Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentence Pattern. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

Memahami Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris merupakan modal utama didalam memahami dan menguasai semua pola atau bentuk kalimat-kalimat yang ada dalam ketatabahasaan (Grammar) Bahasa Inggris. Setiap bahasa memiliki pola-pola dasar utama sebelum menginjak ke materi lanjutan. Dengan menguasai pola kalimat dasar suatu bahasa asing diharapkan pula akan menguasai bentuk dan pola kalimat-kalimat yang lebih kompleks lagi. Pada saat kita berdialog dalam Bahasa Inggris, maka yang keluar dari lisan kita adalah rangkaian (baca: susunan) kata. Bila susunan kata itu dapat dipahami dengan jelas, maka dapat dikatakan bahwa itulah bentuk kalimat. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: 'apakah kalimat yang kita utarakan itu telah benar menurut kaidah kebahasaan (English Grammar) ? Artinya, sebuah struktur kata - kalimat - dapat dikatakan baik bilamana lawan dialog memahami pembicaraan kita. Namun, kalimat tersebut belum tentu benar - menurut ilmu ketatabahasaan. Menggunakan aturan, kaidah atau Grammar dalam berbicara atau menulis itu penting agar makna (meaning) yang kita kehendaki dapat tersampaikan secara penuh pada siapa lawan bicara kita.

#Definisi Kalimat Bahasa Inggris

Google mendefinisikan kalimat sebagai berikut:
"a set of words that is complete in itself, typically containing a subject and predicate, conveying a statement, question, exclamation, or command, and consisting of a main clause and sometimes one or more subordinate clauses."
Terjemahannya: Kalimat (English Sentence) adalah: rangkaian kata-kata yang memiliki makna utuh, terdiri dari sebuah subject dan predicate, berguna untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, seruan, perintah dan terdiri atas sebuah klausa utama dan terkadang satu atau lebih sub-klausa.

Sedangkan Oxford Dictionary memberi pengertian singkat namun jelas mengenai kalimat, yaitu: "A sentence is a group of words that makes complete sense, contains a main verb, and begins with a capital letter".
Terjemahannya: Kalimat adalah sebuah kelompok kata yang memiliki arti, terdiri atas sebuah kata kerja utama dan dimulai oleh huruf kapital". Dalam hal ini, Oxford Dictionary lebih menekankan pada fungsi dan kedudukan kata sebagai pembentuk kalimat dan inilah yang paling bisa dipahami - walaupun Google memberikan penekanan ini secara tidak langsung dengan mengatakan "complete in itself ---- containing s subject and predicate.

Berdasarkan, definisi diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kalimat dalam Grammar bahasa Inggris itu adalah: "Gabungan kata-kata yang memiliki arti utuh dan unsur pembangunnya, sekurang-kurangnya, terdiri atas 1 buah subject dan 1 buah verb".

"Kalimat adalah gabungan kata-kata yang memiliki arti utuh dan unsur pembangunnya, sekurang-kurangnya, terdiri atas 1 buah subject dan 1 buah verb".

#Unsur Utama Pembangun Kalimat

Jadi, syarat terbentuknya sebuah kalimat yakni:
  1. Bergabungnya 2 kata atau lebih
  2. Memiliki arti utuh *) dan dapat dipahami
  3. Harus ada kata-kata yang berkedudukan sebagai subject dan verb.
Catatan: Untuk memahami bahasan ini, 
silahkan lihat dan baca ulasan mengenai 
pada bahasan lalu.

      Penjelasan

      Bila ada kelompok kata atau bergabungnya 2 buah kata atau lebih belum tentu disebut dengan kalimat oleh karena bisa jadi itu phrases atau prase (lihat bahasan mengenai materi bahasa inggris phrases sebelumnya). Bila telah ada kelompok kata, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: "Apakah kelompok kata itu - diantara 2 atau beberapa kata-kata yang ada - berkedudukan sebagai subject dan verb?"

      Contoh:
      The beautiful girl

      [The beautiful girl] bukanlah kalimat. Itu adalah bentuk phrases (prase) oleh karena [the], [beautiful] atau [girl] tidak berkedudukan sebagai subject dan verb. Kelompok kata [The beautiful girl] tersebut akan berbeda saat diubah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk seperti berikut ini:

      The girl is beautiful.

      Pada kelompok kata [The girl is beautiful] dapat disebut dengan kalimat, oleh karena terdiri dari 1 buah subject [the girl] dan verb [is] sedangkan [beautiful] adalah complement (pelengkap). Sebagai catatan: kedudukan pelengkap (complement) dalam kalimat tersebut berguna untuk menerangkan atau memberi informasi mengenai subject [The girl]. Perhatikan perumpaman berikut ini:

      [The beautiful girl], bila diterjemahkan akan memiliki makna: "Gadis yang cantik". Sedangkan pada [The girl is beautiful] diterjemahkan sebagai: "Gadis itu cantik".
      Cobalah cermati dan pahami sekali lagi ilustrasi sederhana berikut ini:

      Gadis yang cantik VS Gadis itu cantik.

      Adalah tidak mungkin bila kita berkomentar pada seseorang dan mengatakan "gadis yang cantik" tanpa ada kata-kata lain yang mengikutinya atau kata-kata sebelum kata-kata "gadis yang cantik" itu. Ungkapan kita menjadi mengambang dan tidak jelas. Apa maksudnya berkomentar seperti itu? Disini letak masalahnya. Artinya, [The beautiful girl] memiliki makna yang tidak jelas dan mengambang dan membutuhkan kata-kata lain agar artinya menjadi penuh, lengkap dan utuh. Paham? :p

      Berbeda dengan [The girl is beautiful]. Kata-kata ini, bila diungkapkan pada seseorang atau berkomentar atas seorang gadis maka maknanya menjadi jelas, lengkap dan utuh. Disinilah letak perbedaan dan sekaligus menjadi Syarat utama pembentukkan sebuah kalimat, yaitu: harus memiliki makna yang utuh. Kalimat bermakna utuh disini bersifat tidak mengambang, sudah jelas, dapat dipahami walaupun tanpa harus menambahkan kata-kata sebelum atau sesudahnya.
      Jadi, sebuah kalimat tidak akan dikatakan sebagai sebuah kalimat apabila tidak terdiri dari 1 buah subject dan 1 buah verb serta tidak memiliki makna yang utuh.


      Syarat terbentuknya sebuah kalimat bahasa inggris dasar


      Suatu kelompok kata semacam [The beautiful girl] yang sebenarnya adalah bentuk phrase ini justru menjadi unsur pembangun kalimat,. baik sebagai subject maupun sebagai object. (lihat bahasan phrases di paragraph terakhir).

      Contoh:
      The beautiful girl is crying. (Gadis yang cantik itu sedang menangis).

      Dalam kalimat tersebut dapat kita lihat dengan jelas, dimana [The beautiful girl] berkedudukan sebagai subject dan [is crying] sebagai verb.

      #Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

      Sebelum mempelajari kalimat-kalimat dasar bahasa Inggris, marilah kita simak contoh kalimat-kalimat berikut ini:
      • He is a student.
      • She was ill.
      • The teachers are at school.
      • A cat jumps.
      • Jean Gkol swims.
      • The man sleeps.
      Sebenarnya kalimat-kalimat diatas ada kelanjutanya seperti; A cat jumps into the river. (Seekor kucing melompat ke sungai), dst. Akan tetapi, untuk memudahkan pemahaman mengenai Kalimat Dasar Bahasa Inggris, maka saya (rasyid habibie) hanya memberikan contoh sederhananya saja.

      Penjelasan

      Pada contoh kalimat urutan 1 s/d 3 dari atas, adalah bentuk Kalimat Nominal (Nominal Sentence), sedangkan contoh-contoh kalimat-kalimat urutan 4 hingga 6 adalah Kalimat Verbal (Verbal Sentence). Kedua jenis kalimat ini adalah Pola Kalimat Dasar dalam Bahasa Inggris. Dengan kata lain, semua pola kalimat bahasa inggris menginduk dan menderivasi (/derived=diambil/) dari kedua bentuk kalimat dasar tersebut.

      Lalu, apa itu Kalimat Nominal (Nominal Sentence) ? dan apa juga Kalimat Verbal (Verbal Sentence)?
      Silahkan ikuti pembahasan mengenai kalimat nominal dan kalimat verbal ini dihalaman selanjutnya.

      Pola Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal

      Kalimat Nominal (Nominal Sentence) & Kalimat Verbal (Verbal Sentence) adalah pola kalimat dasar dalam pembahasan Grammar Bahasa Inggris. Pelg-grammar berusaha menyajikan pembahasan kedua jenis kalimat tersebut secara jelas dan tuntas.

      Seperti pada bahasan yang lalu mengenai pola kalimat dasar bahasa inggris, bahwa syarat terbentuknya kalimat, salah satunya, adalah unsur pembangun kalimat dasar bahasa inggris *) itu harus berupa subject dan verb. Sebagai catatan *) Unsur pembangun kalimat itu sebenarnya berwujud kelompok kata hingga ke tanda titik - tersusun sedemikian rupa (mengikuti aturan ketatabasaaan (Grammar) Bahasa Inggris) - dan ada 2 atau lebih diantara kelompok kata itu berkedudukan sebagai subject dan verb.

      Catatan: untuk memahami bahasan mengenai
      kalimat verbal dan nominal, silahkan baca dan pahami bahasan sebelumnya mengenai:

      Contoh:
      I am happy.
      • Pada kalimat tersebut, [I] sebagai subject, [am] sebagai structural verb dan [happy] sebagai complement (Pelengkap). Akan tetapi, untuk sementara ini fokus perhatian kita hanya pada subject dan verb.
      Contoh lain:
      He makes a kite.
      • Pada kalimat [He makes a kite], kita menemukan [He] sebagai subject, [makes] sebagai lexical verb dan [a kite] berkedudukan sebagai object.

      Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?

      Bagaimana caranya agar kita bisa mengenali bahwa itu subject dan verb?


      #Mengenal Unsur Pembangun Pola Kalimat Dasar Bahasa Inggris

       

      ##Cara Mengenali Subject dari sebuah kalimat

      Subject adalah pelaku (dalam bahasa inggris disebut sebagai: "The doer"). Dalam hal ini, subject merupakan pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement).

      Contoh kata kerja dalam bentuk tindakan (action):
      The boy plays kite everyday (Anak itu bermain layang-layang setiap hari).
      The manager decides something (Manajer itu memutuskan sesuatu).
      [plays] dan [decides] adalah kata kerja lexical.

      Contoh kata kerja dalam bentuk keadaan (state):
      The boy is smart (Anak itu pintar)
      Kata kerja [is] sebagai structural verb
      (Makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [The boy is smart]. Jadi tidak bisa hanya [is] saja.

      Contoh kata kerja dalam bentuk kegiatan (activity):
      My mother goes shopping everyday. (Ibuku pergi berbelanja setiap hari)
      [goes] adalah kata kerja lexical.

      Contoh kata kerja dalam bentuk pernyataan (statement):
      He is buzy. (Dia sibuk)
      [is] adalah kata kerja structural, dan makna [is] harus dilihat sebagai satu kesatuan dari [He is busy].

      Dengan melihat contoh-contoh diatas, nyatalah bahwa, kalimat pada dasarnya telah terbentuk dengan adanya subject dan kata kerja/verb (baik berbentuk lexical maupun structural verb).


      Jenis-jenis dan Bentuk-bentuk Subject

      Berikut ini adalah bentuk-bentuk subject atau kata-kata yang dapat berkedudukan sebagai subject selain dari bentuk phrases yang pernah kita bahas dibahasan yang lalu.
      1. Pronoun sebagai Subject
        Pronoun yang berkedudukan sebagai subject, yaitu: I, you, we, they, he, she dan it.
        Contoh:
        I speak
        You speak
        They speak
        She speaks
        He speaks
        It speaks.
        Termasuk anggota pronoun lainnya seperti; possessive adjective pronoun, possession dan sebagainya yang tidak dapat kita bahas rinci disini.
      2. Noun sebagai Subject
        Kata benda (Noun) yang dimaksud misalnya: Andi, policeman, flower, a cat, the leaves, chair, dsb
        Contoh:
        Andi walks
        The policeman runs after the thief.
        The flower blooms.
        A cat eats meat.
        The leaves turn brown.
        The chair broke.
      3. Noun Phrase sebagai Subject
        Contoh:
        A diligent student sweeps the floor.
        English teacher gives a test to the students.
      4. Sub-clause sebagai Subject
        Contoh:
        The man who walked beside you called me last night.


      ##Cara Mengenali Verb dari sebuah kalimat

      Bila subject pelaku atas suatu tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement), maka verb adalah tindakan (action), keadaan tertentu (states), kegiatan (activity) atau berwujud pernyataan (statement) itu sendiri - yang ditimbulkan oleh subject.
      Jadi, subject adalah the doer of action dan verb adalah the action done by the doer.


      #Penanda (Determiner) Kalimat Dasar: Verbal atau Nominal

      Kalimat Verbal atau Nominal bisa diketahui dengan melihat Penanda (determiner) -nya. Determiner ini berupa: Predicate.

      Secara definitif google mengartikan predicate sebagai: "the part of a sentence or clause containing a verb and stating something about the subject". Bila diterjemahkan maka predicate = bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja dan menyatakan sesuatu tentang subject.

      "Predicate adalah bagian dari sebuah kalimat atau klausa yang berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu tentang subject".


        Berdasarkan definisi diatas, kita menemukan penjelasan singkat bahwa, predicate itu:
        1. Bagian dari sebuah kalimat atau klausa
        2. Berbentuk kata kerja atau menyatakan sesuatu (state & statement)mengenai subject
        Contoh:
        • I know that (Saya mengetahui hal itu).
          [know] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
        • The teacher gives a test to the students. (Guru itu memberikan tes pada siswa-siswanya)
          [gives] --> predicate dalam bentuk kata kerja (verb)
        • Mr.Irsyad is at home now (Bapak Irsyad berada dirumah sekarang)
          [at home] --> predicate dalam bentuk kata keterangan tempat (Adverb of Place).
        • The baby is sleeping soundly (Bayi itu sedang tidur dengan nyenyak).
          [sleeping] --> predicate dala bentuk kata kerja (verb)
        • I am a student (Saya seorang siswa).
          [a student] --> predicate dalam bentuk kata benda (Noun)
        • Linda is lazy (Linda malas).
          [lazy] --> predicate dalam bentuk kata sifat (Adjectives)
        • She is mine (Dia adalah milikku)
          [mine] --> predicate dalam bentuk kata ganti kepunyaan (Pronoun)

        Berdasarkan contoh diatas nyatalah sudah bahwa bila verb berupa lexical verb, maka verb itulah predicate. Dan, bila verb berupa structural verb (be) maka Complement yang ada dibelakang structural verb berkedudukan sebagai predicate bukan kata kerja. Bila anda sudah memahami apa itu predicate dan bagaimana bentuk-bentuknya, selanjutnya, kita akan membahas bentuk atau pola kalimat verbal dan nominal seperti berikut ini.


        #Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

        Kalimat nominal (nominal sentence) dan kalimat verbal (verbal sentence) merupakan pola kalimat dasar dalam tatanan ketatabahasaan (grammar) Bahasa Inggris. Pemahaman atas kedua jenis pola kalimat dasar bahasa inggris ini akan membawa anda untuk dapat memahami pola kalimat lainnya dalam English Grammar lebih mudah. Disini saya ingin menekankan bahwasanya setiap pola kalimat bahasa inggris mesti mengandung kedua jenis pola kalimat ini. Itulah sebabnya kalimat ini disebut sebagai pola kalimat dasar dan paling mendasar!

        "Bahwa setiap pola kalimat-kalimat yang ada dalam Grammar Bahasa Inggris mesti mengandung bentuk Kalimat Verbal dan Kalimat Nominal"

        (rasyid habibie. August 2015)

         Berikut ini adalah ilustrasi perbedaan kalimat nominal dan kalimat verbal dalam bahasa inggris;

        Verbal Sentence and Nominal Sentence 

        Untuk mengetahui apakah sebuah kalimat itu berpola kalimat verbal atau nominal, maka lihatlah predicate-nya. Bila predicate-nya berbentuk kata kerja (verb) maka pola kalimat itu mesti berpola kalimat Verbal. Dan, bila predicate-nya berbentuk SELAIN kata kerja atau BUKAN kata kerja, maka pola kalimatnya adalah Nominal. Bila predicate-nya bukan kata kerja, maka predicate itu pastilah berupa:

        Kesimpulan atas perbedaan Kalimat Nominal & Kalimat Verbal sebagai berikut:

          Bentuk Predikat dalam kalimat nominal dan kalimat verbal


          Kalimat Perintah: (Command Expression)

          Kalimat Perintah (Command Expression) adalah suatu bentuk kalimat yang digunakan untuk menyuruh, meminta seseorang melakukan sesuatu. Kalimat perintah (Command) selalu menggunakan subject [You] (kamu, anda, saudara, kau, kalian) didepan kalimat.

          Contoh:
          (You) sit down!
          (You) do the exercises!
          (You) look up your book page six!

          Seringkali Subject [you] sering tidak dimunculkan atau tidak-dipakai karena sifatnya yang sudah dimengerti (understood). Dengan kata lain, bila ditanyakan "apa subject yang digunakan dalam kalimat perintah?" jawabnya mesti: "you". Akan tetapi, bila subject [you] - yang sebelumnya seringkali tidak dipakai - lalu dipakai dalam kalimat perintah, maka perintah tersebut bermaksud untuk menegaskan bentuk perintah itu pada subject [you].

          Contoh:
          You go home now!

          Bentuk/ Pola Kalimat Perintah (Command Pattern)


          Kalimat perintah bahasa inggris ada 2 jenis, yakni;
          1. Verbal Command Expression
          2. Nominal Command Expression
          (lihat penjelasan sebelumnya mengenai Nominal & Verbal Sentence)

          #Verbal Command Expression

          Verbal Command Expression atau disebut juga dengan Ungkapan kalimat perintah dalam bentuk Verbal adalah suatu pola kalimat perintah yang menggunakan Kata Kerja Lexical diawal kalimatnya atau dibelakang subject [you] bila [you] dipakai.

          Verb + Object/Complement

          Contoh:
          Learn carefully!
          Pick up the pen!
          Open the door!

          Kata kerja yang digunakan pada pola Verbal Command adalah kata kerja bentuk pertama tanpa  mendapatkan imbuhan (affixes) apapun seperti; [s], [es], [ed], [d] atau [ing]. Kata kerja tersebut dapat berupa Transitive Verb / Intransitive Verb.

          #Nominal Command Expression

          Nominal Command Expression atau disebut juga dengan Ungkapan kalimat perintah dalam bentuk Nominal adalah suatu pola kalimat perintah yang menggunakan Kata Kerja Structural berupa: "BE" dan diletakkan diawal kalimatnya atau dibelakang subject [you] bila [you] dipakai.


          Be + Noun/Pronoun/Noun Phrases/Adjective/Adverb

          Contoh:
          Be carefully!
          Be mine!
          Be there on time!
          Be a good boy!
          Be more beautiful!


          #Polite Command Expression

          Polite Command Expression adalah ungkapan kalimat perintah yang lebih sopan. Polite diterjemahkan sebagai "sopan". Dengan menggunakan ungkapan yang sopan dalam kalimat perintah, bentuk perintah menjadi lebih halus dan dapat dimaklumi.
          Untuk membentuk kalimat perintah sopan ini, gunakanlah kata [Please] diawal kalimat atau diakhir kalimat (baik di kalimat perintah bentuk Verbal maupun di kalimat perintah bentuk Nominal), seperti contoh berikut ini:

          Be on time, please!
          Please be on time!

          Do your assignment, please!
          Please do your assignment!

          Perhatikan!
          Bila [please] diletakkan diakhir kalimat, letakkan tanda KOMA didepan kata [please] tersebut. Dan, gunakan [please] diawal kalimat perintah tanpa tanda KOMA.


          Kalimat Larangan: English Prohibition Expression

          Kalimat Larangan: English Prohibition Expression
          Kalimat Larangan dalam Bahasa Inggris atau Prohibition digunakan pada waktu kita hendak melarang seseorang melakukan sesuatu. Prohibition adalah kebalikan dari Command Expression yang telah kita bahas sebelumnya. Kalimat larangan/ Prohibition meliputi 2 bentuk seperti halnya Command Expression, yakni:

          1. Verbal Prohibition Expression
          2. Nominal Prohibition Expression
          Disamping itu, terdapat bentuk lain dari kalimat larangan yang akan kita bahas tuntas di halaman ini.

          #Verbal Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Verbal)


          Kalimat larangan Verbal dibentuk dengan menggunakan kata kerja lexical (lexical verb) dibelakang ungkapan [don't] atau [do not]. Sedangkan  [don't] atau [do not] itu sendiri merupakan ungkapan yang digunakan dalam pola kalimat larangan baik verbal maupun nominal dan bila diterjemahkan dapat berarti: "Jangan".

          Selain itu, kata kerja lexical yang digunakan bisa berbentuk Kata Kerja Transitive dan Kata Kerja Intransitive (Transitive & Intransitive Verb).

          Perhatikan contoh berikut ini:

          Don't go!
          Don't stay away tonight!
          Do not blame me!
          Do not shut the door!
          Don't do it!

          Bila memperhatikan pola kalimat tersebut, maka rumusnya dapat ditulis sbb:

          Don't + Lexical Verb + Object/Complement

          #Nominal Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Nominal)


          Pada kalimat larangan berbentuk nominal, kita akan menggunakan structural Verb atau BE seperti dalam Command Expression.

          Contoh:

          Don't be careless!
          Do not be here!
          Do not be jealous!
          Don't be late!

          Sedangkan pola kalimat larangan bentuk nominal tersebut dapat digambarkan dalam bentuk rumus sebagai berikut:

          Don't BE + Noun/Pronoun/Noun Phrase/Adjective/Adverb

          #Bentuk Lain Kalimat Larangan.

          Kita dapat menggunakan bentuk lain untuk mengungkapkan kalimat larangan pada seseorang.
          1. Gunakan kata kerja "STOP"
            Contoh:
            Stop smoking!
            Stop walking!
            Stop drinking!
            Rumus:
            Stop + Kata Benda ING *)
            .
          2. Gunakan kata NO  yang kemudian tambahkan kata benda berbentuk ING *),
            Contoh:
            No Smoking!
            No Climbing!
            Rumus:
            No + Kata Benda ING *)
            .
          3. Gunakan kata bantu negative MUSTN'T.
            Contoh:
            You mustn't help him!
            You mustn't go away from me!
            You mustn't be here.
            Rumus:
            1. Subject (YOU) + Mustn't + Lexical Verb + Object/Complement
            2. Subject (YOU) + Mustn't + Structural Verb BE + Noun/Noun Phrase/Adjective/Adverb/Pronoun.
          4. Gunakan kata NEVER sebagai pengganti kata [don't] atau [do not].
            Contoh:
            Never come here again!
            Never be mine!

          Catatan: Kata benda ING pada nomor 1 dan 2 sebenarnya adalah Gerund (sebuah bentuk kata kerja yang berfungsi dan berubah fungsi sebagai kata benda murni). Kita akan membahas mengenai Gerund ini di bahasan yang akan datang.

          #Polite Prohibition (Kalimat Larangan Bentuk Sopan).

          Seperti pada Command Expression, Kalimat Prohibition juga memiliki bentuk Polite (Sopan).
          Gunakan [Please] diawal atau diakhir kalimat larangannya.

          Kalimat Larangan, + Please!

          atau,

          Please + Kalimat Larangan!

          Contoh:

          Don't be lazy, please!
          Please don't be lazy!

          Don't touch me, please!
          Please don't touch me!


          English Polite Request (Permintaan Sopan)

          English Polite Request (Permintaan Sopan)
          Polite Request merupakan cara meminta (request) seseorang untuk melakukan sesuatu dengan sopan (polite). Pada dasarnya, permintaan sopan dapat menggunakan Polite Command Expression (Kalimat Perintah Sopan), yakni dengan menggunakan kata [please], baik diawal atau diakhir kalimat perintah tersebut.

          Contoh:

          Please help me! (Tolong bantu saya)
          Help me, please (Tolong bantu saya).

          Akan tetapi, Polite Request memiliki ungkapan tersendiri yang sedikit berbeda dengan polite command expression tersebut.

          Bentuk Pola Kalimat/Ungkapan Polite Request Bahasa Inggris

          Adapun yang termasuk dalam ungkapan polite request tersebut adalah:
          • Will you (please) ...... ?
          • Would you (please) .......?
          • Would you mind ..........?
          • Do you mind if ......... ?
          • Could you please ...... ?
          Contoh:
          Will you help me, please?
          Will you please help me?

          Dalam pemakaian sehari-hari, polite request juga sering menggunakan kata [please], yaitu; diakhir kalimat atau dibelakang subject [You] seperti pada contoh diatas.

          Rumus/Pola kalimat Polite Request:


          • Would you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          • Will you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          • Would you mind + Present Participle (Ing-form Verb) + Object/Complement?
          • Do you mind if + I/we + Lexical Verb (Verb-1)  + Object/Complement?
          • Could you (please) + Lexical Verb (Verb-1) + Object/Complement?
          Catatan: Kata [please] pada pola kalimat polite request ini dapat dihilangkan atau tidak digunakan. Akan tetapi, rasa kesopanan pada ungkapan polite request tersebut tidak akan ikut hilang.

          Would you help me? (Maukah kau membantuku?)

          Seperti yang pernah kita bahas di pelajaran bahasa inggris sebelumnya bahwa, kata [would], [will], [may], [could] termasuk modal auxiliary (Kata bantu modal) dan merupakan bentuk kata structural (structural word) sehingga tidak memiliki arti yang jelas atau benar menurut umum. Akan tetapi, untuk membantu pemahaman kita didalam memahami ungkapan polite request ini, masing-masing bentuk ungkapan polite request tersebut dapat kita tafsirkan (interpretation) sbb:

          • would you / will you -> ditafsirkan: Maukah kamu ..... ?
          • could you -> ditafsirkan: bisakah kamu ....?
          • would you mind -> ditafsirkan: berkeberatankah kamu ....? / sudikah kamu ......?
          • do you mind if I/we -> ditafsirkan: apakah anda keberatan bila saya/kami ...? / berkeberatankah kamu bila saya/kami ...? / sudikah kamu bila saya/kami ...?

          Contoh:
          would you show me the way to nearer museum ?
          will you help me lift the table?
          could you cook the rice for me?
          would you mind opening the garage for me?
          do you mind if I close the window?

          Ungkapan polite request memiliki fungsi sebagai ungkapan kalimat berpola verbal dan nominal. Contoh-contoh yang kami berikan diatas adalah berbentuk kalimat verbal, sedangkan bentuk nominal-nya dari polite request yakni dengan penambahan kata kerja BE setelah subjectnya.

          Contoh:
          would you be here on time?
          will you be more careful next time?
          could you be more attractive for your audience?
          would you mind being calm every time we get to the town?
          --> khusus untuk do you mind if I/we sebaiknya tidak menggunakan BE didalamnya dikarenakan penggunaan be pada ungkapan tersebut akan memberikan permintaan yang tidak jelas.

          Bentuk Jawaban dari Ungkapan/Kalimat Polite Request

          Untuk menjawab ungkapan dari polite request tersebut, secara kontekstual, anda dapat mengatakan:

          Jika menerima permintaan (Accepting request) tersebut:
          Yes, I'd love to. (wah, mau bangeeettt)
          With pleasure. (dengan senang hati)
          Sure, why not. (tentu dong kenapa gak?)
          Yes, sure! (ya, tentu)
          Absolutely yes! (pasti dong)
          It's/That's okay! (baik, gak apa-apa)
          Why not? (kenapa gak?)
          Okay (baiklah)
          yes (ya)


          Jika menolak permintaan (Rejecting request) tersebut:
          Yes, I'd love to, but ........... (Sebenarnya sih mau banget, tapi ....)
          I'm afraid I can't. (kayaknya gak bisa deh, maaf ya)
          I'm sorry, I can't (maaf ya, saya gak bisa).
          No, please excuse me (maaf banget saya benar-benar gak bisa)
          Sorry, no (maaf, gak bisa)
          I'm awfully sorry, I can't (wah maaf banget ya.. gak bisa)


            Posisi Kata Sifat Adjective

            Posisi Kata Sifat Adjective
            Kata Sifat (Adjective) merupakan salah satu anggota Part Of Speech dalam Bahasa Inggris dan sering sekali digunakan dalam kalimat-kalimat bahasa inggris. Secara definitif, Adjective adalah sifat yang dimiliki oleh setiap kata benda. Misalnya, kucing memiliki sifat: lembut (soft), baik (kind), kejam (cruel), dsb. Begitu juga sifat-sifat yang dikandung oleh manusia, makhluk lain, benda mati, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.
            Intinya adalah:

            Kata Sifat/Adjective adalah sifatnya dari Kata Benda/Noun.

            Yang menjadi pertanyaan adalah: Dimana posisi/kedudukan adjective itu dalam sebuah pola Kalimat bahasa inggris?. Disini kita akan mengenal lebih jauh mengenai kata sifat dalam hal posisinya dalam sebuah kalimat.

            Fungsi Adjectives (Kata Sifat)

            Untuk memahaminya perhatikan contoh penggunaan Adjective dibawah ini:

            Mulia is a pretty girl.
            She is pretty.
            How pretty she is.
            He makes me pretty.

            Pretty salah satu bentuk kata sifat yang artinya: Cantik. Kata "Cantik" adalah sifat manusia, yang juga dapat digunakan untuk menyatakan makhluk lain, benda, menyatakan tingkat  atau sesuatu hal sbb:

            It is my pretty doll. (Ini adalah bonekaku yang cantik)
            I'm pretty well, thank you. (Saya sangat sangat sehat, terimakasih), dsb.

            Melihat contoh-cntoh diatas, kita melihat bahwa kata sifat "pretty" digandengkan dengan kata benda (Noun) berupa; [Girl] dan [Doll]. Bila kata sifat [pretty] kita hilangkan, hanya akan ada:

            Mulia is a girl.
            It is my doll.

            Kedua kalimat diatas tidak memiliki informasi lebih mengenai [mulia] dan [doll]. Bila adjective [pretty] diletakkan dalam kalimat tersebut, maka adjective [pretty] akan memberikan informasi lebih mengenai kata benda (noun) yang mengikutinya. Dengan kata lain, Adjective berguna untuk memberikan informasi lebih, informasi tambahan atas kata benda yang mengikutinya, atau - Adjective berguna untuk menerangkan Noun yang mengikutinya.

            "Adjective is a modifier of a Noun".

            Posisi & Kedudukan Kata Sifat

            1. Adjective diletakkan sebagai Complement (pelengkap).
            2. Adjective diletakkan didepan kata benda (Noun).

            Ad.1 Adjective diletakkan sebagai Complement atau Pelengkap

            Dalam sebuah pola kalimat bahasa inggris, Adjective memiliki kedudukan sebagai pelengkap atau Complement.
            Contoh:
            Pada contoh kalimat pertama. Adjective diletakkan setelah kata kerja structural. Ingat! Kata kerja structural adalah kata kerja dalam bentuk BE - termasuk Linking Verb. Posisi adjective dalam pola kalimat seperti ini berkedudukan sebagai complement atau pelengkap - bukan object! Tidak pernah ada Adjective berkedudukan sebagai Object dalam semua struktur kalimat bahasa inggris!

            Untuk memahaminya, perhatikan dan pahami pola complement berikut ini:

            Structural Verb + Adjective

            Lexical Verb + Adjective


            Ad.2 Adjective diletakkan didepan kata benda (Noun)

            Kata sifat (Adjective) juga diletakkan didepan kata benda secara langsung dalam rangka membentuk Prase Kata Benda (Noun Phrase).
            Contoh:
            Stupid student
            Smart girl
            Easy quiz, dsb
            Bila diletakkan dalam kalimat bahasa inggris akan berupa sbb:

            I'm not a stupid student.
            The smart girl enters the classroom quickly.
            It's an easy quiz to follow.

            Pada contoh diatas, kalimat [I'm not a stupid student] mengandung noun phrase [stupid student] yang didalamnya ada adjective. Hal ini sama halnya dengan pola kalimat [It's an easy quiz to follow.]. Pada contoh [The smart girl enters the classroom quickly] mendudukkan noun phrase (yang didalamnya ada kata sifat: smart) diposisi subject atau didepan kata kerja [enters].

            Memperhatikan contoh-contoh diatas, kedudukan atau posisi adjective dalam suatu kalimat mesti berada dalam dua hal; sebagai complement atau dalam prase kata benda.


            Menganalisa Fungsi dan Kedudukan Kata dalam Sebuah Kalimat

            Menganalisa Fungsi dan Kedudukan Kata dalam Sebuah Kalimat
            Kalimat Bahasa Inggris tersusun berdasarkan aturan/kaidah tata bahasa (grammar) bahasa inggris. Yang jelas, dalam satu untaian kalimat utuh itu, pasti didalamnya ada anggota part of speech. Untuk mengetahui fungsi, status/kedudukan kata dalam sebuah kalimat bahasa inggris itu, wajib memahami dengan benar, minimal, 5 hal mendasar berikut ini:

            1. Kata Benda (Noun)
            2. Kata Kerja (Verb)
            3. Kata Sifat (Adjective)
            4. Kata Keterangan (Adverb)
            5. Determiner

            Catatan:
            Determiner disini apa yang dimaksudkan oleh Pelg-grammar dalam bahasan determiner (lihat bahasan mengenai hal ini di: determiner dan glossary).

            Studi Kasus Kalimat Bahasa Inggris

            Untuk memulainya, kita akan mengambil sampel kalimat sebagai berikut:
            Contoh:

            She have.

            Bentuk analisanya sbb:

            Analisa Kalimat Dasar

            Pertama, identifikasi unsur pembangun kalimat. Bila kita salah mengidentifikasinya maka hasilnya akan salah juga.

            She = subject
            have = verb

            Kedua, menguji unsur yang telah diidentifikasi tersebut dalam bentuk pertanyaan, misalnya:

            1. Apakah benar bahwa /She/ adalah "subject". Jawaban yang paling mungkin misalnya: "ya, /she/ adalah subject dikarenakan: [she] adalah anggota pronoun atau subjective pronoun dan harus diletakkan didepan kata kerja /have/.
            2. Apakah benar bahwa /have/ adalah "kata kerja/verb". Jawaban yang memungkinkan, misalnya: "ya, karena /have/ adalah kata kerja berbentuk lexical yang berarti : "mempunyai/memiliki" serta diletakkan setelah unsur Subjectnya yaitu /she/.

            Contoh analisa diatas adalah yang paling sederhana dan  hanya berkutat pada proses identifikasi dan pengujian hasil identifikasi.

            Analisa Kalimat Lanjutan

            Selanjutnya adalah menentukan dan memutuskan beberapa point berikut ini:
            1. Apakah susunan kata /she have/ sebuah prase atau kalimat?
            2. Apa pola kalimat yang digunakan; verbal atau nominal?
            3. Apa tenses yang digunakan?
            Bila telah selesai dengan 3 pertanyaan diatas, maka terakhir adalah:
            Apakah kalimat /she have/ itu benar menurut 3 pertanyaan tadi???

            Misalnya saja, jawaban yang memungkinkan adalah sebagai berikut:
            a) Ya, /she have/ adalah sebuah kalimat: karena terdiri atas unsur: 1 buah subject berupa /she/ dan 1 buah verb berupa /have/
            b) Pola kalimat yang sedang digunakan adalah kalimat positive verbal. Karena tidak ada unsur BE sebagai verb-nya.
            c) Tenses yang digunakan dan paling memungkinkan (bila bentuk kalimatnya hanya seperti contoh tersebut) adalah: simple present tense.

            Jawaban terakhir atas pertanyaan terakhir diatas adalah, misalnya:
            Kalimat itu salah - karena menggunakan verb /have/ yang seharusnya adalah /has/, dimana;
            have, untuk subject: I, you, we, they atau padanannya, dan
            - has, untuk subject: she, he, it, atau padanannya.


            Dengan demikian, kasus tersebut menjadi tuntas dan bila ingin ditindaklanjuti lebih mendalam lagi sebenarnya dapat pula dengan menanyakan hal-hal mendasar - semisal: kenapa disebut kalimat verbal?, kenapa positive? bisa saja kalimat itu simple past, bukan? dsb dsb.

            Dalam rangka menganalisa sebuah kasus, entah itu berupa kalimat, prase, klausa atau paragraph sekalipun, seyogyanyalah mengetahui atau menguasai pengetahuan dasar-dasar unsur pembangun kalimat atau kelimat hal tersebut diatas yang telah kami uraikan.

            Kenapa Determiner Menjadi Alat Analisa Kalimat?

            Seperti yang telah dibahas di halaman berjudul "Mengenal Determiner" diatas, determiner menurut umum dalam bahasan grammar (grammatical) yaitu dapat berupa: kata tunjuk seperti: this, that, those, these atau impersonal "It". Akan tetapi, pada bahasan ini (pelg-grammar), determiner adalah "Penanda" (lihat glossary). Dengan adanya penanda, kita dapat mengidentifikasi unsur pembangun kalimat lebih mudah dan lebih cepat.

            Determiner dapat berupa apa saja. Determiner yang pelg-grammar maksudkan adalah, semua kata atau unsur atau apasaja yang dapat menjadi dasar pegangan bagi penganalisa bahwa kalimat ini salah atau benar atau bahkan bukan kalimat, dsb.

            Contoh:
            They leave us for good.

            Kalimat diatas adalah benar (setelah hasil diidentifikasi dan uji identifikasi). Yang menjadi masalah atau munculnya pertanyaan baru adalah:

            Apa arti/terjemahan pada kalimat tersebut yang paling masuk akal???

            Jawab (kemungkinan 1):
            1. Mereka meninggalkan kita dalam rangka kebaikan.
            2. Mereka meninggalkan kita selamanya.

            Kedua kemungkinan itu didapat dari hasil penemuan atas prase (for good) dari berbagai sumber.
            Bila melihat sepotong kalimat diatas, kemungkinan jawaban akan banyak. Akan tetapi, maknanya akan semakin jelas, bila kita melihat kaitannya dengan kalimat sebelum atau sesudahnya dalam sebuah paragraph.

            Misalnya:
            .............. they leave us for good meal ....... atau,
            .............. they leave us for good and would never be back.

            Sekarang nyatalah makna yang terkandung dalam kalimat for good diatas. Bila hanya berhenti pada kata /good/ maknanya menjadi "selamanya". Dengan kata lain, phrase "for good" termasuk ungkapan idiomatik/

            Lalu, apa kaitannya dengan determiner diatas?

            Perhatikan bahwa kata /for/ adalah preposition. Dalam beberapa kasus, /for/ juga dapat berfungsi sebagai conjunction (kata penghubung)

            for = preposition
            for = conjunction

            Dalam contoh diatas, /for/ adalah preposition, karena bila disebut dengan conjunction kita tidak melihat ada unsur subject dan verb setelah preposition /for/.

            Bedakan:

            (i) I work for you (Saya bekerja untuk anda.), atau (saya bekerja pada anda).
            (ii) I work for I need to survive.

            Pada contoh (i) for adalah preposition, dimana /you/ berstatus sebagai objective pronoun dalam posisi complement. Berbeda dengan contoh (ii) dimana, setelah /for/ ada subject /I/ dan verb /need/, sehingga maknanya jadi jauh berbeda:

            I work for I need to survive. ---> for = conjunction
            (Saya bekerja karena saya harus bertahan hidup).

            Dengan demikian, /for/ adalah determiner. Sebuah penanda untuk mengetahui kata apa setelah /for/ tersebut. Apakah berupa kata dengan fungsi tertentu, prase atau bahkan satu kalimat utuh. Sehingga keputusan didalam menentukan status, fungsi, kedudukan dan makna sebuah kata tidaklah keliru.



            Sabtu, 05 November 2016

            If clause adalah nama lain dari "Conditional If"

            If clause adalah nama lain dari "Conditional If" yang secara umum disebut sebagai Conditional Sentence. Apa itu "Conditional"? dan apa hubungannya dengan kata penghubung (conjunction) "If"?
            Conditional berasal daari kata /condition/ yang berarti: "kondisi" atau "keadaan". Penambahan akhiran (baca:suffix) berupa /-al/lih.glossary pada kata /condition/ mengandung makna: "segala hal yang berhubungan dengan - kondisi".

            Menurut istilah grammar bahasa inggris, conditional diterjemahkan sebagai: "suatu kondisi yang bersyarat". Bila makna conditional dihubungkan dengan kata penghubung "if", maka conditional if diartikan sebagai "suatu rencana yang bersyarat".

            Contoh:
            Jika kamu datang, saya akan memberimu hadiah.

            Pada contoh diatas, bentuk syarat itu ada dalam kalimat /jika kamu datang/ dan bila syarat terpenuhi /datang/ maka /saya akan memberimu hadiah/. Kalimat bersyarat itu akan terbentuk apabila ada kata penghubung /Jika/. Dengan kata lain, kata penghubung /jika/ (dalam bahasa inggris: "if") digunakan untuk membentuk kalimat tertentu menjadi conditional (bersyarat).

            Perhatikan ilustrasi berikut ini!

            Conditional Sentence,if clause, conditional if - Grammar Bahasa Inggris
            Akan tetapi, jika syarat terpenuhi, secara otomatis, rencana tidak akan terlaksana.

            Conditional IF Type 1

            Dalam grammar bahasa inggris, ada 3 bentuk conditional if, yaitu:
            • Conditional If - Type 1
            • Conditional If - Type 2
            • Conditional If - Type 3
            Pada kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas bagian pertama, yaitu: conditional If type 1 atau Conditional Sentence Type 1.

            Seperti pada contoh kalimat sebelumnya bahwa, terdapat 2 buah kalimat didalam membuat kalimat conditional sentence ini:

            Kalimat pertama:
            If you come here

            Kalimat kedua:
            I will give you a present.

            Dengan penambahan kata penghubung "IF" dimana "IF" digunakan untuk menghubungkan kedua kalimat tersebut diatas, akan terbentuk kalimat conditional sentence tersebut sehingga menjadi:

            If you come here, I will give you a present.

            Andapun dapat merubah kalimat diatas dengan meletakkan "IF" ditengah dari kedua kalimat tersebut:

            I will give you a present if you come here.

            Apa perbedaan diantara kedua bentuk kalimat diatas?
            Jika IF diletakkan diawal susunan kalimat tersebut, maka tambahkan tanda "koma" /,/ didepan kalimat kedua sehingga menjadi:

            If you come here, I will give you a present.

            Jika /if/ diletakkan ditengah dari kedua kalimat tersebut, maka hilangkan tanda koma-nya, sehingga menjadi:

            I will give you a present if you come here.

            Pola Kalimat Conditional Sentence

            Pola apa yang digunakan dalam membuat kalimat Conditional Sentence tersebut?
            Ada 2 pola kalimat yang digunakan pada Conditional Sentence Type 1 ini yakni:
            1. Simple Present Tense (baik verbal maupun nominal)
            2. Simple Future Tense (baik verbal maupun nominal)

            Susunan kalimatnya sebagai berikut:

            If + Simple Present Tense + Simple Future Tense

            atau,

            Simple Future Tense + If + Simple Present Tense


            Contoh kalimat Conditional Sentence Type 1

            I  will help you if you ask me to.
            If you get A, we will make a party.
            She will not reply my letter if she doesn't love me


            Catatan: will not bisa disingkat menjadi: /won't/.
            Untuk lebih jelas mengenai Simple Present Tense dan Simple Future Tense, silahkan baca bahasan sebelumnya.

            Adalah keliru bila kita menggabungkan kata penghubung /if/ dengan simple future tense.
            Contoh:
            If I will make a party, you get A (Salah!)
            If you get A, I will make a party (Benar!)

            Sifat Conditional Sentence Type 1

            Conditional Sentence Type 1 disebut juga "kalimat pengandaian" (atau, berandai-andai). Andai kata syarat terpenuhi maka rencana akan terlaksana. Akan tetapi, kemungkinan terlaksananya rencana itu sama besar dengan kemungkinan terpenuhinya syaratnya. Dengan kata lain;

            Syarat Terpenuhi = 50%
            Rencana terlaksana = 50%.

            Itu artinya, bila seseorang menggunakan kalimat yang mengandung conditional sentence type 1 ini, maka besar kemungkinan (terlaksananya rencana atau terpenuhinya syarat) berbanding --> 50% : 50%. Jadi tidak ada nilai kepastian didalamnya. Itulah sebabnya disebut sebagai kalimat yang mengandung pengandaian.
            Kelak kita akan membahas Conditional Sentence Type II dan type III yang - memang - digunakan khusus untuk ber-andai-andai.

            Catatan:
            Bila kalimat yang digunakan tidak mengandung pengandaian atau tidak adanya unsur syarat dan rencana didalamnya, maka gunakan "When" dan bukan "If".

            Contoh:
            When you realize that it is your fault, please admit it.
            (Jika kau menyadari kesalahanmu, akui saja)

            They will finish the assignment when you need to.
            (Mereka akan menyelesaikan tugas itu jika kamu menginginkannya).

            atau,

            They will come to you when you need them
            (Mereka akan datang kepadamu jika kamu membutuhkan mereka).


            Tingkat Perbandingan Comparison Degree

            Comparison Degree (tingkat perbandingan) dalam grammar Bahasa Inggris sering kali digunakan baik dalam bentuk tulisan maupun percakapan. Bentuk pola comparison degree pada dasarnya sangat sederhana dan mudah dipahami. Disebut sebagai tingkat perbandingan atau comparison degree karena pola kalimat ini khusus digunakan untuk membandingkan antara 2 hal yang sama atau berbeda.

            Misalnya:
            Buku ini lebih tebal daripada bukumu.
            Orang itu sama kuatnya dengan pamanku.
            Adi Kusnaedi paling keren dikampus ABA Cikini tahun 1996.

            Kata yang tercetak miring diatas merupakan bentuk perbandingan tersebut. Bila kita pahami ketiga contoh tersebut diatas, kita akan menemukan bahwa ada tiga (3) tingkatan comparison degrees dalam bahasa inggris, yaitu:

            1. Positive Degree
              Positive degree disebut juga dengan tingkat setara/sama.
            2. Comparative Degree
              Comparative degree disebut Tingkat Lebih.
            3. Superlative Degree
              Superlative degree adalah Tingkat Paling

            Positive Degree

            Kegunaan (Usage):
            Positive degree digunakan pada saat kita ingin menyatakan ada 2 obyek yang sama persis dalam sesuatu hal.
            Positive degree memiliki 2 pola sbb:

            1. As + Adjective + As
            Contoh:
            She is as pretty as Maria Carey.
            (Dia secantik Maria Carey).

            2. As + Adverb of Manner + As
            Contoh:
            He walks as slowly as a snail.
            (Dia berjalan selamban seekor keong)

            Catatan:
            (i) gunakan pola kedua bilamana as + adv. of manner + as menerangkan kata kerja (verb). Dalam contoh tersebut diatas - yaitu - /walks/.
            Juga diperbolehkan juga bila tanpa kata kerja dalam kalimat tersebut, misalnya:
            He is as slowly as a snail.  (tanpa menambahkan kata kerja, kita telah memaklumi bahwa as slowly as mengacu pada cara berjalan/berlari.)
            (ii) as long as dapat diartikan sebagai: "selama", "sepanjang", atau "asalkan".

            Comparative Degree

            Kegunaan (Usage):
            Comparative degree digunakan pada saat kita ingin menyatakan ada 2 obyek yang berbeda (baik dalam bentuk kualitas maupun tingkatan) dalam sesuatu hal.

            Comparative degree memiliki 2 pola sbb:

            1. Adjective + /-er/ + than
            Penjelasan:
            /-er/ adalah akhiran (suffix) yang ditaruh tepat dibelakang kata sifatnya.
            Contoh:
            small + /-er/ => smaller (lebih kecil),
            young + /-er/ => younger (lebih muda).

            Contoh dalam bentuk kalimat:
            The box is smaller than this one.
            (Kotak itu lebih kecil daripada yang ini).

            I am younger than you
            (Saya lebih muda daripada kamu)

            2. More + adjective + than
            contoh:
            more + beautiful => more beautiful (lebih indah/cantik)
            more + expensive => more expensive (lebih mahal)

            Contoh dalam bentuk kalimat:
            Rina is more beautiful than Dewi.
            (Rina lebih cantik daripada Dewi)

            This English dictionary is more expensive than that one
            (Kamus bahasa inggris ini lebih mahal daripada yang itu)

            Catatan:
            (i). Gunakan pola adjective + /-er/ + than jika suku kata dari kata sifat (adjective) tersebut kurang dari 2 suku kata.
            (ii) Gunakan pola more + adjective + than jika suku kata lebih dari 2 atau sama dengan 2 suku kata.
            (iii). Bila adverb of manner digunakan dalam pola comparative degree ini maka, gunakan pola more + adjective + than
            Contoh:
            Shinta writes more quickly than Rudi.

            Superlative Degree

            Kegunaan (Usage):
            Superlative degree digunakan pada saat kita ingin menyatakan bahwa hanya ada 1 obyek yang ada dalam suatu kelompok tertentu yang paling tinggi tingkatannya dari lainnya. Ini disebut tingkat paling - misalnya - paling pintar, paling rajin, paling mudah, dsb.

            Pola Superlative degree ini ada 2 bentuk:

            1. The + adjective + /-est/ + in/of
            Penjelasan:
            /-est/ adalah akhiran (suffix) yang ditaruh tepat dibelakang kata sifatnya.
            Contoh:

            the easy + /-est/ => the easiest (paling gampang/mudah).

            Contoh dalam bentuk kalimat:
            The art exercise is the easiest in all subjects at my school.
            (Latihan seni paling mudah dari seluruh materi yang ada disekolahku).

            Catatan
            huruf /y/ pada kata /easy/ akan ter-infleksi menjadi huruf /i/
            manakala huruf /y/ pada kata /easy/ tersebut bertemu dengan
            akhiran dengan struktur vokal + konsonan + konsonan (atau, est). 
            Apa itu infleksi? lihat glossary.


            2. The most + adjective + in/of
            contoh:
            the most + difficult => the most difficult (paling sukar/sulit)


            Contoh dalam bentuk kalimat:
            Math lesson is the most difficult subject.
            (Pelajaran matematika adalah materi yang paling sukar).

            Catatan:
            (i). Gunakan pola the adjective + /-est/ + in/of jika suku kata dari kata sifat (adjective) tersebut kurang dari 2 suku kata.
            (ii) Gunakan pola the most + adjective + in/off jika suku kata lebih dari 2 atau sama dengan 2 suku kata.
            (iii). Bila adverb of manner digunakan dalam pola comparative degree ini maka, gunakan pola the most + adjective + in/off. Akan tetapi, diperbolehkan juga menggunakan pola the adjective + /-est/ + in/of
            (iv). preposition "in" atau "of" tidak bersifat mutlak atau dengan kata lain bersifat opsional. Bisa digunakan bisa tidak tergantung pada pola konteks kalimatnya.



            "Irregular Adjective"
            (Lebih lanjut mengenai Comparison Degree)

            Dalam comparison degree, kita juga mengenal istilah "Irregular Adjective" yang memiliki bentuk unik dan berbeda didalam pembentukkan pola comparison degree tersebut.
            Disini, kami ingin menjelaskan bahwa, tidak semua kata sifat disebut irregular adjective, tapi hanya beberapa saja diantara semua kata sifat (adjective) yang ada dalam bahasa inggris.

            Adapun kata sifat yang tercantum sebagai irregular adjective tersebut, misalnya:

            good, bad, well, mad, far, little, far, many, much, near, late, old

            Mari kita lihat bagaimana Irregular Adjectives diatas digunakan ditiap masing-masing tingkatan; positive degree, comparative degree dan superlative degree.

            Positive Degree

            as good as
            as bad as
            as well as
            as mad as
            as far as
            as little as
            as far as
            as many as
            as much as
            as near as
            as late as
            as old as


            Comparative Degree:

            as good as => better than
            as well as => better than
            as bad as => worse than
            as mad as => worse than
            as far as => farther than
            as little as => less than
            as far as => further than
            as many as => more than
            as much as => more than
            as late as  => later than
            as near as => nearer than
            as old as => older than

            Superlative Degree:

            as good as => the best
            as well as => the best
            as bad as => the worst
            as mad as => the worst
            as far as => the farthest
            as little as => the least
            as far as => the furthest
            as many as => the most
            as much as => the most
            as late as  => the latest
            as near as => the next
            as old as => the oldest (atau, the eldest)


            Menggunakan Be Used to VS. Used to

            Sekilas, be used to dan used to berbeda dalam hal penggunaan "be". Tapi bukan itu satu-satunya perbedaan yang akan kita bahas dalam blog grammar bahasa inggris  ini.

            1.Used to

            Kegunaan Used to:
            /Used to/ digunakan dalam 2 (dua) keadaan:

            a). Pada saat kita hendak mengungkapkan suatu kejadian yang biasa terjadi (habitual action) dimasa lampau (Past time).
            Used to disini dapat diterjemahkan: ".. dulu biasanya..."

            Contoh:
            I used to read my books under the Oak tree.
            (Saya dulu biasanya membaca buku dibawah pohon oak).

            Linda used to cook in the morning.
            (Linda dulu biasanya memasak pagi hari).

            b). Pada saat kita hendak menyatakan suatu fakta dimasa lampau (past factual event) dan sudah tidak terjadilah sekarang (in the present time).
            Used to disini diterjemahkan sebagai: "... dulu pernah ..."

            Contoh:
            I used to live in Bandung.
            (Saya dulu pernah tinggal di Bandung).

            I used to be a winner of badminton tournament in 1997.
            (Saya dulu pernah menjadi pemenang pertandingan badminton tahun 1997).

            Pola Used to dalam kalimat Bahasa Inggris

            Used to dalam pola kalimat Nominal:

            Used to be + non-verb

            Contoh:
            I used to be sad when reading the novel.

            Used to dalam pola kalimat verbal:

            Used to + Infinitive

            Contoh:
            I used to live longer when she came.

            Catatan:
            1.Secara umum, /Used to/ digunakan khusus untuk menegaskan kejadian dimasa lampau.
            2. /Used to/ khusus digunakan dalam kalimat positive dan tidak didalam kalimat negatif atau pertanyaan.

            Bagaimana bila kita ingin menyatakan negatif dan pertanyaan yang terjemahannya mengandung penggunaan /used to/ tersebuut?.

            Jawab: Gunakan pola past simple seperti biasa, misalnya:
            (+) You used to come late to school.
            (-) I didn't come late to school.
            (?) Did you come late to school?

            Bila timbul pertanyaan seperti diatas, anda dapat menjawabnya dengan:
            a). Yes, I did.
            b) Yes, I used to.
            c) No, I didn't
            d) Never.

            Catatan:
            walaupun demikian, anda tetap bisa menggunakan pola /used to/ secara utuh digunakan dalam kalimat negative dan interrogative.
            Misalnya:
            I didn't use to come late to school
            Did you use to come late to school?
            Akan tetapi, pola pertama diatas tanpa /use to/ lebih disukai atau dianjurkan. 

            3. Digunakannya /used to/ dalam pola kalimat pasif (Passive Voice) apabila /used to/ tersebut harus bermakna: "...dulu pernah.." dan bukan "..dulu biasanya ..."

            Contoh:
            The keys used to be stolen by Miss.Dilla.
            (Kunci-kunci itu dulu pernah dicuri oleh nona Dilla).
            Sehingga, pola /used to/ dalam kalimat pasif adalah:

            Used to be + past participle (verb-III)

            2. Be Used to

            Pada penggunaannya dalam banyak kalimat bahasa inggris, baik tulisan maupun dalam percakapan, /be used to/ bukanlah pola /bentuk prase yang mengarah atau mengandung tenses tertentu semisal simple past. Jadi, /be used to/ adalah bentuk Ungkapan atau "be used to" expression.

            /used to/ berbeda sekali dengan /be used to/. Jika /used to/ membicarakan tentang kejadian dimasa lampau dalam wujud kejadian yang biasa dilakukan (kebiasaan/habitual) dan fakta lampau, maka /be used to/ tidak ada kaitan sama sekali dengan kejadian lampau.

            Pola /be used to/ dalam kalimat bahasa inggris

            Be + Used to + Gerund/noun/noun phrase

            "be" pada /be used to/ dapat diganti dengan "be" seperti; is, am, are, was dan were atau bahkan been dan be (misanya dalam bentuk future tense) itu sendiri.

            Contoh:
            I am used to playing a piano alone.

            Dengan digunakannya "be" dalam bentuk /am/ menyiratkan bahwa kalimat it berbicara tentang kejadian yang berkaitan dengan simple present tense dan bukan pula pola /be used to/ adalah bentuk passive dari /used to/.
            Lalu, apa arti dari /be used to/?
            Jawab: "... biasa...", atau "... terbiasa...".

            Contoh:
            I am used to riding my honda bike.
            (Saya biasa mengendarai motor hondaku)

            Bedakan dengan:

            I used to ride my honda bike
            (i) (Saya dulu pernah mengendarai motor honda).
            atau,
            (ii) (Saya dulu biasanya mengendarai motor honda).

            Kedua pola penggunaan masing-masing /be used to/ dan /used to/ diatas sama sekali berbeda makna dan arah pembicaraannya. Bila kita mengatakan /I am used to ride my honda bike/ itu artinya, "saya jarang menggunakan selain motor dan motor itu sering ber-merk honda dan itulah motor saya". Sedangkan pola kedua (i), menggambarkan kejadian yang pernah dilakukan dimasa lampau tapi tidaklah terjadi lagi dimasa sekarang dan mungkin juga yang akan datang. Pada pola kedua (ii), menggambarkan kejadian yang biasa dilakukan dimasa lampau.

            Contoh lain:
            I am used to hearing something noise.
            (Saya terbiasa mendengarkan yang berisik-berisik) => baik dulu (past) maupun sekarang (present).

            If Clause Type 1 (satu) Conditional Sentence Type II

            Kita pernah membahas If Clause Type 1 (satu) yang merupakan bentuk kalimat pengandaian bentuk pertama dan menjadi dasar dalam memahami struktur Conditional Sentence Type II ini.

            Bahasan Inti: Conditional Sentence Type II


            "Hal Terpenting yang harus kita ingat bahwa Conditional Sentence Type II adalah Bentuk Pengandaian yang sebenarnya. Artinya, kalimat-kalimat bahasa inggris yang didalamnya mengandung Conditional Sentence Type II semuanya berbentuk "Pengandaian" sehingga kejadian atau tindakan yang diungkapkan dalam kalimat tersebut 100% tidak sama sekali terjadi alias "hanya ber-andai-andai".

            Misalnya:
            Andai saja rumahnya tidak terbakar.
            (faktanya: terbakar=ya)

            Seandainya dia tidak masuk ke rumah itu ............
            (faktanya: masuk=ya).

            Contoh diatas menggambarkan bagaimana kalimat ber-pola conditional sentence type II ini digunakan. Disini dapat kita lihat bahwa faktanya 100% berbalik dari kenyataan.
            Dalam grammar bahasa inggris, conditional sentence type II memiliki 2 jenis:

            1. Conditional Sentence Type II bentuk Umum

              Pola kalimatnya sbb:

              If + Subject + Past Verb, Subject + Would + Present Verb

              Contoh:
              If I arrived early, He would pick me up.
              (Seandainya saja saya tiba lebih awal, dia (pasti) akan menjemput saya).
            2. Conditional Sentence Type II bentuk Khusus

              Dikatakan sebagai Conditional Sentence Type II bentuk khusus oleh karena digunakannya BE bentuk past atau be-past yang berbeda dari kebiasaan.
              Pada pola kalimat simple past tense bentuk Nominal, kita akan menggunakan Be /was/ untuk subject:  I, she, he, it atau padanannya. Sedangkan Be /were/ khusus untuk subject: You, we, they atau padanannya. Dengan kata lain, itulah penggunaan yang benar didalam pola kalimat simple past tense.

              Akan tetapi, pada Conditional Sentence Type II ini, kita akan menggunakan Be /were/ pada subject: "I". Sehingga, polanya akan nampak sebagai berikut:

              If + Subject + WERE + Complement, Subject + Would + Present Verb

              Contoh:
              If I were a flower, you would be a bee.
              (Andai aku bunga, engkaulah yang menjadi kumbangnya).


            Melihat bahasan diatas, bila kita perhatikan, pola kalimat conditional sentence type II ini juga dibangun dari 2 jenis kalimat:

            1. Kalimat Simple Past Tense (Baik bentuk nominal maupun verbal).

            2. Kalimat Past Future Tense (Baik bentuk nominal maupun verbal).


            Contoh:
            She would call me tonight If I gave her flower.
            (Dia akan menelponku malam ini, jika saja saya memberinya bunga)

            Bila kita pisah akan ditemukan 2 tenses yang berbeda:

            a) Past Future Tense
            She would call me tonight

            dan,

            b) Simple Past Tense
            I gave her flower.


            Kedua jenis conditional sentence type II diatas sama-sama digunakan untuk mengungkapkan nihilnya suatu kenyataan dimasa lampau dan sekarang.




            Question: Yes-No Question VS Question Word

            Bentuk pertanyaan dalam bahasa inggris ada 3 macam, yaitu:
            1. Yes-No Question
            2. Question-Word Question, dan
            3. Question Tag.
            Akan tetapi, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas pertanyaan bentuk Yes-No Question dan pertanyaan bentuk Question Word dengan judul: Yes-No Question Versus Question Word. Tim Penulis blog http://pelg-grammar.blogspot.com menerbitkan judul ini sehubungan dengan pertanyaan dari pengunjung yang sempat bertanya:

            "Bagaimana cara membuat pertanyaan dalam Bahasa Inggris?"

            Untuk menghindari kesalahan didalam menjawabnya, kami akhirnya menerbitkan materi Yes-No Question Versus Question Word dan semoga pengunjung lainnya juga turut mendapatkan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk pertanyaan dalam bahasa inggris.

            Pertanyaan Yes-No Question Bahasa Inggris

            Yes-No Question adalah pertanyaan yang - secara baku - mesti dijawab dengan jawaban: Ya atau tidak.
            Contoh:
            Pertanyaan: Apakah kamu seorang siswa?
            Jawaban: Ya.

            Pertanyaan: Apakah kamu sanggup menyelesaikan tugas itu?
            Jawaban: Tidak.

            Dari contoh sederhana diatas, pertanyaan berupa "Apakah" itulah yang harus dijawab dengan jawaban berupa: Ya atau Tidak.
            Akan berbeda bila pertanyaan itu diawali dengan - misalnya:

            Apa itu?
            Apa yang membuat kamu datang kemari?

            Kedua contoh kalimat terakhir ini akan dibahas dihalaman ini juga mengenai pertanyaan berbentuk Question Word. Berikut ini pertanyaan yang membuat terjadinya kesalahpahaman didalam menjawabnya - misalnya:

            Apakah itu?
            Jadi, yang benar adalah: Apa itu? dan bukanlah; Apakah itu?

            Lalu, bagaimana pertanyaan Yes-No Question dalam bahasa inggris itu?


            Bentuk Pertanyaan Yes-No Question Dalam Bahasa Inggris

            Bahasa Inggris memiliki aturan sendiri (baca: Grammar) didalam mengatur bentuk-bentuk pertanyaan. Pertanyaan Yes-No Question adalah salah satunya yang harus dijawab dengan /Yes/ atau /No/.

            Untuk membuat kalimat tanya berupa Yes-No Question ini, maka letakkan kata bantu (Auxiliary/Structural Verb) diawal/didepan kalimat.

            Contoh Auxiliary:

            Can you .... ?

            Will you ... ?
            Must I ... ?
            May I ... ?
            Shall we ... ?
            Could you ... ?
            Would you ... ?
            Should I ... ?
            Might she ... ?

            Do you ... ?
            Does she ... ?
            Did he ... ?
            Has she ... ?
            Have you ... ?
            Had they ... ?

            Am I ... ?
            Are you ... ?
            Is it ... ?
            Were they ... ?
            Was I ... ?

            Melihat contoh diatas, nyatalah sudah bahwa bentuk pertanyaan Yes-No Question berasal dari kata bantu (Auxiliary/Structural Verb) yang sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang mengandung Tenses. Disamping itu ada juga Modal Auxiliary baik dalam bentuk present (can, may, must, will, shall) maupun bentuk past (could, would, should, Might).

            Contoh penggunaannya dalam kalimat bahasa inggris:

            Could you help me?

            Jawab: Yes(, I could).
            atau,
            Jawab: No(, I couldn't)

            Boleh juga dijawab, misalnya:

            Sure! (tentu saja)
            With pleasure! (Dengan senang hati)
            Of course! (Tentu dong)
            Why not! (Kenapa tidak).

            Catatan: walaupun jawaban berupa /sure/, /with pleasure/ dsb tersebut tidak berupa Yes atau No, akan tetapi, ungkapan-ungkapan tersebut sudah jelas mewakili jawaban pastinya - yaitu: /yes/ atau /no/.

            Dalam pertanyaan berbentuk Yes/No Question ini tidak diperbolehkan diganti dengan kata tanya (walaupun digunakan untuk bertanya), misalnya:

            Are you okay? (Pertanyaan ini Benar!)
            What you okay? (Pertanyaan ini Salah!)



            Pertanyaan Bahasa Inggris menggunakan Question Word

            Question Word adalah kumpulan kata yang digunakan untuk mengungkapkan suatu pertanyaan yang tidak dijawab dengan jawaban: Ya atau tidak.

            Contoh:

            Siapa nama presiden ke-6 kita?
            Apa yang terjadi?
            Mengapa kamu tidak berangkat kursus bahasa inggris hari ini?

            Berikut ini kami uraikan kata tanya (baca: question word) dalam Bahasa inggris dan sering disebut sebagai: WH-Question (atau, kata tanya yang diawali dengan huruf WH), yaitu:

            1. What

            /What/ dapat diterjemahkan: Apa, Apa yang. Digunakan untuk menanyakan Kata Benda (Noun).
            Contoh:
            What are you doing?
            (Apa yang sedang kau lakukan?)
            What makes you come here?
            (Apa yang membuat kau datang kemari?)
            What is that?
            (Apa itu?)

            2. Where

            /Where/ dapat diterjemahkan: kemana, dimana. Digunakan untuk menanyakan Tempat/kata keterangan tempat.

            Contoh:
            Where do you live?
            (Dimana kamu tinggal?)
            Where do I have to find him?
            (Kemana saya harus mencarinya?)

            Bila ditambahkan preposition (kata depan) berupa: /from/, maka dapat diartikan: darimana.
            Contoh:
            Where do you come from?
            (Darimana asalmu?)
            atau,
            Where are you from?
            (Darimana asalmu?)


            Catatan:
            Pertanyaan diatas, tidak dapat digunakan bilamana kita hendak menanyakan 'darimana saja kamu barusan'.
            Untuk itu, gunakanlah:
            Where have you been?
            (Darimana saja kamu - belakangan ini - baru kelihatan / barusan?)


            3. When

            /When/ dapat diterjemahkan: Kapan. Digunakan untuk menanyakan Waktu/Kata keterangan waktu.
            Contoh:
            When will you arrive?
            (Kapan kamu akan tiba?)
            When were you born?
            (Kapan kamu lahir?)

            4. Who

            /Who/ dapat diterjemahkan: Siapa, Siapa yang. Digunakan untuk menanyakan Orang/Noun dalam bentuk Subjective Pronoun.
            Contoh:
            Who is she?
            (Siapa dia?)
            Who told you the story?
            (Siapa yang menceritakan padamu cerita itu?)
            Who came here this morning?
            (Siapa yang datang pagi tadi?)
            Who is speaking?
            (Siapa yang sedang berbicara?)

            Catatan:
            (i) Subjective pronoun adalah kata ganti orang diposisi subject atau subject itu sendiri - yakni: I, you, we, they, he, she, it atau padanannya.
            (ii) Dalam wujud percakapan, pertanyaan yang menggunakan /who/ dapat ditafsirkan sebagai pertanyaan umum tanpa harus mengetahui gender (jenis kelamin) dari obyek yang ditanyakan dengan menggunakan kata /It/.
            Misalnya:
            Who is it? (siapa itu?) atau dapat diterjemahkan: (siapa disana?)

            Bedakan dengan:
            Who is she? --> diketahui gender-nya: /she/.
            atau,
            Who is he? --> diketahui gender-nya: /he/

            5. Whom

            /whom/ dapat diterjemahkan: Siapa, siapa yang. Digunakan untuk menanyakan orang/Noun dalam bentuk Objective Pronoun.
            Contoh:
            Whom do you care?
            (Siapa yang kamu pedulikan?)
            Whom did you hate?
            (Siapa yang kamu benci?)

            Bila menggunakan preposition - misalnya - "with":
            Whom do you go with?
            (Dengan siapa kamu pergi?)

            Boleh juga (tapi tidak baku) meletakkan preposition diawal kalimat atau didepan kata tanya /whom/.
            Contoh:
            With whom do you go?
            (Dengan siapa kamu pergi?)


            6. Whose

            /whose/ dapat diterjemahkan: milik siapa, kepunyaan siapa. Digunakan untuk menanyakan milik/kepemilikan (possessive adjective/posession).
            Contoh:
            Whose book is this?
            (Buku (milik/kepunyaan) siapa ini?)

            Pola /whose/ dalam kalimat tersebut adalah: whose + noun.

            7. Which

            /which/ dapat diterjemahkan: yang mana. Digunakan untuk menanyakan pilihan (choice).
            Contoh:
            Which one is yours? atau, Which is yours?
            (Yang mana milikmu?)
            Which do you usually drink for supper, milk or orange juice?
            (Yang mana yang biasanya kamu minum pada saat makan malam, susu atau jus lemon?)


            8. Why

            /why/ dapat diterjemahkan: mengapa. Digunakan untuk menanyakan sebab atau alasan (Cause/Reason).
            Contoh:
            Why do you come here?
            (Mengapa kamu datang kemari?)
            Why do you love me?
            (Kenapa kau mencintai aku?)

            9. How

            /how/ dapat diterjemahkan: bagaimana, bagaimana cara. Digunakan untuk menanyakan keadaan/khabar atau cara (Condition/Manner).
            Contoh:
            How are you?
            (bagaimana keadaanmu? / apa khabar? / bagaimana khabarmu?)
            How do you go to school?
            (Bagaimana (cara) kamu berangkat ke sekolah?)
            How do you feel?
            (Apa yang kau rasakan? / bagaimana rasanya?)
            How did you do that?
            (Bagaimana cara kamu melakukannya?)
            How is your family?
            (Bagaimana khabar keluargamu?)
            How can you finish the duty?
            (Bagaimana caranya kamu menyelesaikan pekerjaan itu?)

            Keseluruhan Question Word (baca: kata tanya) diatas tidaklah digunakan untuk menanyakan sesuatu yang jawabannya berupa 'ya' atau 'tidak'.
            Adalah terdengar lucu dan salah sekali bila dijawab seperti halnya pada yes-no question.
            Contoh:
            How are you?
            Jawab: yes.
            Where do you keep the letter?
            Jawab: no.


            (Kalimat Seru) Exclamatory Sentence

            Exclamatory Sentence disebut juga dengan kalimat seru. Akan tetapi, exclamatory sentence tidak termasuk dalam salah satu bagian/unsur part of speech dan berbeda dalam hal bentuk (baca: struktur pembangun) dengan Interjection (kata seru). Dengan kata lain, bila exclamatory sentence adalah sentence atau kalimat, dan interjection adalah "kata" (bukan kalimat). Jadi, perbedaan mendasar (perbedaan antara kata dan kalimat) inilah yang harus diperhatikan dan dipahami.

            Macam-macam Kalimat Seru Bahasa Inggris (Exclamatory Sentence)

            Exclamatory sentence memiliki 2 (dua) bentuk:
            1. Exclamatory Sentence dengan menggunakan "WHAT"

              Pola kalimatnya adalah:

              What + Noun atau What + Noun Phrase + Subject + Verb (lexical/structural verb)

              Contoh:
              What a day!
              What a nice day!
              What a nice day it is!

              Adalah SALAH bila:

              What a nice day is it!
            2. Exclamatory Sentence dengan menggunakan "HOW"

              Pola kalimatnya sbb:

              How + Adjective + Subject + Verb (lexical/structural verb)

              Contoh:
              How beautiful you are!

              How + Adverb of Manner + Subject + Verb (lexical/structural verb)

              Contoh:
              How slowly you walk!


            Baik yang menggunakan /what/ atau /how/ keduanya diinterpretasi (dapat diterjemahkan) sebagai:
            "Betapa ........." atau "Alangkah ........."

            Contoh lain:

            How beautiful you are, my dear.
            (Betapa cantiknya kamu, sayangku)
            atau,
            (Alangkah cantiknya kamu, sayangku)


            Catatan mengenai Exclamatory Sentence:

            Kata tanya (how/what) yang digunakan didalam pembentukkan kalimat seru (exclamatory sentence) ini bukanlah untuk bertanya. Oleh sebab itu, adalah salah/ tidak benar jika meletakkan kata bantu (auxiliary) atau kata kerja structural (be) didepan subjectnya.

            Sehingga pola yang benar adalah:

            ....................... Subject + Lexical Verb

            atau,

            ....................... Subject + Structural Verb


            Semoga bermanfaat.

            IF Clause, Conditional, lengkap

            Kita telah mempelajari Conditional Sentence Type 1 dan Conditional Sentence Type 2 dibahasan yang lalu. Kali ini kita akan membahas lanjutannya yakni: Conditional Sentence Type 3.

            Bentuk Pola Kalimat Conditional Sentence Type 3

            Berikut ini adalah pola kalimat Conditional Sentence Type 3:

            Conjunction "IF" + Past Perfect Tense + Past Future Perfect Tense


            Disini, conditional sentence tipe ke-3 ini menggunakan 2 tenses, yaitu:
            1. Past Perfect Tense


              Subject + Had + Past Participle

               
            2. Past Future Perfect Tense


              Subject + Would + Have + Past Participle

            Contoh:
            If you had followed the test, you would have understood all the lessons.
            (Jika kamu dulu mengikuti tes itu, kamu mungkin akan memahami semua materinya).

            atau,

            You would have understood all the lessons if you had followed the test.
            (Kamu mungkin akan memahami semua materinya jika kamu dulu mengikuti tes itu.)


            Sifat Conditional Sentence Type 3

            Conditional Sentence Type 3 uga sama halnya dengan conditional sentence type 2: "mengungkapkan nihilnya suatu kenyataan dimasa lampau dan sekarang". Dengan kata lain, kejadian yang terjadi dimasa lampau tidak mungkin terjadi dan berimbas dimasa sekarang. Jadi, conditional sentence type 3 adalah bentuk pengandaian sejati atau sekedar berandai-andai.

            Contoh:

            (i) If you hadn't burnt the proposal, I would have submitted it to the manager.
            (Jika kamu dulu tidak membakar proposal itu, mungkin saya sudah menyerahkannya pada manager itu).

            Faktanya:

            You burned the proposal and I didn't submit it to the manager. (0%)

            Bila kalimat diatas
            diubah ke bentuk
            conditional sentence
            type 2:

            (ii) If you didn't burn the proposal, I would submit it to the manager.

            Faktanya:

            You burn the proposal and I don't submit it to the manager. (0%)

            Bila kalimat diatas
            diubah ke bentuk
            conditional sentence
            type 1:

            (iii) If you don't burn the proposal, I will submit it to the manager.

            Faktanya:

            You burn the proposal and I don't submit it to the manager. (50% :  50%)