Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

Memahami Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris merupakan modal utama didalam memahami dan menguasai semua pola atau bentuk kalimat-kalimat yang ada dalam ketatabahasaan (Grammar) Bahasa Inggris. Setiap bahasa memiliki pola-pola dasar utama sebelum menginjak ke materi lanjutan. Dengan menguasai pola kalimat dasar suatu bahasa asing diharapkan pula akan menguasai bentuk dan pola kalimat-kalimat yang lebih kompleks lagi. Pada saat kita berdialog dalam Bahasa Inggris, maka yang keluar dari lisan kita adalah rangkaian (baca: susunan) kata. Bila susunan kata itu dapat dipahami dengan jelas, maka dapat dikatakan bahwa itulah bentuk kalimat. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: 'apakah kalimat yang kita utarakan itu telah benar menurut kaidah kebahasaan (English Grammar) ? Artinya, sebuah struktur kata - kalimat - dapat dikatakan baik bilamana lawan dialog memahami pembicaraan kita. Namun, kalimat tersebut belum tentu benar - menurut ilmu ketatabahasaan. Menggunakan aturan, kaidah atau Grammar dalam berbicara atau menulis itu penting agar makna (meaning) yang kita kehendaki dapat tersampaikan secara penuh pada siapa lawan bicara kita.

#Definisi Kalimat Bahasa Inggris

Google mendefinisikan kalimat sebagai berikut:
"a set of words that is complete in itself, typically containing a subject and predicate, conveying a statement, question, exclamation, or command, and consisting of a main clause and sometimes one or more subordinate clauses."
Terjemahannya: Kalimat (English Sentence) adalah: rangkaian kata-kata yang memiliki makna utuh, terdiri dari sebuah subject dan predicate, berguna untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, seruan, perintah dan terdiri atas sebuah klausa utama dan terkadang satu atau lebih sub-klausa.

Sedangkan Oxford Dictionary memberi pengertian singkat namun jelas mengenai kalimat, yaitu: "A sentence is a group of words that makes complete sense, contains a main verb, and begins with a capital letter".
Terjemahannya: Kalimat adalah sebuah kelompok kata yang memiliki arti, terdiri atas sebuah kata kerja utama dan dimulai oleh huruf kapital". Dalam hal ini, Oxford Dictionary lebih menekankan pada fungsi dan kedudukan kata sebagai pembentuk kalimat dan inilah yang paling bisa dipahami - walaupun Google memberikan penekanan ini secara tidak langsung dengan mengatakan "complete in itself ---- containing s subject and predicate.

Berdasarkan, definisi diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kalimat dalam Grammar bahasa Inggris itu adalah: "Gabungan kata-kata yang memiliki arti utuh dan unsur pembangunnya, sekurang-kurangnya, terdiri atas 1 buah subject dan 1 buah verb".

"Kalimat adalah gabungan kata-kata yang memiliki arti utuh dan unsur pembangunnya, sekurang-kurangnya, terdiri atas 1 buah subject dan 1 buah verb".

#Unsur Utama Pembangun Kalimat

Jadi, syarat terbentuknya sebuah kalimat yakni:
  1. Bergabungnya 2 kata atau lebih
  2. Memiliki arti utuh *) dan dapat dipahami
  3. Harus ada kata-kata yang berkedudukan sebagai subject dan verb.
Catatan: Untuk memahami bahasan ini, 
silahkan lihat dan baca ulasan mengenai 
pada bahasan lalu.

      Penjelasan

      Bila ada kelompok kata atau bergabungnya 2 buah kata atau lebih belum tentu disebut dengan kalimat oleh karena bisa jadi itu phrases atau prase (lihat bahasan mengenai materi bahasa inggris phrases sebelumnya). Bila telah ada kelompok kata, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: "Apakah kelompok kata itu - diantara 2 atau beberapa kata-kata yang ada - berkedudukan sebagai subject dan verb?"

      Contoh:
      The beautiful girl

      [The beautiful girl] bukanlah kalimat. Itu adalah bentuk phrases (prase) oleh karena [the], [beautiful] atau [girl] tidak berkedudukan sebagai subject dan verb. Kelompok kata [The beautiful girl] tersebut akan berbeda saat diubah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk seperti berikut ini:

      The girl is beautiful.

      Pada kelompok kata [The girl is beautiful] dapat disebut dengan kalimat, oleh karena terdiri dari 1 buah subject [the girl] dan verb [is] sedangkan [beautiful] adalah complement (pelengkap). Sebagai catatan: kedudukan pelengkap (complement) dalam kalimat tersebut berguna untuk menerangkan atau memberi informasi mengenai subject [The girl]. Perhatikan perumpaman berikut ini:

      [The beautiful girl], bila diterjemahkan akan memiliki makna: "Gadis yang cantik". Sedangkan pada [The girl is beautiful] diterjemahkan sebagai: "Gadis itu cantik".
      Cobalah cermati dan pahami sekali lagi ilustrasi sederhana berikut ini:

      Gadis yang cantik VS Gadis itu cantik.

      Adalah tidak mungkin bila kita berkomentar pada seseorang dan mengatakan "gadis yang cantik" tanpa ada kata-kata lain yang mengikutinya atau kata-kata sebelum kata-kata "gadis yang cantik" itu. Ungkapan kita menjadi mengambang dan tidak jelas. Apa maksudnya berkomentar seperti itu? Disini letak masalahnya. Artinya, [The beautiful girl] memiliki makna yang tidak jelas dan mengambang dan membutuhkan kata-kata lain agar artinya menjadi penuh, lengkap dan utuh. Paham? :p

      Berbeda dengan [The girl is beautiful]. Kata-kata ini, bila diungkapkan pada seseorang atau berkomentar atas seorang gadis maka maknanya menjadi jelas, lengkap dan utuh. Disinilah letak perbedaan dan sekaligus menjadi Syarat utama pembentukkan sebuah kalimat, yaitu: harus memiliki makna yang utuh. Kalimat bermakna utuh disini bersifat tidak mengambang, sudah jelas, dapat dipahami walaupun tanpa harus menambahkan kata-kata sebelum atau sesudahnya.
      Jadi, sebuah kalimat tidak akan dikatakan sebagai sebuah kalimat apabila tidak terdiri dari 1 buah subject dan 1 buah verb serta tidak memiliki makna yang utuh.


      Syarat terbentuknya sebuah kalimat bahasa inggris dasar


      Suatu kelompok kata semacam [The beautiful girl] yang sebenarnya adalah bentuk phrase ini justru menjadi unsur pembangun kalimat,. baik sebagai subject maupun sebagai object. (lihat bahasan phrases di paragraph terakhir).

      Contoh:
      The beautiful girl is crying. (Gadis yang cantik itu sedang menangis).

      Dalam kalimat tersebut dapat kita lihat dengan jelas, dimana [The beautiful girl] berkedudukan sebagai subject dan [is crying] sebagai verb.

      #Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

      Sebelum mempelajari kalimat-kalimat dasar bahasa Inggris, marilah kita simak contoh kalimat-kalimat berikut ini:
      • He is a student.
      • She was ill.
      • The teachers are at school.
      • A cat jumps.
      • Jean Gkol swims.
      • The man sleeps.
      Sebenarnya kalimat-kalimat diatas ada kelanjutanya seperti; A cat jumps into the river. (Seekor kucing melompat ke sungai), dst. Akan tetapi, untuk memudahkan pemahaman mengenai Kalimat Dasar Bahasa Inggris, maka saya (rasyid habibie) hanya memberikan contoh sederhananya saja.

      Penjelasan

      Pada contoh kalimat urutan 1 s/d 3 dari atas, adalah bentuk Kalimat Nominal (Nominal Sentence), sedangkan contoh-contoh kalimat-kalimat urutan 4 hingga 6 adalah Kalimat Verbal (Verbal Sentence). Kedua jenis kalimat ini adalah Pola Kalimat Dasar dalam Bahasa Inggris. Dengan kata lain, semua pola kalimat bahasa inggris menginduk dan menderivasi (/derived=diambil/) dari kedua bentuk kalimat dasar tersebut.

      Lalu, apa itu Kalimat Nominal (Nominal Sentence) ? dan apa juga Kalimat Verbal (Verbal Sentence)?
      Silahkan ikuti pembahasan mengenai kalimat nominal dan kalimat verbal ini dihalaman selanjutnya.

      Pola Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

      Kalimat Nominal (Nominal Sentence) & Kalimat Verbal (Verbal Sentence) adalah pola kalimat dasar dalam pembahasan Grammar Bahasa Inggris. Pelg-grammar berusaha menyajikan pembahasan kedua jenis kalimat tersebut secara jelas dan tuntas.

      Seperti pada bahasan yang lalu mengenai pola kalimat dasar bahasa inggris, bahwa syarat terbentuknya kalimat, salah satunya, adalah unsur pembangun kalimat dasar bahasa inggris *) itu harus berupa subject dan verb. Sebagai catatan *) Unsur pembangun kalimat itu sebenarnya berwujud kelompok kata hingga ke tanda titik - tersusun sedemikian rupa (mengikuti aturan ketatabasaaan (Grammar) Bahasa Inggris) - dan ada 2 atau lebih diantara kelompok kata itu berkedudukan sebagai subject dan verb.

      Catatan: untuk memahami bahasan mengenai
      kalimat verbal dan nominal, silahkan baca dan pahami bahasan sebelumnya mengenai:

      Contoh:
      I am happy.
      • Pada kalimat tersebut, [I] sebagai subject, [am] sebagai structural verb dan [happy] sebagai complement (Pelengkap). Akan tetapi, untuk sementara ini fokus perhatian kita hanya pada subject dan verb.
      Contoh lain:
      He makes a kite.
      • Pada kalimat [He makes a kite], kita menemukan [He] sebagai subject, [makes] sebagai lexical verb dan [a kite] berkedudukan sebagai object.

      Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?

      Bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?


      #Mengenal Unsur Pembangun Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

       

      ##Cara Mengenali Subject dari sebuah kalimat

      Subject adalah pelaku (dalam bahasa inggris disebut sebagai: "The doer"). Dalam hal ini, subject merupakan pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement).

      Contoh kata kerja dalam bentuk tindakan (action):
      The boy plays kite everyday (Anak itu bermain layang-layang setiap hari).
      The manager decides something (Manajer itu memutuskan sesuatu).
      [plays] dan [decides] adalah kata kerja lexical.

      Contoh kata kerja dalam bentuk keadaan (state):
      The boy is smart (Anak itu pintar)
      Kata kerja [is] sebagai structural verb
      (Makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [The boy is smart]. Jadi tidak bisa hanya [is] saja.

      Contoh kata kerja dalam bentuk kegiatan (activity):
      My mother goes shopping everyday. (Ibuku pergi berbelanja setiap hari)
      [goes] adalah kata kerja lexical.

      Contoh kata kerja dalam bentuk pernyataan (statement):
      He is buzy. (Dia sibuk)
      [is] adalah kata kerja structural, dan makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [He is busy].

      Dengan melihat contoh-contoh diatas, nyatalah bahwa, kalimat pada dasarnya telah terbentuk dengan adanya subject dan kata kerja/verb (baik berbentuk lexical maupun structural verb).


      Jenis-jenis dan Bentuk-bentuk Subject

      Berikut ini adalah bentuk-bentuk subject atau kata-kata yang dapat berkedudukan sebagai subject selain dari bentuk phrases yang pernah kita bahas dibahasan yang lalu.
      1. Pronoun sebagai Subject
        Pronoun yang berkedudukan sebagai subject, yaitu: I, you, we, they, he, she dan it.
        Contoh:
        I speak
        You speak
        They speak
        She speaks
        He speaks
        It speaks.
        Termasuk anggota pronoun lainnya seperti; possessive adjective pronoun, possession dan sebagainya yang tidak dapat kita bahas rinci disini.
      2. Noun sebagai Subject
        Kata benda (Noun) yang dimaksud misalnya: Andi, policeman, flower, a cat, the leaves, chair, dsb
        Contoh:
        Andi walks
        The policeman runs after the thief.
        The flower blooms.
        A cat eats meat.
        The leaves turn brown.
        The chair broke.
      3. Noun Phrase sebagai Subject
        Contoh:
        A diligent student sweeps the floor.
        English teacher gives a test to the students.
      4. Sub-clause sebagai Subject
        Contoh:
        The man who walked beside you called me last night.


      ##Cara Mengenali Verb dari sebuah kalimat

      Bila subject pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement), maka verb adalah tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement) itu sendiri - yang ditimbulkan oleh subject.
      Jadi, subject adalah the doer of action dan verb adalah the action done by the doer.


      #Penanda (Determiner) Kalimat Dasar: Verbal atau Nominal

      Kalimat Verbal atau Nominal bisa diketahui dengan melihat Penanda (determiner) -nya. Determiner ini berupa: Predicate.

      Secara definitif google mengartikan predicate sebagai: "the part of a sentence or clause containing a verb and stating something about the subject". Bila diterjemahkan maka predicate = bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja dan menyatakan sesuatu tentang subject.

      "Predicate adalah bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu tentang subject".


        Berdasarkan definisi diatas, kita menemukan penjelasan singkat bahwa, predicate itu:
        1. Bagian dari sebuah kalimat atau klausa
        2. Berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu (state & statement)mengenai subject
        Contoh:
        • I know that (Saya mengetahui hal itu).
          [know] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
        • The teacher gives a test to the students. (Guru itu memberikan tes pada siswa-siswanya)
          [gives] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
        • Mr.Irsyad is at home now (Bapak Irsyad berada dirumah sekarang)
          [at home] --> predicate dalam bentuk kata keterangan tempat (Adverb of Place).
        • The baby is sleeping soundly (Bayi itu sedang tidur dengan nyenyak).
          [sleeping] --> predicate dala bentuk kata kerja (verb)
        • I am a student (Saya seorang siswa).
          [a student] --> predicate dalam bentuk kata benda (Noun)
        • Linda is lazy (Linda malas).
          [lazy] --> predicate dalam bentuk kata sifat (Adjectives)
        • She is mine (Dia adalah milikku)
          [mine] --> predicate dalam bentuk kata ganti kepunyaan (Pronoun)

        Berdasarkan contoh diatas nyatalah sudah bahwa bila verb berupa lexical verb, maka verb itulah predicate. Dan, bila verb berupa structural verb (be) maka Complement yang ada dibelakang structural verb berkedudukan sebagai predicate bukan kata kerja. Bila anda sudah memahami apa itu predicate dan bagaimana bentuk-bentuknya, selanjutnya, kita akan membahas bentuk atau pola kalimat verbal dan nominal seperti berikut ini.


        #Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

        Kalimat nominal (nominal sentence) dan kalimat verbal (verbal sentence) merupakan pola kalimat dasar dalam tatanan ketatabahasaan (grammar) Bahasa Inggris. Pemahaman atas kedua jenis pola kalimat dasar bahasa inggris ini akan membawa anda untuk dapat memahami pola kalimat lainnya dalam English Grammar lebih mudah. Disini saya ingin menekankan bahwasanya setiap pola kalimat bahasa inggris mesti mengandung kedua jenis pola kalimat ini. Itulah sebabnya kalimat ini disebut sebagai pola kalimat dasar dan paling mendasar!

        "Bahwa setiap pola kalimat-kalimat yang ada dalam Grammar Bahasa Inggris mesti mengandung bentuk Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal"

        (rasyid habibie. August 2015)

         Berikut ini adalah ilustrasi perbedaan kalimat nominal dan kalimat verbal dalam bahasa inggris;

        Verbal Sentence and Nominal Sentence 

        Untuk mengetahui apakah sebuah kalimat itu berpola kalimat verbal atau nominal, maka lihatlah predicate-nya. Bila predicate-nya berbentuk kata kerja (verb) maka pola kalimat itu mesti berpola kalimat Verbal. Dan, bila predicate-nya berbentuk SELAIN kata kerja atau BUKAN kata kerja, maka pola kalimatnya adalah Nominal. Bila predicate-nya bukan kata kerja, maka predicate itu pastilah berupa:

        Kesimpulan atas perbedaan Kalimat Nominal & Kalimat Verbal sebagai berikut:

          Bentuk Predikat dalam kalimat nominal dan kalimat verbal


          Kalimat Perintah: (Command Expression)

          Kalimat Perintah (Command Expression) adalah suatu bentuk kalimat yang digunakan untuk menyuruh, meminta seseorang melakukan sesuatu. Kalimat perintah (Command) selalu menggunakan subject [You] (kamu, anda, saudara, kau, kalian) didepan kalimat.

          Contoh:
          (You) sit down!
          (You) do the exercises!
          (You) look up your book page six!

          Seringkali Subject [you] sering tidak dimunculkan atau tidak-dipakai karena sifatnya yang sudah dimengerti (understood). Dengan kata lain, bila ditanyakan "apa subject yang digunakan dalam kalimat perintah?" jawabnya mesti: "you". Akan tetapi, bila subject [you] - yang sebelumnya seringkali tidak dipakai - lalu dipakai dalam kalimat perintah, maka perintah tersebut bermaksud untuk menegaskan bentuk perintah itu pada subject [you].

          Contoh:
          You go home now!

          Bentuk/ Pola Kalimat Perintah (Command Pattern)


          Kalimat perintah bahasa inggris ada 2 jenis, yakni;
          1. Verbal Command Expression
          2. Nominal Command Expression
          (lihat penjelasan sebelumnya mengenai Nominal & Verbal Sentence)

          #Verbal Command Expression

          Verbal Command Expression atau disebut juga dengan Ungkapan kalimat perintah dalam bentuk Verbal adalah suatu pola kalimat perintah yang menggunakan Kata Kerja Lexical diawal kalimatnya atau dibelakang subject [you] bila [you] dipakai.

          Verb + Object/Complement

          Contoh:
          Learn carefully!
          Pick up the pen!
          Open the door!

          Kata kerja yang digunakan pada pola Verbal Command adalah kata kerja bentuk pertama tanpa  mendapatkan imbuhan (affixes) apapun seperti; [s], [es], [ed], [d] atau [ing]. Kata kerja tersebut dapat berupa Transitive Verb / Intransitive Verb.

          #Nominal Command Expression

          Nominal Command Expression atau disebut juga dengan Ungkapan kalimat perintah dalam bentuk Nominal adalah suatu pola kalimat perintah yang menggunakan Kata Kerja Structural berupa: "BE" dan diletakkan diawal kalimatnya atau dibelakang subject [you] bila [you] dipakai.


          Be + Noun/Pronoun/Noun Phrases/Adjective/Adverb

          Contoh:
          Be carefully!
          Be mine!
          Be there on time!
          Be a good boy!
          Be more beautiful!


          #Polite Command Expression

          Polite Command Expression adalah ungkapan kalimat perintah yang lebih sopan. Polite diterjemahkan sebagai "sopan". Dengan menggunakan ungkapan yang sopan dalam kalimat perintah, bentuk perintah menjadi lebih halus dan dapat dimaklumi.
          Untuk membentuk kalimat perintah sopan ini, gunakanlah kata [Please] diawal kalimat atau diakhir kalimat (baik di kalimat perintah bentuk Verbal maupun di kalimat perintah bentuk Nominal), seperti contoh berikut ini:

          Be on time, please!
          Please be on time!

          Do your assignment, please!
          Please do your assignment!

          Perhatikan!
          Bila [please] diletakkan diakhir kalimat, letakkan tanda KOMA didepan kata [please] tersebut. Dan, gunakan [please] diawal kalimat perintah tanpa tanda KOMA.


          Kalimat Larangan: English Prohibition Expression

          Kalimat Larangan: English Prohibition Expression
          Kalimat Larangan dalam Bahasa Inggris atau Prohibition digunakan pada waktu kita hendak melarang seseorang melakukan sesuatu. Prohibition adalah kebalikan dari Command Expression yang telah kita bahas sebelumnya. Kalimat larangan/ Prohibition meliputi 2 bentuk seperti halnya Command Expression, yakni:

          1. Verbal Prohibition Expression
          2. Nominal Prohibition Expression
          Disamping itu, terdapat bentuk lain dari kalimat larangan yang akan kita bahas tuntas di halaman ini.

          #Verbal Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Verbal)


          Kalimat larangan Verbal dibentuk dengan menggunakan kata kerja lexical (lexical verb) dibelakang ungkapan [don't] atau [do not]. Sedangkan  [don't] atau [do not] itu sendiri merupakan ungkapan yang digunakan dalam pola kalimat larangan baik verbal maupun nominal dan bila diterjemahkan dapat berarti: "Jangan".

          Selain itu, kata kerja lexical yang digunakan bisa berbentuk Kata Kerja Transitive dan Kata Kerja Intransitive (Transitive & Intransitive Verb).

          Perhatikan contoh berikut ini:

          Don't go!
          Don't stay away tonight!
          Do not blame me!
          Do not shut the door!
          Don't do it!

          Bila memperhatikan pola kalimat tersebut, maka rumusnya dapat ditulis sbb:

          Don't + Lexical Verb + Object/Complement

          #Nominal Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Nominal)


          Pada kalimat larangan berbentuk nominal, kita akan menggunakan structural Verb atau BE seperti dalam Command Expression.

          Contoh:

          Don't be careless!
          Do not be here!
          Do not be jealous!
          Don't be late!

          Sedangkan pola kalimat larangan bentuk nominal tersebut dapat digambarkan dalam bentuk rumus sebagai berikut:

          Don't BE + Noun/Pronoun/Noun Phrase/Adjective/Adverb

          #Bentuk Lain Kalimat Larangan.

          Kita dapat menggunakan bentuk lain untuk mengungkapkan kalimat larangan pada seseorang.
          1. Gunakan kata kerja "STOP"
            Contoh:
            Stop smoking!
            Stop walking!
            Stop drinking!
            Rumus:
            Stop + Kata Benda ING *)
            .
          2. Gunakan kata NO  yang kemudian tambahkan kata benda berbentuk ING *),
            Contoh:
            No Smoking!
            No Climbing!
            Rumus:
            No + Kata Benda ING *)
            .
          3. Gunakan kata bantu negative MUSTN'T.
            Contoh:
            You mustn't help him!
            You mustn't go away from me!
            You mustn't be here.
            Rumus:
            1. Subject (YOU) + Mustn't + Lexical Verb + Object/Complement
            2. Subject (YOU) + Mustn't + Structural Verb BE + Noun/Noun Phrase/Adjective/Adverb/Pronoun.
          4. Gunakan kata NEVER sebagai pengganti kata [don't] atau [do not].
            Contoh:
            Never come here again!
            Never be mine!

          Catatan: Kata benda ING pada nomor 1 dan 2 sebenarnya adalah Gerund (sebuah bentuk kata kerja yang berfungsi dan berubah fungsi sebagai kata benda murni). Kita akan membahas mengenai Gerund ini di bahasan yang akan datang.

          #Polite Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Sopan).

          Seperti pada Command Expression, Kalimat Prohibition juga memiliki bentuk Polite (Sopan).
          Gunakan [Please] diawal atau diakhir kalimat larangannya.

          Kalimat Larangan, + Please!

          atau,

          Please + Kalimat Larangan!

          Contoh:

          Don't be lazy, please!
          Please don't be lazy!

          Don't touch me, please!
          Please don't touch me!


          English Polite Request (Permintaan Sopan)

          English Polite Request (Permintaan Sopan)
          Polite Request merupakan cara meminta (request) seseorang untuk melakukan sesuatu dengan sopan (polite). Pada dasarnya, permintaan sopan dapat menggunakan Polite Command Expression (Kalimat Perintah Sopan), yakni dengan menggunakan kata [please], baik diawal atau diakhir kalimat perintah tersebut.

          Contoh:

          Please help me! (Tolong bantu saya)
          Help me, please (Tolong bantu saya).

          Akan tetapi, Polite Request memiliki ungkapan tersendiri yang sedikit berbeda dengan polite command expression tersebut.

          Bentuk Pola Kalimat/Ungkapan Polite Request Bahasa Inggris

          Adapun yang termasuk dalam ungkapan polite request tersebut adalah:
          • Will you (please) ...... ?
          • Would you (please) .......?
          • Would you mind ..........?
          • Do you mind if ......... ?
          • Could you please ...... ?
          Contoh:
          Will you help me, please?
          Will you please help me?

          Dalam pemakaian sehari-hari, polite request juga sering menggunakan kata [please], yaitu; diakhir kalimat atau dibelakang subject [You] seperti pada contoh diatas.

          Rumus/Pola kalimat Polite Request:


          • Would you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          • Will you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          • Would you mind + Present Participle (Ing-form Verb) + Object/Complement?
          • Do you mind if + I/we + Lexical Verb (Verb-1)  + Object/Complement?
          • Could you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          Catatan: Kata [please] pada pola kalimat polite request ini dapat dihilangkan atau tidak digunakan. Akan tetapi, rasa kesopanan pada ungkapan polite request tersebut tidak akan ikut hilang.

          Would you help me? (Maukah kau membantuku?)

          Seperti yang pernah kita bahas di pelajaran bahasa inggris sebelumnya bahwa, kata [would], [will], [may], [could] termasuk modal auxiliary (Kata bantu modal) dan merupakan bentuk kata structural (structural word) sehingga tidak memiliki arti yang jelas atau benar menurut umum. Akan tetapi, untuk membantu pemahaman kita didalam memahami ungkapan polite request ini, masing-masing bentuk ungkapan polite request tersebut dapat kita tafsirkan (interpretation) sbb:

          • would you / will you -> ditafsirkan: Maukah kamu ..... ?
          • could you -> ditafsirkan: bisakah kamu ....?
          • would you mind -> ditafsirkan: berkeberatankah kamu ....? / sudikah kamu ......?
          • do you mind if I/we -> ditafsirkan: apakah anda keberatan bila saya/kami ...? / berkeberatankah kamu bila saya/kami ...? / sudikah kamu bila saya/kami ...?

          Contoh:
          would you show me the way to nearer museum ?
          will you help me lift the table?
          could you cook the rice for me?
          would you mind opening the garage for me?
          do you mind if I close the window?

          Ungkapan polite request memiliki fungsi sebagai ungkapan kalimat berpola verbal dan nominal. Contoh-contoh yang kami berikan diatas adalah berbentuk kalimat verbal, sedangkan bentuk nominal-nya dari polite request yakni dengan penambahan kata kerja BE setelah subjectnya.

          Contoh:
          would you be here on time?
          will you be more careful next time?
          could you be more attractive for your audience?
          would you mind being calm every time we get to the town?
          --> khusus untuk do you mind if I/we sebaiknya tidak menggunakan BE didalamnya dikarenakan penggunaan be pada ungkapan tersebut akan memberikan permintaan yang tidak jelas.

          Bentuk Jawaban dari Ungkapan/Kalimat Polite Request

          Untuk menjawab ungkapan dari polite request tersebut, secara kontekstual, anda dapat mengatakan:

          Jika menerima permintaan (Accepting request) tersebut:
          Yes, I'd love to. (wah, mau bangeeettt)
          With pleasure. (dengan senang hati)
          Sure, why not. (tentu dong kenapa gak?)
          Yes, sure! (ya, tentu)
          Absolutely yes! (pasti dong)
          It's/That's okay! (baik, gak apa-apa)
          Why not? (kenapa gak?)
          Okay (baiklah)
          yes (ya)


          Jika menolak permintaan (Rejecting request) tersebut:
          Yes, I'd love to, but ........... (Sebenarnya sih mau banget, tapi ....)
          I'm afraid I can't. (kayaknya gak bisa deh, maaf ya)
          I'm sorry, I can't (maaf ya, saya gak bisa).
          No, please excuse me (maaf banget saya benar-benar gak bisa)
          Sorry, no (maaf, gak bisa)
          I'm awfully sorry, I can't (wah maaf banget ya.. gak bisa)


            Posisi Kata Sifat Adjective

            Posisi Kata Sifat Adjective
            Kata Sifat (Adjective) merupakan salah satu anggota Part Of Speech dalam Bahasa Inggris dan sering sekali digunakan dalam kalimat-kalimat bahasa inggris. Secara definitif, Adjective adalah sifat yang dimiliki oleh setiap kata benda. Misalnya, kucing memiliki sifat: lembut (soft), baik (kind), kejam (cruel), dsb. Begitu juga sifat-sifat yang dikandung oleh manusia, makhluk lain, benda mati, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
            Intinya adalah:

            Kata Sifat/Adjective adalah sifatnya dari Kata Benda/Noun.

            Yang menjadi pertanyaan adalah: Dimana posisi/kedudukan adjective itu dalam sebuah pola Kalimat bahasa inggris?. Disini kita akan mengenal lebih jauh mengenai kata sifat dalam hal posisinya dalam sebuah kalimat.

            Fungsi Adjectives (Kata Sifat)

            Untuk memahaminya perhatikan contoh penggunaan Adjective dibawah ini:

            Mulia is a pretty girl.
            She is pretty.
            How pretty she is.
            He makes me pretty.

            Pretty salah satu bentuk kata sifat yang artinya: Cantik. Kata "Cantik" adalah sifat manusia, yang juga dapat digunakan untuk menyatakan makhluk lain, benda, menyatakan tingkat  atau sesuatu hal sbb:

            It is my pretty doll. (Ini adalah bonekaku yang cantik)
            I'm pretty well, thank you. (Saya sangat sangat sehat, terimakasih), dsb.

            Melihat contoh-cntoh diatas, kita melihat bahwa kata sifat "pretty" digandengkan dengan kata benda (Noun) berupa; [Girl] dan [Doll]. Bila kata sifat [pretty] kita hilangkan, hanya akan ada:

            Mulia is a girl.
            It is my doll.

            Kedua kalimat diatas tidak memiliki informasi lebih mengenai [mulia] dan [doll]. Bila adjective [pretty] diletakkan dalam kalimat tersebut, maka adjective [pretty] akan memberikan informasi lebih mengenai kata benda (noun) yang mengikutinya. Dengan kata lain, Adjective berguna untuk memberikan informasi lebih, informasi tambahan atas kata benda yang mengikutinya, atau - Adjective berguna untuk menerangkan Noun yang mengikutinya.

            "Adjective is a modifier of a Noun".

            Posisi & Kedudukan Kata Sifat

            1. Adjective diletakkan sebagai Complement (pelengkap).
            2. Adjective diletakkan didepan kata benda (Noun).

            Ad.1 Adjective diletakkan sebagai Complement atau Pelengkap

            Dalam sebuah pola kalimat bahasa inggris, Adjective memiliki kedudukan sebagai pelengkap atau Complement.
            Contoh:
            Pada contoh kalimat pertama. Adjective diletakkan setelah kata kerja structural. Ingat! Kata kerja structural adalah kata kerja dalam bentuk BE - termasuk Linking Verb. Posisi adjective dalam pola kalimat seperti ini berkedudukan sebagai complement atau pelengkap - bukan object! Tidak pernah ada Adjective berkedudukan sebagai Object dalam semua struktur kalimat bahasa inggris!

            Untuk memahaminya, perhatikan dan pahami pola complement berikut ini:

            Structural Verb + Adjective

            Lexical Verb + Adjective


            Ad.2 Adjective diletakkan didepan kata benda (Noun)

            Kata sifat (Adjective) juga diletakkan didepan kata benda secara langsung dalam rangka membentuk Prase Kata Benda (Noun Phrase).
            Contoh:
            Stupid student
            Smart girl
            Easy quiz, dsb
            Bila diletakkan dalam kalimat bahasa inggris akan berupa sbb:

            I'm not a stupid student.
            The smart girl enters the classroom quickly.
            It's an easy quiz to follow.

            Pada contoh diatas, kalimat [I'm not a stupid student] mengandung noun phrase [stupid student] yang didalamnya ada adjective. Hal ini sama halnya dengan pola kalimat [It's an easy quiz to follow.]. Pada contoh [The smart girl enters the classroom quickly] mendudukkan noun phrase (yang didalamnya ada kata sifat: smart) diposisi subject atau didepan kata kerja [enters].

            Memperhatikan contoh-contoh diatas, kedudukan atau posisi adjective dalam suatu kalimat mesti berada dalam dua hal; sebagai complement atau dalam prase kata benda.


            Menganalisa Fungsi dan Kedudukan Kata dalam Sebuah Kalimat

            Menganalisa Fungsi dan Kedudukan Kata dalam Sebuah Kalimat
            Kalimat Bahasa Inggris tersusun berdasarkan aturan/kaidah tata bahasa (grammar) bahasa inggris. Yang jelas, dalam satu untaian kalimat utuh itu, pasti didalamnya ada anggota part of speech. Untuk mengetahui fungsi, status/kedudukan kata dalam sebuah kalimat bahasa inggris itu, wajib memahami dengan benar, minimal, 5 hal mendasar berikut ini:

            1. Kata Benda (Noun)
            2. Kata Kerja (Verb)
            3. Kata Sifat (Adjective)
            4. Kata Keterangan (Adverb)
            5. Determiner

            Catatan:
            Determiner disini apa yang dimaksudkan oleh Pelg-grammar dalam bahasan determiner (lihat bahasan mengenai hal ini di: determiner dan glossary).

            Studi Kasus Kalimat Bahasa Inggris

            Untuk memulainya, kita akan mengambil sampel kalimat sebagai berikut:
            Contoh:

            She have.

            Bentuk analisanya sbb:

            Analisa Kalimat Dasar

            Pertama, identifikasi unsur pembangun kalimat. Bila kita salah mengidentifikasinya maka hasilnya akan salah juga.

            She = subject
            have = verb

            Kedua, menguji unsur yang telah diidentifikasi tersebut dalam bentuk pertanyaan, misalnya:

            1. Apakah benar bahwa /She/ adalah "subject". Jawaban yang paling mungkin misalnya: "ya, /she/ adalah subject dikarenakan: [she] adalah anggota pronoun atau subjective pronoun dan harus diletakkan didepan kata kerja /have/.
            2. Apakah benar bahwa /have/ adalah "kata kerja/verb". Jawaban yang memungkinkan, misalnya: "ya, karena /have/ adalah kata kerja berbentuk lexical yang berarti : "mempunyai/memiliki" serta diletakkan setelah unsur Subjectnya yaitu /she/.

            Contoh analisa diatas adalah yang paling sederhana dan  hanya berkutat pada proses identifikasi dan pengujian hasil identifikasi.

            Analisa Kalimat Lanjutan

            Selanjutnya adalah menentukan dan memutuskan beberapa point berikut ini:
            1. Apakah susunan kata /she have/ sebuah prase atau kalimat?
            2. Apa pola kalimat yang digunakan; verbal atau nominal?
            3. Apa tenses yang digunakan?
            Bila telah selesai dengan 3 pertanyaan diatas, maka terakhir adalah:
            Apakah kalimat /she have/ itu benar menurut 3 pertanyaan tadi???

            Misalnya saja, jawaban yang memungkinkan adalah sebagai berikut:
            a) Ya, /she have/ adalah sebuah kalimat: karena terdiri atas unsur: 1 buah subject berupa /she/ dan 1 buah verb berupa /have/
            b) Pola kalimat yang sedang digunakan adalah kalimat positive verbal. Karena tidak ada unsur BE sebagai verb-nya.
            c) Tenses yang digunakan dan paling memungkinkan (bila bentuk kalimatnya hanya seperti contoh tersebut) adalah: simple present tense.

            Jawaban terakhir atas pertanyaan terakhir diatas adalah, misalnya:
            Kalimat itu salah - karena menggunakan verb /have/ yang seharusnya adalah /has/, dimana;
            have, untuk subject: I, you, we, they atau padanannya, dan
            - has, untuk subject: she, he, it, atau padanannya.


            Dengan demikian, kasus tersebut menjadi tuntas dan bila ingin ditindaklanjuti lebih mendalam lagi sebenarnya dapat pula dengan menanyakan hal-hal mendasar - semisal: kenapa disebut kalimat verbal?, kenapa positive? bisa saja kalimat itu simple past, bukan? dsb dsb.

            Dalam rangka menganalisa sebuah kasus, entah itu berupa kalimat, prase, klausa atau paragraph sekalipun, seyogyanyalah mengetahui atau menguasai pengetahuan dasar-dasar unsur pembangun kalimat atau kelimat hal tersebut diatas yang telah kami uraikan.

            Kenapa Determiner Menjadi Alat Analisa Kalimat?

            Seperti yang telah dibahas di halaman berjudul "Mengenal Determiner" diatas, determiner menurut umum dalam bahasan grammar (grammatical) yaitu dapat berupa: kata tunjuk seperti: this, that, those, these atau impersonal "It". Akan tetapi, pada bahasan ini (pelg-grammar), determiner adalah "Penanda" (lihat glossary). Dengan adanya penanda, kita dapat mengidentifikasi unsur pembangun kalimat lebih mudah dan lebih cepat.

            Determiner dapat berupa apa saja. Determiner yang pelg-grammar maksudkan adalah, semua kata atau unsur atau apasaja yang dapat menjadi dasar pegangan bagi penganalisa bahwa kalimat ini salah atau benar atau bahkan bukan kalimat, dsb.

            Contoh:
            They leave us for good.

            Kalimat diatas adalah benar (setelah hasil diidentifikasi dan uji identifikasi). Yang menjadi masalah atau munculnya pertanyaan baru adalah:

            Apa arti/terjemahan pada kalimat tersebut yang paling masuk akal???

            Jawab (kemungkinan 1):
            1. Mereka meninggalkan kita dalam rangka kebaikan.
            2. Mereka meninggalkan kita selamanya.

            Kedua kemungkinan itu didapat dari hasil penemuan atas prase (for good) dari berbagai sumber.
            Bila melihat sepotong kalimat diatas, kemungkinan jawaban akan banyak. Akan tetapi, maknanya akan semakin jelas, bila kita melihat kaitannya dengan kalimat sebelum atau sesudahnya dalam sebuah paragraph.

            Misalnya:
            .............. they leave us for good meal ....... atau,
            .............. they leave us for good and would never be back.

            Sekarang nyatalah makna yang terkandung dalam kalimat for good diatas. Bila hanya berhenti pada kata /good/ maknanya menjadi "selamanya". Dengan kata lain, phrase "for good" termasuk ungkapan idiomatik/

            Lalu, apa kaitannya dengan determiner diatas?

            Perhatikan bahwa kata /for/ adalah preposition. Dalam beberapa kasus, /for/ juga dapat berfungsi sebagai conjunction (kata penghubung)

            for = preposition
            for = conjunction

            Dalam contoh diatas, /for/ adalah preposition, karena bila disebut dengan conjunction kita tidak melihat ada unsur subject dan verb setelah preposition /for/.

            Bedakan:

            (i) I work for you (Saya bekerja untuk anda.), atau (saya bekerja pada anda).
            (ii) I work for I need to survive.

            Pada contoh (i) for adalah preposition, dimana /you/ berstatus sebagai objective pronoun dalam posisi complement. Berbeda dengan contoh (ii) dimana, setelah /for/ ada subject /I/ dan verb /need/, sehingga maknanya jadi jauh berbeda:

            I work for I need to survive. ---> for = conjunction
            (Saya bekerja karena saya harus bertahan hidup).

            Dengan demikian, /for/ adalah determiner. Sebuah penanda untuk mengetahui kata apa setelah /for/ tersebut. Apakah berupa kata dengan fungsi tertentu, prase atau bahkan satu kalimat utuh. Sehingga keputusan didalam menentukan status, fungsi, kedudukan dan makna sebuah kata tidaklah keliru.