yang Islami. Dalam perkawinan Islam, pengantin laki-laki dan perempuan tidak boleh saling bertemu sampai setelah upacara akad nikah selesai. Namun, Kemal dan Latife melanggar tradisi dan mengucapkan janji setia mereka sambil duduk di atas bangku.


Setelah itu Kemal mengajak istrinya melakukan perjalanan bulan madu, dengan memanfaatkan isterinya sebagai contoh dalam kampanyenya untuk menggalakkan emansipasi terhadap wanita Turki. ”Itulah cara untuk memperlakukan seorang wanita,” katanya, dengan menunjuk Latife yang berdiri di sampingnya dengan mengenakan celana. Memamerkan isteri barunya dengan cara yang tidak lazim semacam itu menyulut kemarahan bagi kalangan Islam yang mereka sebut tradisionalis di antara lawan-lawan politiknya, khususnya ketika Latife tampil mengenakan gaun pendek yang mempertontonkan bagian-bagian tubuh secara terbuka pada berbagai acara pesta besar.


Tahun 1340 H/ 1923 M Mustafa Kemal menandatangani perjanjian dengan negara-negara Barat yang dikenal dengan nama Perjanjian Luzan (lausane). Perjanjian itu mewajibkan Turki menerima beberapa syarat yang dikenal dengan nama syarat Karzun (Curzon) yang empat. Karzun adalah ketua delegasi Inggris dalam pertemuan Luzan. Empat syarat itu:


Pemutusan Turki dari semua hal yang berhubungan dengan Islam.
Penghapusan Khilafah Islam untuk selama-lamanya.
Mengeluarkan Khalifah dan para pendukung Khilafah dan Islam dari negeri Turki serta mengambali harta khalifah.
Mengadopsi undang-undang sipil sebagai pengganti undang-undang Turki yang lama.
Mustafa Menjagal Khilafah


Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan Khilafah yang tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional untuk mengadakan pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal berusaha membungkam suara penentangnya dengan mengancam dengan hukuman mati bagi para pengkritik pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada Majelis Nasional proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai ”bisul sejak Abad Pertengahan” untuk selamanya dan mendirikan negara Turki sekuler. Keputusan pun diambil tanpa perdebatan. Keputusan mencakup pembuangan Khalifah pada hari berikutnya ke Swiss. Maka obor khilafah pun padam, di tangan Mustafa Kemal.


Berita Pembubaran Khilafah ini memunculkan kegundahan di seluruh dunia Islam. Karena bagaimana pun selama ini Istambul merupakan lambang kekuatan politik bagi dunia Islam. Penyair Syauqi yang sebelumnya memuji Mustafa Kemal, meratap sedih atas peristiwa yang terjadi. Di Indonesia,.kelompok modernis, seperti al-Irsyad, Muhammadiyah, Persis, Sarekat Islam dan Kelompok tradisi yang nantinya mendirikan Nahdhatul Ulama bersepakat untuk menegakkan kembali khilafah. Mereka membentuk Komite Khilafah tanggal 4 Oktober 1924 di Surabaya dengan ketua Wondosudirdjo dari Sarekat Islam dan wakil ketua K.H. Abdul Wahab Hasbullah tokoh pendiri Nahdhatul Ulama sebagai utusan dalam kongres Khilafah di Mesir.


>>Mustafa Mengubur Peradaban Islam


Sementara itu di Turki, setelah sukses menjagal Khilafah, mulailah Mustafa Kemal mengubur peradaban Islam dari bumi Turki.


Tahun 1925 M/ 1344 H masjid-masjid ditutup dan pemerintah memberangus semua gerakan keagamaan dengan segala kebengisannya..


Tahun itu juga, Latife yang minta diperlakukan dan dihormati sebagaimana mestinya seorang istri, dengan kasar diceraikan oleh Mustafa Kemal dan diusirnya.


Setelah bercerai, Mustafa menjadi lelaki tak tahu malu dan tak mengenal batas. Ia menjadi peminum berat dan tak bisa lepas dari miras. Sejumlah lelaki muda tampan, istri, dan putri pendukungnyapun menjadi objek pemuas syahwat dan korban agresi vital nafsunya, sampai ia menderita penyakit kelamin.


Sementara itu, gemuruh kaum oposisi Turki mulai menderu. Gemuruh itu akhirnya meledak pada 1926, ketika suku Kurdi gunung melancarkan pemberontakan bersenjata melawan rezim Kemalis. Mustafa Kemal tak buang waktu. Seluruh suku Kurdistan di Turki dibinasakan dengan bengis, desa dibakar, ternak dan hasil panen dihancurkan, perempuan dan anak-anak diperkosa dan dibantai. 46 kepala suku Kurdi digantung di depan umum. Dan terakhir, mengeksekusi Syekh Said, pemimpin suku Kurdi.


Tahun 1926/ 1345 M Syariah Islam diganti dengan hukum sipil yang diadopsi dari hukum Swiss.


Tahun itu juga Penanggalan Hijriyah diganti dengan penanggalan masehi sehingga angka tahun 1345 H dihapus di seluruh Turki dan diganti dengan 1926 M.


Tahun 1928 M/ 1347 H Teks undang-undang menghapus Turki sebagai pemerintahan Islam. Teks sumpah yang diucapkan para pejabat pemerintah saat dilantik yang sebelumnya bersumpah dengan nama Allah diganti dengan hanya mengucapkan ”Dengan kehormatan mereka, mereka akan menunaikan kewajiban.”


Tanggal 1 November 1928 dibuat UU tentang pengambilan dan penerapan alfabet (Latin) serta pelarangan tulisan Arab.


Tahun 1929 M/ 1348 H. Pemerintah mulai mewajibkan secara paksa untuk menggunakan huruf-huruf latin dalam penulisan bahasa Turki sebagai ganti huruf Arab yang dipakai sebelumnya. Pengajaran bahasa Arab dan Persia dihapuskan dari seluruh fakultas. Buku-buku yang terlanjur dicetak dalam huruf Arab diekspor ke Mesir, Persia dan India. Pemerintah Turki ingin memutus hubungan Turki dengan masa lalu keislaman mereka, juga memutus hubungan Turki dengan kaum muslimin di seluruh negeri Arab dan negeri Islam lainnya.


Tahun 1931-1932 M/ 1350-1351 H pemerintah membatasi jumlah masjid. Mustafa Kemal terus mencerca masjid-masjid. Dia menutup masjid utama di Istambul dan mengubah Masjid Aya Shofia menjadi museum, sedang Masjid al-Fatih dijadikan gudang!


1933 M/ 1352 H Fakultas Syariah di Universitas Istambul ditutup. Pemerintah juga menghapus pendidikan agama di sekolah-sekolah khusus.


Mustafa Kemal meniupkan ruh nasionalisme ke tengah-tengah bangsa Turki dengan selalu mendengung-dengungkan. ”Sesungguhnya Turki adalah pemilik peradaban yang paling tua di dunia. Sudah tiba saatnya kini untuk diambil kembali dan menggantikan peradaban Islam.”


Tahun itu juga Mustafa Kemal melalui Majelis Nasional (National Assembly) kemudian menyandangkan gelar Ataturk pada dirinya, yang berarti Bapak orang-orang Turki.


Mustafa Kemal Ataturk memerintahkan penerjemahan al-Qur`an ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-maknanya dan cita rasa bahasanya. Puncaknya, dia memerintahkan agar adzan dilakukan dengan menggunakan bahasa Turki!


Tanggal 3 Desember 1934 dibuat UU tentang larangan memakai busana tradisional yang Islami.


Pemerintah memerintahkan kaum wanita untuk menanggalkan jilbab dan membiarkan mereka berkeliaran dimana-mana tanpa mengenakan jilbab. Pemerintah juga menghapuskan kepemimpinan kaum lelaki atas wanita dengan semboyan demi kebebasan dan kesetaraan jender. Pemerintah mendorong diselenggarakannya pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan lelaki dan perempuan.


Tahun 1935 M Pemerintah Turki mengubah hari libur resmi Jumat menjadi hari Minggu yang dimulai Sabtu Zhuhur hingga Senin pagi.


>>Pengaruh Mustafa Kemal ke Dunia Islam


Langkah-langkah yang diambil Mustafa Kemal ini memiliki dampak yang luas di Mesir, Afghanistan, Iran, India dan Turkistan serta kawasan dunia Islam lainnya, termasuk Indonesia. Langkah-langkah ini memberi peluang bagi kalangan yang menyeru pada westernisasi dengan menjadikan Turki sebagai teladan utama saat menyatakan tentang kemajuan dan kebangkitan. Media-media yang orientasinya memusuhi Islam menyambut gembira apa yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Ataturk. Media-media itu menyebarkan apa yang dikatakan oleh Ataturk dengan ungkapannya, ”Turki baru, sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan agama.” Atau, saat lain ia memegang al-Qur`an di tangannya dan dengan congkaknya menyatakan, ”Sesungguhnya kemajuan bangsa-bangsa tidak mungkin dilakukan dengan menerapkan hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang telah berlalu beberapa abad lamanya.” Na’udzubillahi min dzalik!


Mustafa Kemal yang telah murtad ini selalu berkoar di mimbar-mimbar agar rakyat Turki meniru apa yang ada di Barat Salibis dan mengajak pada kebebasan yang berbau kekufuran bagi kalangan wanita Turki. Mustafa mengajak pada degradasi akhlak dengan anggapan bahwa minum minuman keras, judi dan perzinahan tak lain sebagai gambaran dari tingginya peradaban dan kemajuan.


Setelah menghukum mati teman-teman yang dulu seperjuangan dengannya, kini Mustafa Kemal jadi diktator absolut bagi Turki sekuler.


>>Kematian Mustafa Kemal


Tindakan yang dilakukan oleh Ataturk ini nyata sekali telah memisahkan budaya Turki daripada akar umbi agama Islam dan menghapuskan satu peruntukan yang termaktub dalam Perlembagaan Turki iaitu agama Islam sebagi agama rasmi negara Turki. Ataturk berusaha dan berkerja keras untuk menghapuskan para penentangnya. Belai membakar akhbar-akhbar, menangkap ketua-ketua pengarang akhbar dan juga mengawasi para ulama. Ataturk juga telah mengasaskan Parti rakyat Republikan pada tahun 1342H (1923M) dan menjadikan presidentnya sehinggalah belaiu meninggal dunia pada tahun 1357H (1938M).


Ataturk hidup tanpa isteri dan anak-anak. Isterinya bernama latifah hanim hanya mampu tinggal bersamanya selama setahun sahaja kerana tidak tahan denagn kefasikan Ataturk. Kediamannya dipenuhi dengan segala macam kemungkaran daripada arak sehinggalah wanita. Ketika Ataturk terlantar menunggu saat kematiannya, dia begitu takut jika tidak ada orang yang dapat mengantikannya dan mampu meneruskan apa yang telah dilakukannya sebelum ini. Lalu beliau memanggil Duta Britain di Turki,Bercy Lorren ke kediamnya di Istanbul meminta duta tersebut menggantikannya sebagai presiden. Ataturk mempunyai kuasa untuk memilih pengganti sebelum beliau mati, tetapi duta tersebut menolak permintaan Ataturk.


Mustafa Kamal dikebumikan dalam keranda timah setelah disembahyangkan di istana presiden yang dihadiri oleh beberapa orang pemimpin kanannya yang saling bercanggah pendapat sama ada patut atau tidak dia disembahyangkan. Jenazahnya kemudian di bawa ke Ankara dalam upacara rasmi. Jawatan presiden kemudianya disandang oleh rakan Ataturk, Esmat Enunu pada tahun 1357H (1937M).


Semasa Pemerintahannya!

1. Membolehkan perempuan memakai tudung dengan syarat pakai skirt.
2. Membolehkan lelaki memakai seluar panjang dengan syarat pakai tali leher dan topi(sesuai dengan kehendak barat).
3. Menyuruh wanita dan lelaki menari di khalayak ramai. Beliau sendiri pernah menari dengan seorang wanita di satu parti umum yang pertama di Ankara.
4. Beliau pernah menegaskan bahawa "negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian moden."
5. Menggalakkan minum arak secara terbuka.
6. Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki.
7. Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi.
8. Mengambil arkitek- arkitek dari luar negara untuk memodenkan Turki. Hakikatnya mereka diarah mengukir patung-patung dan tugu- tugunya di seluruh bandar Turki.
9. Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan.
10.Agama Islam juga di buang sebagai Agama Rasmi negara.
11.Menyerang Islam secara terbuka dan terang-terangan.
12.Menggubal undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang- undang barat.
13.Menukar Masjid Ayasophia kepada muzium, ada sesetengah masjid dijadikan gereja.
14.Menutup masjid serta melarang dari bersembahyang berjemaah.
15.Menghapuskan Kementerian Wakaf dan membiarkan anak-anak yatim dan fakir miskin.
16.Membatalkan undang-undang waris, faraid secara islam.
17.Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin.
18.Mengganggap dirinya tuhan sama seperti firaun. Berlaku peristiwa apabila salah seorang askarnya ditanya "siapa tuhan dan di mana tuhan tinggal?" oleh kerana takut, askar tersebut menjawab 'Kamal Atartuk adalah tuhan" beliau tersenyum dan bangga dengan jawapan yang diberikan oleh askar itu.
 
Akhir hayat Mustafa Kemal yang sengsara
Kematian Kamal Atartuk Yang Menyeksakan Di saat kematiannya, Allah telah datangkan beberapa penyakit kepada beliau sehingga dia rasa terseksa dan tak dapat menanggung seksaan dan azab yang Allah berikan di dunia.


Antaranya ialah :


1. Didatangkan penyakit kulit hingga ke kaki dimana dia merasa gatal-gatal seluruh badan.
2. Sakit jantung.
3. Penyakit darah tinggi.
4. Panas sepanjang masa, tidak pernah merasa sejuk sehingga terpaksa diarahkan kepada bomba untuk menyiram rumahnya 24 jam. Pembantu- pembantunya juga diarahkan untuk meletak ketulan-ketulan ais di dalam selimut untuk menyejukkan beliau.
Maha suci Allah, buat macam mana pun rasa panas tak hilang-hilang. Oleh kerana tidak tahan dengan kepanasan yang ditanggung, dia menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu. Oleh kerana tidak tahan mendengar jeritan, mereka-mereka yang bertanggung jawab telah menghantar beliau ke tengah lautan dan diletakkan dalam bot dengan harapan beliau akan merasa sejuk.


Allah itu Maha Besar, panasnya tak jugak hilang! Pada 26 september 1938, beliau pengsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas dan sedar selepas itu tetapi dia hilang ingatan.
Pada 9 November 1938, dia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. sewaktu beliau meninggal, tidak seorang pun yang memandi, mengkafan dan menyembahyangkan mayat dia. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengkafankan dan menyembahyangkannya. Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan.


Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya (tak dapat nak bayangkan bagaimana tanah tidak menerimanya). Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke dalam muzium yang diberi nama EtnaGrafi (kalau tak silap dengar) selama 15 tahun sehingga tahun 1953).


Selepas 15 tahun mayatnya hendak ditanam semula, tapi Allah Maha Agung, bumi sekali lagi tak menerimanya. Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke satu bukit ditanam dalam satu binaan marmar beratnya 44 tan. Mayatnya ditanam di celah-celah batu marmar. Apa yang menyedihkan, ulama-ulama sezaman dengan Kamal Atartuk telah mengatakan bahawa "jangan kata bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak menerima Kamal Atartuk!"[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
 

Minggu, 17 Juli 2016

Turki dan Amerika Serikat Tegang, Setelah Kudeta Gagal

ANKARA | Amerika Serikat dan Turki jual-beli kalimat kasar pada Sabtu, 16 Juli 2016, menyusul gagalnya kudeta militer yang berlangsung pada Jumat dinihari, 15 Juli 2016, waktu setempat. Selain itu, misi serangan udara Amerika terhadap basis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui pangkalan militer Turki dilarang.

Juru bicara Pentagon, Peter Cook, membenarkan bahwa pasukan tempurnya dilarang terbang dari pangkalan udara Incirlik, Turki selatan, dekat perbatasan Suriah. Cook juga mengamini kabar bahwa Turki menghentikan seluruh penerbangan militer melalui pangkalan tersebut.
"Termasuk menerbangkan jet tempur AS," ucapnya sebagaimana dilaporkan Fox News.
Pentagon mengatakan negaranya mencoba meminta izin kepada otoritas Turki agar jet perangnya bisa beroperasi melalui pangkalan militer di Incirlik, sebab misi operasi tersebut sangat bermakna.
Pendukung Presiden Tayyip Erdogan menghadang tank militer di  Istanbul, Turki, 16 Juli 2016.
Dari Ankara diperoleh informasi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Fethullah Gulen yang sekarang berada di Amerika berada di balik kudeta. Erdogan meminta Gulen segera diekstradisi dari Amerika, setidaknya bisa diadili di sana atau di Turki.
Gulen yang sekarang tinggal di Pennsylvania menolak tudingan terlibat dalam aksi makar militer Jumat lalu. Bahkan, menurut laporan Al Jazeera, dia mengutuk kudeta tersebut.[]
 
Sumber: Tempo
Baca: 

Inilah Catatan Panjang Sejarah Kudeta di Turki Sepanjang Masa

Kudeta bukan hal baru bagi Turki. Sebab, sejarah negara yang wilayahnya membentang di Eropa dan Asia itu memang sudah sering dilanda kudeta.
Hingga kini, tercatat sudah enam kali kudeta terjadi di Turki. Kudeta- pertama terjadi pada 1960, sedangkan yang terakhir adalah 2016.

Recep Tayyeb Erdogan, Presiden Turki
Berikut ini adalah catatan tentang kudeta yang pernah terjadi di Turki:
1960: Pada Mei 1960, militer Turki menahan seluruh anggota Partai Demokrat yang kala itu memerintah. Tidak sekadar menangkap, kala itu militer di negara yang didirikan Mustafa Kemal Attaturk itu juga mengadili anggota Partai Demokrat.
1961: Pada 1961 militer Turki pernah menggulingkan Perdana Menteri Adnan Menderes. Militer lantas menggantung Adnan bersama dengan menteri luar negeri dan menteri keuangannya.
1971: Hanya berselang sepuluh tahun setelah kudeta 1961, militer Turki kembali membubarkan pemerintahan. Pada 1971, angkatan bersenjata di negeri yang beribu kota di Ankara itu memaksa Suleyman Demirel mundur dari posisi perdana menteri.
1980: Para jenderal di Turki melakukan intervensi besar-besaran di kancah politik ketika terjadi bentrok antara kelompok mahasiswa Sayap Kanan dan Sayap Kiri yang menggiring negeri transkontinental itu ke jurang perang saudara. Kala itu pemimpin junta militer, Kenan Evren mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden, sekaligus menulis ulang konstitusi yang menjamin kekuasaan angkatan bersenjata.
1997: Pada awal 1997, militer Turki memaksa pemimpin koalisi kelompok Islam yang sedang berkuasa, Nekmettin Erbakan untuk mengundurkan diri dari tampuk kekuasaan. Kala itu Erbakan dituding memimpin Turki dengan aturan agama. Namun, militer tidak mengambil aluh kekuasaan, tapi mendorong para politisi sekuler untuk membentuk pemerintahan baru.
2016: Pada 15 Juli 2016, militer Turki kembali melakukan kudeta. Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kudeta itu gagal dan dirinya tetap menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata Turki.

Rabu, 18 Mei 2016

[VIDEO] Di Markas PBB Bunda Elliza Jelaskan Tentang TransKutaraja Hingga Peningkatan Ekonomi di Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal diundang PBB sebagai pembicara utama tentang pembangunan kota. Pertemuan Informal Hearings with Representatives of Local Authorities dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Habitat III itu berlangsung di Markas Besar PBB, New York, pada 16 Mei 2016.


 Illiza Banda ACeh
Pertemuan ini untuk memberikan pandangan pemerintah daerah mengenai pembangunan berkelanjutan di kawasan perkotaan. Pandangan-pandangan tersebut akan menjadi masukan untuk Konferensi Habitat III, yang akan diselenggarakan di Ekuador, 17-20 Oktober 2016.

Di markas PBB, Wali Kota yang kerap disapa Bunda Eli itu menjelaskan tentang pembangunan di Kota Banda Aceh, dari peningkatan ekonomi, pembangunan Banda Aceh setelah tsunami, kawasan mangrov, infrastruktur, kehadiran gedung evakuasi bencana, pendidikan kebencanaan, ruang hijau, hutan kota di Tibang dan TransKutaraja sebagai transportasi publik yang ramah lingkungan.

Berikut video saat Illiza Sa’aduddin Djamal bicara di Markas PBB yang ditayangkan oleh United Nation Web TV: Klik disini
(Video Illiza berbicara dapat dilihat pada durasi video ke  1:45:20)

 (Sumber: http://klikkabar.com/2016/05/19/video-di-markas-pbb-bunda-eli-jelaskan-tentang-transkutaraja-hingga-peningkatan-ekonomi-di-banda-aceh/)

Rabu, 11 Mei 2016

Partai Oposisi Belanda Sambut Hangat Surat dari Warga Aceh di Swedia


BANDA ACEH | Partai oposisi Belanda, Partai Demokrat (D66) dan juga partai koalisi pemerintah, Partai Buruh (PvdA) menyambut baik surat dari Asnawi Ali, warga Aceh yang saat ini berdomisli di Swedia.
Hanya partai partai penguasa milik Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte saat ini yang tidak merespon surat berisikan tuntutan pencabutan "Maklumat Perang Belanda terhadap Aceh" tersebut.

Partai Oposisi Belanda Sambut Hangat Surat dari Warga Aceh
Asnawi Ali saat mengunjungi Museum Bronbeek Kota Arnhem, Belanda, (27/3/2016). Museum ini adalah peninggalan perkakas perang Aceh yang dirampas oleh Belanda saat perang dengan Aceh.

Sebelumnya, Asnawi Ali menyurati seluruh partai politik di Belanda, termasuk ke Museum Militer Bronbeek, bertepatan dengan 143 tahun peringatan "Maklumat Perang Belanda terhadap Aceh" pada 26 Maret 2016.

Sekretaris Informasi Publik Partai Demokrat (D66) di Parlemen Belanda, Den Haag, Saskia Huijgen dalam suratnya mengatakan, surat tersebut sudah diterima dengan baik.

"Hal ini penting bagi kami untuk mengetahui mana ide-ide, masalah dan pertanyaan yang berkaitan dengan orang-orang di Belanda. Kami sangat senang dengan kepercayaan yang Anda tempatkan di D66 untuk mendekati kami tentang hal ini," tulisnya dalam Bahasa Belanda.
Saskia Huijgen menambahkan, D66 bersama-sama dengan Partai Sosialis (SP) sudah mengeluarkan seruan di parlemen untuk penyelidikan tindakan Belanda di Indonesia pada Desember 2015. 

"Sejauh ini, pemerintah tidak akan mendukung penyelidikan. Sebenarnya sebuah persidangan bisa memecah kebuntuan ini. Sehingga para ahli dapat memandang penyelidikan ini dengan objektif.

"Setiap beberapa bulan ada saja fakta-fakta baru di atas meja. Hal ini menjadi semakin jelas bahwa kekerasan itu terjadi karena faktor struktural dan bukan kebetulan, '' kata Juru Bicara D66 di parlemen, Sjoerd Sjoerdsma.
Partai opisisi ini juga menyebutkan bahwa mereka akan fokus melihat masalah ini dan akan di sini terus bekerja baik di dalam mapupun di luar parlemen.
 
Sementara Partai Buruh (PvdA), merespon surat tersebut dengan menyatakan bahwa mereka mengakui telah menerima surat tentang perang di Aceh pada 26 Maret 1873.

"Kami telah mencatat komentar Anda dalam surat itu. Surat Anda akan dibawa ke perhatian dari juru bicara kelompok kami. Mereka dapat menggunakan ini untuk informasi dalam debat dan diskusi. Oleh karena itu, kami menghargai Anda yang menyadarkan kami akan hal ini," tulis pernyataan yang berkop Partai Buruh (PvdA). 

Sebagai informasi, partai penguasa di Belanda saat ini adalah koalisi Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) yang menduduki kursi Perdana Menteri Mark Rutte dan sejawatnya dari Partai Buruh (PvdA).

Tak hanya itu, Asnawi Ali juga sempat menitipkan surat ke pihak Museum Militer Bronbeek ketika berkunjung pada 27 Maret 2016.
  
Surat tersebut langsung dibalas pimpinan Museum Militer Bronbeek, Kolonel Michiel C Dulfer, dengan menyebutkan bahwa karena mengingat kandungan isi surat, maka ia meneruskan surat tersebut kepada Badan Komunikasi Departemen Pertahanan Belanda.

Kepada Serambinews.com, Rabu (11/5/2016), Asnawi Ali juga menyebutkan alasannya mengirim surat ke sejumlah partai oposisi di Belanda.
Menurut dia, dalam pelatihan pendidikan UNPO dulu memang disarankan demikian. Untuk melobi sebuah kebijakan politik pemerintahan sebuah negara maka masuk lewat partai oposisi.
"Bila untuk melobi mendukung kebijakan politik sebuah negara maka masuk lewat partai penguasa. Nah, karena Aceh bertentangan dengan Belanda maka saya masuk lobi lewat partai oposisi," sebut Asnawi.  (*) 

Jumat, 06 Mei 2016

Raih Suara Terbanyak, Sadiq Khan Jadi Walikota London Muslim Pertama


London mencatat sejarah baru. Ibu kota Inggris dan Britania Raya itu akan memiliki walikota muslim pertama; Sadiq Khan.


Sadiq Khan unggul dalam pemilihan, Jumat (6/5/2016). Kandidat dari kubu Buruh ini mengalahkan rival dari kubu Konservatif, Zac Goldsmith.

Sadiq Khan
Sadiq Khan.
Pada perhitungan sementara dengan total suara masuk mencapai 80 persen, Khan meraup 44 persen suara mengalahkan Goldsmith yang baru mendapatkan 35 persen.

Kendati belum ada pengumuman resmi, Khan dipastikan memenangi pemilu tersebut dan akan menduduki jabatan Wali Kota baru London.




Melalui akun Twitter, Khan menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang telah memilih Partai Buruh.

Kemenangan Khan tergolong fenomenal. Di tengah kampanyae negatif yang menyebut Khan seorang ekstremis, anak seorang sopir yang hidup di perumahan khusus warga miskin itu berhasil mengalahkan rivalnya yang seorang anak miliarder. Khan pun menjadi walikota London pertama yang beragama Islam. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Kamis, 05 Mei 2016

111 Negara dukung kemerdekaan Papua, Dipastikan Dua Tahun Lagi Papua Merdeka

Situasi di Papua kembali mendapat sorotan internasional setelah Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni tewas ditembak, Kamis pekan lalu. Polisi mengklaim dia melawan saat akan ditangkap bersama pegiat KNPB lainnya. Polisi menggrebek markas KNPB yang dituding terlibat penembakan terhadap warga asing dan aparat keamanan. 


111 Negara dukung kemerdekaan Papua
Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat Jacob Rumbiak (peacebus.com)

Kondisi Papua tak pernah aman ini menjadi bahasan dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota Jenewa, Swiss, bulan lalu.

Semua perkembangan itu makin menguatkan tekad para tokoh prokemerdekaan buat membebaskan Papua dari Indonesia. Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat Jacob Rumbiak sesumbar mereka bisa merdeka dan berdaulat paling lambat dua tahun lagi. Bahkan, ia mengklaim sudah mendapat dukungan dari 111 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.

Republik Federal Papua Barat merupakan pemerintahan sementara gerakan separatis Papua yang dibentuk berdasarkan kongres ketiga di Jayapura, pertengahan Oktober tahun lalu. Republik Federal ini menggantikan Otoritas Nasional Papua Barat dideklarasikan delapan tahun lalu.

Rumbiak berharap Jakarta mau memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Republik Federal Papua Barat. "Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja," kata Rumbiak.

Berikut penjelasan Rumbiak mengenai persiapan kemerdekaan Papua saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Rabu (20/6):

Bagaimana komentar Anda soal penembakan di Papua?

Jangan alihkan isu Papua dengan penembakan misterius. Kalau Jakarta serius ingin berdialog, bebaskan seluruh tahanan politik dan tarik semua personel keamanan dari Papua.

Anda ingin dialog atau merdeka?

Jakarta sudah tahu keinginan kami buat merdeka. Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja. Lebih baik, Jakarta memberikan pengakuan saja, jadi kami bisa cepat mengurus negara kami sendiri.

Memangnya Papua sudah siap menjadi negara sendiri?

Kami punya kekayaan alam. Kalau Jakarta dan kami bisa bersahabat dan pisah baik-baik, kami nanti bisa bantu Indonesia.

Sudah bentuk pemerintahan?

Dalam Kongres ketiga di Lapangan Sakeus, Jayapura, 19 Oktober 2011, kita sudah mendeklarasikan Republik Federal Papua. Kongres selama tiga hari sejak 17 Oktober itu sudah membentuk Dewan Nasional Papua Barat yang sudah meilih Presiden Republik Federal Papua Barat Forkorus Yaboisenbut dan Perdana Menteri Edison Warumi. Deklarasi itu didukung tujuh wilayah adat di Papua.

Siapa saja sudah mendukung Papua buat merdeka?

Dari dokumen pemerintah Indonesia, ada 14 negara mendukung penuntasan kejahatan kemanusiaan di Papua. Dokumen di luar negeri yang kami ketahui, ada 97 negara mendesak pengiriman misi PBB di Papua. Sokongan itu juga termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang. Negara-negara Amerika Latin, seperti Cile dan Meksiko, juga sudah menyatakan dukungan. Total ada 111 negara. Negara-negara ini pula yang kami harap dalam Sidang Majelis Umum PBB September mendatang, mendorong pengakuan Republik Federal Papua Barat sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Memangnya, pihak Anda sudah mengirim surat permohonan?

Surat itu sudah kami kirim tahun lalu.

Apalagi persiapan untuk merdeka?

Akhir tahun ini, kami akan membuka mission desk di PBB buat memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Papua.

Minta pengakuan kemerdekaan dari Jakarta tidak mungkin, jadi kapan kira-kira diakui oleh PBB sebagai negara?

Paling lambat dua tahun lagi. Tapi sebenarnya bisa lebih cepat dari itu kalau Jakarta mau memberi pengakuan segera.

Jadi Anda bakal memanfaatkan momentum pemilu di Indonesia?

Kami berharap kandidat atau presiden baru Indonesia pada 2014 siap bekerja sama dengan negara baru bernama Republik Federal Papua Barat.

Kalau sudah merdeka, Anda bakal menuntut pejabat Indonesia ke mahkamah internasional?

Kami tidak akan menuntut para jenderal karena mereka cuma melaksanakan perintah. Yang akan kami tuntut pembuat keputusan politik, yakni pemerintah dan DPR. Tapi kalau mereka mengaku salah kami akan mengampuni. Kami orang-orang penuh cinta kasih, tidak suka membunuh. (Merdeka.com)

Mulai dari pemerintahan siapa?

Mohamad Yamin.




Biodata
Nama : Jacob Rumbiak
Tempat/Tanggal Lahir : Ayamaru (Sorong), 11 Maret 1955 (di paspor tertulis 1958)
Agama : Protestan (lebih senang disebut pengikut Yesus)
Alamat : Melbourne, Negara Bagian Victoria, Australia
Hobi: Menyanyi dan bermusik
Status : Menikah dengan perempuan keturunan Irlandia dan memiliki tiga putra
Pendidikan
Sarjana Matematika, lulusan dari IKIP Bandung
Pernah kuliah di jurusan Fisika ITB
Jabatan
Menteri Luar Negeri Otoritas Nasional Papua Barat (Agustus 2004 - Oktober 2011)
Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat (Oktober 2011 - sekarang)

Wartawan Perancis Menyusup ke Jaringan ISIS, Terkejut Tak Menemukan Islam

Apakah ISIS benar-benar hanya menggunakan agama Islam sebagai kedok untuk meneror orang?

Tentara ISIS
 Seorang jurnalis asal Perancis berusaha untuk menemukan jawaban tersebut dengan cara yang nekat. Dikutip dari situs The Independent, Selasa (3/5/2016), jurnalis itu menyusup dan berbaur bersama dengan para simpatisan ISISdalam jaringan teror bawah tanah di Paris.
Lalu, apa yang ditemukan? Mengejutkan, karena menurut dia, para simpatisan ISIS itu sama sekali tidak paham soal Islam. Menggunakan nama samaran Ramzi, jurnalis tersebut mengaku "tidak melihat Islam" selama enam bulan penyamarannya.
Dia hanya menemukan para pemuda yang "tersesat, frustrasi, memiliki kecenderungan bunuh diri dan sangat mudah dicuci otaknya."
Investigasi ini dilakukan antara musim panas 2015 hingga Januari 2016.
Dia mengaku sangat mudah menghubungi kelompok yang menyebut diri sebagai "Tentara Allah" di Facebook itu. Ramzi juga mengklaim merekam banyak peristiwa dalam kelompok itu menggunakan kamera tersembunyi, termasuk rapat perencanaan serangan di sebuah kelab malam.
Dikutip dari The Independent, rekaman tersebut bahkan ditayangkan di stasiun televisi Canal+ pada Senin lalu dengan judul "Tentara Allah."
Ramzi mengatakan, jaringan itu dipimpin oleh pemuda berusia 20 tahun bernama Ossama.
Dia sempat ditolak masuk angkatan bersenjata Perancis.
Yang mencengnagkan, alih-alih Islam taat, Ossama pernah menjadi pemuja setan atau Satanis, dan dia adalah seorang pecandu alkohol.
Ossama memulai jaringan ini setelah berkenalan dengan kelompok Islam radikal di internet.
Dia pernah dipenjara selama enam bulan setelah ketahuan mencoba bergabung dengan ISIS. Dia dibebaskan dan wajib lapor setiap hari ke pos polisi.
Dalam sebuah rekaman tersembunyi, Ossama terlihat tersenyum saat membayangkan dirinya ditembak mati oleh polisi, seraya mengatakan "Syuhada tidak merasakan sakit."
"Kita harus menyerang pangkalan militer. Ketika mereka makan, mereka berbaris, atau jurnalis. BFM iTele, mereka berperang melawan Islam," kata Ossama dalam rapat itu.
"Seperti yang mereka lakukan kepada Charlie [Hebdo]. Kau harus menyerang mereka di jantungnya. Serang mereka tiba-tiba. Mereka tidak terlindungi. Ribuan warga Perancis harus mati," lanjut dia.
Ramzi sendiri berusia 29 tahun, dan dia adalah seorang muslim.
"Saya tidak pernah melihat Islam dalam jaringan ini. Tidak ada niat mereka mengubah dunia. Hanya para pemuda yang tersesat, frustrasi, memiliki kecenderungan bunuh diri dan sangat mudah dimanipulasi."
"Mereka tidak beruntung lahir di masa keberadaan ISIS. Sangat menyedihkan. Mereka adalah para pemuda yang mencari sesuatu, dan malah ini yang mereka temukan," lanjut dia. (CNN)

Manfaatkan Hari Buruh, ASNLF Ikut Parade Bulan Bintang di Stockholm

STOCKHOLM | Rekaman lagu Aceh hikayat prang Sabi terdengar disalah satu barisan pawai disebuah jalan taman Stockholm. Uniknya, audien pendengarnya warga Swedia yang berdiri disamping kiri kanan jalan.
 
Di siang yang cerah itu, setiap tahun pada tanggal 1 Mei, sekitar 70 warga Aceh yang bermukim dari berbagai kota di Swedia turun ke pusat kota Stockholm untuk memanfaatkan hari buruh guna menyalurkan aspirasi mereka.


Pawai Bendera Bulan Bintang
”Lagu hikayat perang Sabil itu sebagai pemantik semangat warga Aceh yang ikut parade di jalan,” jelas Syahbuddin Abdurrauf yang pada hari itu menjadi koordinator demo May Day ASNLF di Stockholm.



Puluhan warga Aceh itu terdiri dari berbagai generasi diantaranya remaja hingga mereka generasi pertama Aceh yang hijrah ke Swedia ini. Sebagai bentuk solidaritas perjuangan dalam barisan itu pula ikut dikibarkan bendera organisasi Papua Merdeka (OPM) dan juga organisasi Republik Maluku Selatan (RMS). Bagi ASNLF, dalam perayaan hari buruh dan perayaan lainnya yang mengundang publik mereka menggunakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya dan dalam perayaan May Day ini adalah salah satunya.

Bila dilihat dalam memori Tgk Hasan Tiro, perintah untuk merayakan hari buruh sudah ditulis sejak beliau bergerilya dalam hutan dan ketika tinggal di Stockholm. Wali Negara Aceh itu tidak pernah absen kecuali sakit atau tidak berada ditempat.


Dalam barisan Aceh selain rekaman lantunan lagu hikayat prang Sabi, didengungkan pekikan yel-yel Aceh Merdeka berulang-ulang dalam bahasa Swedia. Kain spanduk utama yang terlihat dibarisan ASNLF terpampang tulisan ”Together For Justice and Independence of Acheh, Goodbye MoU Helsinki” yang dipadukan dengan “Acheh Has Every Right To Be Independent”serta "Indonesian Colonialism Must Unconditionally Leave Acheh". Sedangkan yang paling mencolok adalah berkibarnya puluhan bendera bulan bintang yang saat ini menjadi kontroversial di Aceh.

Ini menandakan pesan bahwa bendera tersebut adalah bendera negara Aceh Merdeka bukan malah turun menjadi bendera disalah satu provinsi di Indonesia.

Pawai barisan ASNLF yang dikawal oleh Polisi setempat dimulai dari taman Humlegården, kawasan kantor-kantor kedutaan asing di Stockholm dan berakhir di lapangan Norra Bantorget yang berjarak 2 kilometer.

Parade ASNLF bersama peserta lainnya mendapatkan izin pawai karena bergabung di belakang barisan partai sosial demokrat di Stockholm--partai terbesar di Swedia. Menurut pantauan dilapangan beberapa Polisi berpakaian sipil dan seragam terlihat juga dari atas bangunan dan disepanjang jalan yang dilalui oleh parade. (
Asnawi Ali )


 Video:
 

 
 Demonstrasi Atjèh Meurdéhka di Stockholm (1 Mei 2016)