Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 16 tenses. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Mengenal Bentuk Waktu (English Time)

Memahami Bentuk Waktu dalam Bahasa Inggris (English Tenses) itu penting. Dengan menguasai bentuk-bentuk waktu yang ada dalam Grammar Bahasa Inggris, kita akan mengetahui pola kalimat apa yang harus digunakan dalam berbicara (English Conversation) dan menulis (English Writing).

#Tenses dan 3 Dimensi Waktu

Pembelajaran Tenses dalam Bahasa Inggris dikaitkan dengan adanya 3 dimensi waktu yang kita alami didunia ini; Waktu Lampau [past time], Waktu Sekarang [present time] dan , Waktu yang akan datang [future time].

Semua bahasa di dunia jelas mengenal bentuk waktu itu dan masing-masing bahasa di dunia jelas memiliki metode susunan kalimat sendiri dalam mengungkapkan sesuatu yang berkaitan dengan waktu.
Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenal bentuk-bentuk waktu itu walaupun tidak diberi penekanan dalam bentuk kajian atau pembelajaran khusus pembelajaran bentuk waktu seperti yang terjadi di Grammar Bahasa Inggris oleh karena, ketatabahasaan bahasa Indonesia hanya mengenal bentuk waktu dalam bentuk Kata Keterangan Waktu (Adverb of Time).

Contoh:
Saya akan berangkat ke singapura besok.

Pada contoh diatas, bahasa Indonesia menandai (baca: determiner of tense) bentuk waktu (tenses) melalui kata-kata tertentu dan kata keterangan waktu. Dengan kata lain, kata [akan] identik dengan sesuatu yang akan terjadi dimasa mendatang (Future time). Dan, ini diberi penekanan lagi dengan kata keterangan waktu berupa kata [besok] yang juga berkaitan dengan masa mendatang (Future time).

Contoh lain:
a. Saya menemui anak itu sekarang.
b. Saya menemui anak itu kemarin.

Kedua kalimat diatas mengandung bentuk waktu. Pada kalimat (a) bentuk waktu diperlihatkan/ditandai (determiner of tense) oleh Kata Keterangan Waktu (Adverb of Time) berupa kata: [sekarang]. Demikian pula pada kalimat (b) - yakni [kemarin] yang juga berupa Bentuk waktu lampau (past time).

#Bentuk Waktu (Tenses) Dalam Bahasa Inggris

Setelah melihat contoh bentuk waktu dalam bahasa Indonesia diatas, nyatalah sudah bahwa bentuk waktu dalam bahasa Indonesia bisa dilihat (determined) dengan adanya Kata Keterangan Waktu (Adverb of Time), baik yang berkaitan dengan waktu sekarang (present time), lampau (past time) maupun Akan datang (future time). Dengan kata lain, bila kita ingin mengungkapkan sesuatu yang terjadi dimasa sekarang, lampau atau mendatang, cukup dengan menambahkan kata keterangan waktu diposisi tertentu dalam sebuah kalimat.

Contoh:
Saya temui dia sekarang.
Saya temui dia kemarin.
Saya akan temui dia besok pagi.

Sekarang, saya (pelg-grammar's author: Herman nz) ingin bertanya pada anda:
"Apakah kata [temui] mengalami perubahan bentuk juga pada saat kata keterangan waktu [sekarang] diubah ke bentuk waktu lampau [kemarin] juga waktu mendatang [besok pagi] ???"
Jawabnya: Tidak. Dengan kata lain, Dalam bahasa Indonesia, perubahan pada kata keterangan waktu dalam sebuah kalimat tidak akan diikuti adanya perubahan lain pada kata-kata sebelumnya atau kata-kata lain yang ada dalam kalimat itu. Tidak demikian dalam Bahasa Inggris. Perubahan bentuk waktu dari sekarang [present time] ke lampau [past time] misalnya, akan terjadi perubahan pula pada kata-kata lain dalam kalimat itu.

" Perubahan bentuk waktu dari sekarang [present time] ke lampau [past time] misalnya, akan terjadi perubahan pula pada kata-kata lain dalam kalimat itu. "


Contoh:
I meet him now (saya temui dia sekarang)
I met him yesterday (saya temui dia kemarin)
I will meet him tomorrow morning (saya akan temui dia besok pagi)

Catatan
Pada kalimat diatas, seakan-akan tidak ada perubahan. 
Anda akan memahami apa yang berubah 
pada saat anda belajar bentuk waktu (tenses) yang pertama 
dan seterusnya nanti.


Disinilah letak perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam hal bentuk waktu (Tenses).
Pada kalimat-kalimat bahasa inggris, kata kerja (Verb) atau kata bantu (Auxiliary) akan mengalami perubahan berdasar pada bentuk waktu apa yang saat ini sedang digunakan.

#Determiner of Tenses

Determiner of Tenses (Penanda Bentuk Waktu) adalah tekhnik didalam mengenali kalimat-kalimat yang mengandung bentuk waktu tertentu. Artinya, sebuah kalimat bisa dikenali mengenai bentuk waktu apa yang sedang digunakan. Berikut ini adalah determiner of tenses (penanda tenses/bentuk waktu):

  1. Adverb of Time (Kata Keterangan Waktu)
    Tenses bisa dilihat dari kata keterangan waktu yang digunakan.
    .
  2. Kata Kerja (Verb)
    Tenses juga bisa dilihat dari perubahan yang terjadi pada kata kerjanya (verb) baik kata kerja berupa: Lexical verb maupun Structural Verb.
    .
  3. Kata Bantu (Auxiliary)
    Tenses bisa dilihat dari perubahan yang terjadi pada kata bantu (auxiliary).
    .

 #16 English Tenses

Bahasa Inggris mengenal ada 16 bentuk waktu yang sering kita kenal dengan istilah 16 Tenses atau 16 English Tenses. Berikut ini adalah ke 16 Tenses tersebut:
  1. Simple Present

  2. Simple Past

  3. Present Continuous atau Present Progressive *)

  4. Past Continuous 

  5. Present Perfect

  6. Past Perfect

  7. Simple Future

  8. Past Future

  9. Future Continous

  10. Past Future Continuous

  11. Present Perfect Continuous

  12. Past Perfect Continous

  13. Future Perfect

  14. Future Perfect Continous

  15. Past Future Perfect

  16. Past Future Perfect Continuous


Catatan *) : kata Continuous atau progressive dalam tenses diatas memiliki makna yang sama. Progressive adalah istilah lain yang bermakna sama (dengan continuous) dalam segala hal dan pengertian mengenai tenses. Anda dapat menggunakan kata continuous atau kata progressive ini, karena keduanya memiliki makna yang sama yaitu: "sedang terjadi .....".

Tidak semua 16 Tenses diatas digunakan dalam satu waktu atau satu kalimat. Penggunaanya bergantung pada bentuk waktu yang mana yang berkaitan dengan pembicaraan atau tulisan kita sekarang. Tenses berkaitan dengan kapan (waktu) sesuatu itu terjadi. Sebagai contoh, Bila anda ingin mengatakan sesuatu kepada teman anda bahwa besok anda akan menemuinya di kantin sekolah, maka gunakanlah tenses jenis future. Bentuk Future tenses yang mana yang harus digunakan, oleh karena disana banyak jenis future.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:
Anda akan bertemu teman anda besok. Tetapi saat ini anda sedang dirumah, tidak melakukan apa-apa atau tidak ada persiapan untuk "menemui teman anda" besok. Maka gunakanlah Simple Future. Kenapa? karena kepastian (certainty) akan pertemuan itu sama besar (50%) dengan gagal atau tertunda menemuinya (50%). Sehingga simple future-lah yang paling tepat digunakan. Dengan kata lain, simple future mengandung 50% terjadi dan 50% tidak terjadi (pertemuan itu). Jadi, simple future mengandung Possibility atau Kemungkinan.
Akan tetapi, jika anda sedang dalam perjalanan (dalam kendaraan misalnya) saat ini dan sedang menuju ke tempat teman anda dimana anda akan bertemu, maka gunakanlah Future Continuous. Artinya, pertemuan itu sedang dalam proses atau menjelang pertemuan atau menjelang akan terjadi pertemuan.

Melalui ilustrasi diatas, akhirnya, kita bisa memahami bahwa penggunaan tenses tersebut bergantung pada suatu kondisi, situasi dan keadaan yang mempengaruhi terjadinya sesuatu tersebut - apakah telah terjadi, sedang terjadi, akan terjadi atau dalam proses akan terjadi.

Simple Present

Simple Present Tense

Simple Present Tense disebut juga dengan Present Simple. Simple present tense adalah bentuk waktu yang paling sering digunakan khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, simple present tense identik dengan perkataan atau tulisan yang sering digunakan sehari-hari.

#Definisi Simple Present Tense

Berbicara masalah definisi maka jelas berkaitan erat dengan kegunaan simple present  itu sendiri. Simple Present Tense adalah suatu bentuk/pola kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan kejadian sehari-hari (daily activity/daily action), kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan (habitual action), segala hal yang di anggap "benar" menurut umum (general truth) dan berbagai bentuk rutinitas.

Misalnya, pada saat anda berbicara mengenai hal-hal dibawah ini maka gunakanlah pola kalimat Simple Present . Contoh:

  • I always wake up early in the morning (saya selalu bangun pagi-pagi benar).
    Kalimat ini mengandung kejadian, dan waktu terjadinya adalah setiap bangun pagi dan ini selalu terjadi. Sehingga kalimat ini termasuk kebiasan-kebiasaan sehari-hari atau Habitual action, sehingga gunakanlah pola kalimat simple present tense.
    .
  • I like watching TV at night (Saya suka nonton TV dimalam hari).
    Kalimat ini mengandung kejadian sehari-hari dalam bentuk kesukaan. Kalimat ini termasuk kejadian sehari-hari atau daily activities, sehinigga gunakanlah pola kalimat simple present tense.
    .
  • Tiger is an animal. (Harimau adalah seekor binatang).
    Kalimat ini mengandung suatu kebenaran menurut anggapan semua atau banyak orang, sehingga gunakanlah pola kalimat simple present tense.

Lalu, pola kalimat simple present tense bagaimana bentuk dan susunannya?

#Struktur/Pola Kalimat Simple Present Tense.

Dengan mempelajari struktur kalimat Simple Present Tense ini, anda dianggap telah memahami dan menguasai bahasan mengenai: Pola kalimat Dasar Bahasa Inggris dan Bentuk Kalimat Nominal & Verbal. Sebelum mempelajari struktur kalimat-kalimat Simple present tense, adalah penting mengetahui bahwa "sebuah kalimat mesti mengandung suatu pernyataan dan pertanyaan".

Kalimat yang mengandung pernyataan ada 2 jenis:
  1. Kalimat Positif (Positive Sentence)
    Contoh:
    I like an apple (saya suka apel).
    I understand what you want. (Saya mengerti apa yang kamu mau).
    .
  2. Kalimat Negatif (Negative Sentence).
    Contoh:
    Saya tidak suka (I don't like)
    Saya bukan tentara (I am not a soldier).
    Disini dapat jelas terlihat bahwa kalimat negative itu mesti mengandung kata Tidak atau Bukan.
 Sedangkan pertanyaan juga memiliki 2 jenis:
  1. Yes/No Question atau Interrogative Sentence
    Yes/ No Question adalah kalimat yang memerlukan Jawaban berupa: YA atau Tidak/Bukan.
    Kalimat ini disebut juga dengan Interrogative Sentence.
    Contoh:
    Are you a student? (apakah kamu seorang pelajar?)
    Does she agree at me? (Apakah dia setuju denganku?)
    .
  2. Question Word
    Question Word adalah kata tanya dan digunakan untuk bertanya.
    Kata Tanya tersebut antara lain, yaitu:
    .
    • 1. What (Apa / apa yang/ Apa pekerjaan/ Siapa (nama))
      Contoh:
      What's your name? (Siapa namamu?)
      .
    • 2. Where (Dimana/ Kemana)
      Contoh:
      Where is your father now? (dimana ayahmu sekarang?)
      Where do you live? (dimana anda tinggal?)
      Where are you going? (kamu mau pergi kemana?)
      .
    • 3. When (Kapan/ Bilamana)
      Contoh:
      When were you born? (kapan kamu dilahirkan?)
      When will you go home? (kapan kamu akan pulang?)
      .
    • 4. Which (Yang mana)
      Contoh:
      Which one is the best? (yang mana yang terbaik?)
      Which colors do you like, black or white? (Yang mana warna yang kau suka, hitam atau putih?)
      .
    • 5. Who (Siapa/ Siapa yang)
      Contoh:
      Who are you? (siapa kamu?)
      Who spoke to you last night? (siapa yang berbicara padamu tadi malam?)
      .
    • 6. Whom (Siapa/ Siapa yang)
      Contoh:
      Whom do you mean? (siapa yang kau maksudkan?)
      .
    • 7. Whose (Milik siapakah)
      Contoh:
      Whose book is this? (milik siapakah buku ini?)
      .
    • 8. Why (Mengapa)
      Contoh:
      Why do you come late? (Kenapa kamu datang terlambat?)
      .
    • 9. How (Bagaimana/ berapa)
      Contoh:
      How are you? (bagaimana kamu - khabarmu?)
      How do you go to school? (Bagaimana caramu pergi kesekolah?)
      How did you do that? (Bagaimana caramu melakukannya?)
      How far is the town? (Berapa jauh kota kecil itu dari sini?
      .
Adapun struktur kalimat Simple Present Tense itu adalah:

A. Simple Present Tense dalam Pola Kalimat Verbal (Verbal Present Simple)

.
(+) Subject + Present Verb


Ingat! kata kerja present atau present verb ini berwujud Lexical Verb. Kata kerja present disebut juga dengan kata kerja dasar atau Base Verb atau Verb-I atau Bare-Infinitive.
Kata kerja bare-infinitive adalah kata kerja yang tidak berawalan TO.
Contoh: go, do, work, play, learn,. sleep, talk, discuss, write, type, dsb.

Ketentuan bentuk positive verbal simple present tense, sbb:.
.
  • Bila Subject yang digunakan berupa kata ganti orang ketiga seperti: She, He atau It atau berupa nama orang, nama gedung, nama hewan, nama benda seperti: Andi, Rudi, The Cat, A tree, my father, his uncle, stone, dan jumlahnya hanya satu/ tunggal, maka Tambahkan akhiran S/ES dibelakang kata kerja tersebut.
    .
    Contoh:
    I study in the university.
    She works for PT.ABC.
    Andi usually sleeps in the yard.
    The man watches TV in the living room.
    .
    Pada contoh diatas, kata kerja [work], [sleep] dan [watch] ditambah huruf/ akhiran berupa:
    "s" untuk work => works
    "s" untuk sleep => sleeps
    "es" untuk watch => watches.
    Sedangkan subject [I] tidak ditambah akhiran s/es tersebut. Dengan demikian, penambahan s/es pada kata kerja tersebut hanya terjadi dalam kalimat: Positive berbentuk Verbal dalam Pola Kalimat Simple Present Tense.
    .
  • Bila subject yang digunakan berupa: I, You, We, They atau berbentuk Jamak (misal: the cats, two persons, dsb), maka tidaklah ada penambahan akhiran s/es pada kata kerjanya.
    .
    Contoh:
    I study in the university.
    I work for PT.ABC.
    I usually sleep in the yard.
    I watch TV in the living room.
    She and I learn together. (She and I berbentuk Jamak).
    .
    Ketentuan Tambahan atas Akhiran S/ES.
    Pada contoh kalimat positif bersubject She, He atau It diatas, terdapat ketentuan adanya penambahan huruf atau akhiran "S/ES" pada kata kerjanya. Yang menjadi pertanyaan adalah: "Kapan harus menambah akhiran "ES" dan kapan bila hanya akhiran "S" saja?.
    .
    (a) tambahkanlah akhiran "ES" jika huruf terakhir pada kata kerja tersebut berupa huruf-huruf -s, -ss, -x, -sh, -ch, beberapa kata kerja dengan huruf terakhir -o, misalnya: miss, fix, wash, watch, go, do, dsb.
    Contoh:
    He misses me.
    She fixes the schedule.
    My mother washes the clothes.
    The boy touches the wet painted wall.
    She goes alone.
    Rudi does it by himself.
    .
    Selain akhiran-akhiran pada kata kerja tersebut diatas, cukup tambahkan akhiran "s" pada kata kerjanya.
    Contoh:
    He talks to me.
    Shinta repairs the car., .......... dsb.
    .
Ketentuan bentuk negative verbal simple present tense, sbb:.
.
  • Bila kalimat verbal bentuk positive dalam simple present tense diubah kebentuk negative maka Hilangkan semua akhiran S/ES pada kata kerja tersebut.
  • Dalam pembentukkan kalimat Negative Verbal Simple Present Tense ini, gunakanlah kata bantu (auxiliary) DO + NOT untuk subject: I, You, We, They dan padanannya. Sehingga menjadi:
    .
    Subject (I,you,we,they/padanannya) + DO + NOT + VERB
    .
    Misalnya:
    I do not know. (saya tidak tahu)
    Atau, I don't know. (saya tidak tahu).
    .
    Catatan: Do + Not dapat disingkat menjadi: Don't.
    .
  • Bila subjectnya berupa: He, She, It atau padanannya, maka gunakan kata bantu (auxiliary) DOES + NOT.
    .
    Subject (She,he,it/padanannya) + DOES + NOT + VERB
    .
    Misalnya:
    She does not understand. (Dia tidak mengerti)
    Atau, She doesn't understand. (Dia tidak mengerti)
    .
    Perhatikan kata kerja yang [know] dan [understand]. Keduanya tidak lagi menggunakan akhiran S/ES walaupun bersubject [She]. Ketentuan dalam bentuk dihilangkannya akhiran S/ES pada kata kerja ini juga berlaku dalam kalimat Interrogative/Pertanyaan.
    .
Ketentuan bentuk interrogative verbal simple present tense, sbb:.
.
  • Dalam pembentukkan kalimat Interrogative Verbal Simple Present Tense ini, maka Letakkanlah kata bantu DO atau DOES diawal kalimat. Ingat! penggunaan kata bantu DO atau DOES ini tetap bergantung pada Subjectnya seperti dalam kalimat negative.
    .
    DO + Subject (I,you.we,they/padanannya) + VERB ?

    DOES + Subject (He, she it/padanannya) + VERB ?

    .
    Contoh:
    Does she understand? (apakah dia mengerti?)
    Do they need it? (apakah mereka membutuhkannya?)
    .
    Perhatikan bahwa dalam kedua kalimat diatas, kata bantu DOES digunakan oleh karena subjectnya berupa: [she] dan akhiran S/ES pada kata kerja [understand] dihilangkan. Juga perhatikan pada kalimat pertanyaan yang kata bantu berupa DO digunakan.
    .

B. Simple Present Tense dalam Pola Kalimat Nominal (Nominal Present Simple)

.
Seperti bahasan mengenai Kalimat Nominal yang lalu bahwa kalimat nominal menggunakan BE sebagai kata kerja bersama-sama dengan Complement (pelengkap).
Be yang digunakan dalam Simple Present Tense ini disebut Be-Present yakni:
  1. Is (Bila bersubject: She, He, It atau padanannya - seperti; ani, the woman, my boy, dsb)
  2. Am (Khusus subject I)
  3. Are (Bila bersubject: You, We, They dan padanannya - seperti, Rina and Iwan, You and I, the leaves, many people, dsb)

    Contoh penggunaan BE tersebut dalam kalimat simple present tense:
    .
  • He is kind.
  • I am sleepy.
  • They are happy.

Tidak hanya pada kalimat Verbal, kalimat Nominal Simple Present Tense pun memiliki pola kalimat Positive, Negative dan Pertanyaan, sbb:

Kalimat Positive Nominal Simple Present Tense:

.
Subject + BE + Complement
.
Contoh:
Irsyad and Yudi are late.
.
Tambahan:
BE bisa disingkat bila digabungkan dengan subject, sbb:
I am = I'm
You are = You're
We are = We're
They are = They're
He is = He's
She is = She's
It is = It's
.

Kalimat Negative Nominal Simple Present Tense:

.
Subject + BE + NOT + Complement
.
Contoh:
Irsyad and Yudi are not late.
.
Tambahan:
BE dalam kalimat negative dapat disingkat (bila digabungkan dengan subject):
I am not = I'm not
You are not = you're not = you aren't
We are not = we're not = we aren't
They are not = they're not = they aren't
He is not = he's not = he isn't
She is not = She's not = She isn't
It is not = it's not = it isn't.
.
Catatan:
Menyingkat BE dengan Subjectnya - baik dalam kalimat positive maupun negative tidaklah merubah arti, kedudukan dan fungsi kalimat itu sebagai bentuk kalimat simple present tense.
.

Kalimat Interrogative Nominal Simple Present Tense:

.
BE + Subject + Complement (?)
.
Contoh:
Are Irsyad and Yudi late?
Dalam hal ini, pertanyaan ini harus dijawab dengan Yes atau No. Sehingga pertanyaan ini disebut dengan Yes/No Question.

Simple Past

Pengertian dan Kegunaan Simple Past 

Simple Past Tense adalah Tenses (Bentuk Waktu) yang berkenaan dengan hal-hal yang terjadi (baik berupa perbuatan, tindakan, perkataan, situasi, kondisi maupun pemikiran) dimasa yang lalu/lampau (past time). Simple Past  berbicara tentang segala sesuatu yang telah sempurna terjadi. Sempurna disini maksudnya bahwa adalah tidak mungkin sesuatu itu akan kembali dimasa kini (present time) atau yang akan datang (future time). Jadi, pola kalimat-kalimat simple past tense itu harus mengandung hal-hal yang telah sempurna terjadi.

Contoh:
Saya sakit kemarin ( I was ill yesterday).

Kalimat simple past tersebut mengandung makna (interpretasi) sebagai berikut:
Kejadian dalam bentuk "sakit" telah terjadi pada "saya" "kemarin". Dan, sekarang (present time), saya tidak sakit lagi alias sudah sembuh. Dengan kata lain, pernyataan lampau berupa [I was ill yesterday] telah sempurna terjadi dan tidak ada kaitannya dengan sekarang ini, atau sampai sekarang.

Jadi, bila kita ingin mengatakan Suatu kejadian, perbuatan, tindakan, pendapat, impian, keinginan, pernyataan, kondisi, situasi maupun pemikiran yang pernah ada/terjadi dimasa yang lampau, maka gunakanlah Pola kalimat Simple Past .

#Simple Past Determiners

Simple Past Tense memiliki determiner-nya sendiri. Dengan adanya determiner simple past ini, kita dapat mengetahui bahwa itu adalah pola kalimat Simple Past Tense.
Adapun determiner simple past tense itu adalah:
  1. Digunakannya BE-Past dalam pola kalimat Nominal.
  2. Digunakannya Kata Kerja Bentuk Kedua (Verb-II) - baik berupa Regular Verb maupun Irregular Verb - dalam pola kalimat Verbal.
  3. Digunakannya Adverb of Time (misalnya: yesterday, last week, a year ago, dsb).

Adapun yang menjadi inti determiner yang harus menjadi fokus perhatian anda yaitu: Be dalam bentuk past dan kata kerja. Membaca pola kalimat dan penanda pada simple present tense sebelumnya, be-present digunakan untuk simple present tense dan simple present menggunakan kata kerja bentuk pertama (verb-1). Sedangkan Simple Past Tense menggunakan: Be-past dan Verb-2.

Be-past tersebut yakni: Was dan Were. Be [Was] digunakan bila subjectnya berupa: [I], [He], [She] dan [It], sedangkan be [Were] khusus untuk subject: [You], [We] dan [They].
Kata kerja kedua disebut juga dengan Past Form Verb (bila diterjemahkan: Kata Kerja Bentuk Kedua) yang sering disingkat Verb-II. Verb-II ini tercantum dalam bahasan Regular & Irregular Verb. Kata Kerja kedua ini digunakan untuk seluruh jenis subject tanpa terkecuali. Perhatikan bagaimana pola kalimat simple past tense berikut ini.

#Pola Kalimat Simple Past Tense

Seperti yang terjadi pada bahasan Simple Present Tense, Simple Past Tense pun memiliki 2 pola kalimat dasar, yaitu:
  1. Nominal Simple Past, dan
  2. Verbal Simple Past
 

ad.1. Nominal Simple Past

Seperti pada uraian diatas, Kalimat Nominal Simple Past Tense menggunakan to be jenis be-past yakni: was dan were. Dan, kapan kita menggunakan [was] dan kapan [were] jelas bergantung pada apa subject yang sedang dipakai sekarang.

  • Pola kalimat Positive Nominal Simple Past


Subject + Be-past + Complement

Contoh:
I was still young. (Saya masih muda waktu itu).
I was ill yesterday (Saya sakit kemarin) -> berarti sekarang (present time) sudah sembuh/tidak sakit lagi.
She was the winner of a game. (Dia adalah pemenangnya dalam suatu pertandingan).
They were 10 altogether (Mereka semua ada 10 orang).

  • Pola kalimat Negative Nominal Simple Past

Untuk membuat kalimat negatif nominal simple past, gunakan NOT setelah be-past.

Subject + Be-past + NOT + Complement

Contoh:
I was not old yet.(Saya belum tua waktu itu).
You were not ready for the game. (Kalian tidak siap untuk - mengikuti - pertandingan itu - waktu itu)

  • Pola kalimat Pertanyaan (Interrogative) Nominal Simple Past

Untuk membuat kalimat pertanyaan ini, gunakan Be-past diawal kalimat, atau didepan Subjectnya.

Be-past + Subject + Complement ?

Contoh:
Were you late yesterday? (Apakah kamu terlambat kemarin?)
Was he qualified enough for the contest? (Apakah dia cukup memenuhi syarat mengikut kontes tersebut?)

Tambahan:
Bila be-past dan subject digabung dapat disingkat dengan ketentuan sbb:
I was = I was (Khusus subject I tidak dapat disingkat/tetap)
You were = you're
We were = We're
They were = They're
He was = he's
She was = she's
It was = It's

  • Bagaimana cara membedakan antara singkatan pada Simple Past dan Simple Present?
Untuk hal ini, dapat diketahui dari 2 hal:
  1. Adverb of time  (Kata keterangan waktu)
    Contoh:
    She's late yesterday (Dia terlambat kemarin) => Simple Past
    She's late now (Dia terlambat sekarang) => Simple Present.
    Catatan: Ungkapan [she's late now] dapat diartikan secara bebas: "Agaknya, dia telat kali ini".
    .
  2. Diketahui dari kalimat sebelum atau sesudahnya.
    Bila dalam kalimat itu tidak terdapat Adverb of time, maka lihat dan teliti kalimat-kalimat sebelumnya atau sesudahnya.
    Contoh:
    She's late. She came when the party was beginning. (Dia terlambat. Dia datang ketika pesta sedang dimulai).
    Dalam kalimat ini, kalimat [She's late] adalah Nominal Simple Past. Hal ini ditekankan oleh kalimat seterusnya, yakni: [She came when the party was beginning].
    .
    .

ad.2. Verbal Simple Past

Kalimat Verbal Simple Past adalah sebuah kalimat dimana didalamnya hanya ada Lexical Verb dalam bentuk Kata Kerja ke dua (Verb-II).

Kalimat Positive Verbal Simple Past

Kalimat Positive Verbal Simple Past menggunakan Kata Kerja bentuk kedua, baik kata kerjanya itu berupa Regular Verb maupun Irregular Verb.

Subject + Verb II

Contoh:
I worked for CV.Appacybernet (Saya dulu/pernah bekerja di CV.Appacybernet)
She tore the paper.( Dia dulu/pernah merobek kertas itu).

Dalam contoh diatas dapat kita ketahui bahwa kalimat itu berbentuk Verbal Simple Past dengan pola Kalimat Positive, oleh karena digunakannya kata kerja kedua didalamnya, misalnya: worked, tore, dsb.

Kalimat Negative Verbal Simple Past

Pada saat kita akan mengutarakan sesuatu dalam bentuk kalimat Negative dalam Pola Verbal di Tenses Simple Past, maka Gunakan kata bantu (auxiliary) DID. Jadi, kata bantu [did] hanya digunakan dalam kalimat Verbal Simple Past (baik negative maupun pertanyaan/interrogative).

Subject + Did not + Verb-I
 
Contoh:
I did not work for CV.Appacybernet.

Dalam contoh diatas, kita menggunakan kata bantu [did] yang ditambah dengan NOT untuk membuat kalimat negative verbal simple past dengan ketentuan bahwa Kata Kerja kedua - yang bila dalam kalimat Positive Verbal Simple Past adalah berbentuk kata kerja kedua - Harus diubah ke bentuk kata kerja pertama atau verb-present/verb-I.
Catatan:
Kata bantu [did] dan NOT dapat disingkat menjadi: [didn't].

 .

Kalimat Interrogative/Pertanyaan Verbal Simple Past

 Dalam membuat kalimat pertanyaan/interrogative, maka letakkan kata bantu [Did] diawal kalimat tersebut dengan ketentuan: Kata kerja kedua diubah ke kata kerja bentuk pertama.

Did + Subject + Verb-I?

Contoh:
Did you come early yesterday? (Tidakkah kamu datang lebih awal kemarin?)
Perhatikan bahwa, kata bantu [did] digunakan untuk seluruh jenis subject tanpa terkecuali.


Present Continuous

Pengertian dan Kegunaan Present Continuous 

Present Continuous Tense disebut juga dengan Present Progressive  yang digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung di waktu present atau sekarang. Present Continuous Menggunakan Be-Present sebagai Kata Bantu dalam pembentukkan pola kalimatnya.

Fokus pembelajaran present continuous tense ini harus diarahkan pada 2 (dua) hal pokok:
  1. Auxiliary

    Auxiliary yang digunakan dalam pembentukkan Present Continuous Tense ini adalah: be-present, yang anggotanya terdiri atas 3 jenis be, yakni: Am, Is dan Are. Masing-masing anggota be-present tersebut digunakan berdasarkan subjectnya.
    Misalnya:
    .
    • Bila subjectnya berupa: I, maka gunakanlah be-present AM.
    • Bila subjectnya berupa: You, We atau They atau padanannya, maka gunakanlah be-present ARE, dan
    • Bila subjectnya berupa: He, She atau It atau padanannya, maka gunakanlah be-present IS.
      .
    Ketentuan ini bersifat mutlak sebagai bentuk kaidah atau aturan Grammar Bahasa Inggris (English Grammar).
    .
    Dikarenakan auxiliary be-present digunakan sebagai "alat" untuk membantu pembentukkan tense Present Continuous Tense, maka auxiliary be-present ini bisa disebut sebagai verb auxiliary (kata bantu kata kerja). Dalam hal ini, kata kerjanya berupa: Verb-Ing.
    .
  2. Verb

    Kata kerja (Verb) yang digunakan dalam pembentukkan Present Continuous Tense ini adalah Kata Kerja Present Participle yang disebut juga dengan Verb-Ing atau Ing Form Verb, yaitu kata kerja dasar (Bare-infinitive/ Infinitive) yang ditambah akhiran (Suffix) berupa: -Ing.
    Contoh:
    .
    Go + ing > going
    Send + ing > sending
    Walk + ing > walking
    Speak + ing > speaking, dsb.
    .
Selanjutnya, pembentukkan pola Kalimat Present Continuous Tense ini terjadi dengan penggabungan kedua unsur pokok tersebut, yakni: Be-present + Present Participle.

Be-present + Present Participle


Contoh:
I am speaking English. (speaking = present participle)
She is talking to me now. (talking = present participle)
They are singing together. (singing = present participle)

Seperti pada bahasan yang lalu mengenai Bentuk Pola Kalimat Dasar dalam Bahasa Inggris, bahwa kalimat dasar itu (menurut pelg-grammar.blogspot.com) ada 2 jenis; Kalimat Nominal (Nominal Sentence) dan Kalimat Verbal (Verbal Sentence).
Seperti pada Simple Present dan Simple Past, Present Continuous pun memiliki 2 jenis pola itu.


Pola Kalimat Present Tense sebagai Bentuk Kalimat Verbal


Tidak seperti kalimat simple present atau simple past dan sejenisnya, tenses serba continuous/progressive memanfaatkan gabungan antara be-present dan kata kerja jenis present participle sebagai bentuk Pola Kalimat Verbal. Dengan demikian, seakan-akan present continuous (atau seluruh jenis tenses yang ada Continuous/Progressive Tense-nya) tidak memiliki kalimat nominal.

Kalimat nominal pada tenses serba continuous adalah kembali kebentuk kata bantu yang mendasari pembentukkan pola kalimat verbal-nya. Bila be-present sebagai kata bantu pembentukkan pola verbal itu, maka simple present bentuk nominal-lah yang menjadi pola kalimat nominal present continuous. Demikian pula pada past continuous, future continuous, perfect continuous, dsb.

Contoh:

Pola Kalimat Verbal - Present Continuous: 

Irsyad is calling his grandpa.

Pola Kalimat Nominal - Present Continuous:

Irsyad is happy.

--> Be-present "IS" dalam kalimat nominal ini berkedudukan/berfungsi sebagai kata kerja (Structural Verb). Lihat bahasan yang lampau mengenai Structural & Lexical Verb. Sebutan atas kalimat verbal di tenses "present continuous" ini mesti mencakup: penggunaan be-present dan verb-ing (present participle).

Pola Kalimat Negative - Present Continuous Tense

Bentuk kalimat negative di present continuous Tense ini ditandai dengan penambahan NOT setelah be-present. Lihat kembali bahasan seputar Simple Present Tense.

BE + NOT + PRESENT PARTICIPLE

Contoh:
I am not having meal now.
She is not planting a flower.
They are not still discussing the case.

Pola Kalimat Interrogative - Present Continuous Tense

Bentuk kalimat interrogative/ pertanyaan di present continuous Tense ini ditandai dengan meletakkan be-present didepan kalimat atau didepan subject.




BE + SUBJECT + PRESENT PARTICIPLE ?

Contoh:
Are you doing anything?
Is she having a meeting right now?
Am I talking to you?

Adverb of Time didalam Present Continuous Tense


Penggunaan adverb of time didalam present continuous tense sering kali diletakkan di akhir kalimat, seperti;
I am working at the company now.
Penggunaan adverb of time dapat diletakkan:
  • Awal Kalimat
    Contoh: Now I am working at the company.
    .
  • Didepan Kata Kerja.
    Contoh: I am now working at the company.
    .
  • Diakhir Kalimat
    Contoh: I am now working at the company.
    .

Contoh adverb of time yang sering di gunakan dalam Present Continuous Tense, yakni:
now, right now (right disini bentuk penegasan), at present, at this moment, currently.

Catatan atas Pengertian dan Kegunaan Present Continuous Tense.
Penggunaan present continuous tense dalam suatu konteks (kalimat atau percakapan) tidak mutlak "Detik ini juga sedang terjadi sesuatu". Makna "Present" mengacu pada suatu kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Dengan kata lain, tidak harus/mutlak kejadian itu detik ini juga terjadi.

Present Continous Tense digunakan Dalam suatu proses kejadian.
Contoh:
The machine is processing the data.

Pada contoh ini, mesin tersebut dioperasikan setiap hari hingga waktu yang ditetapkan untuk berhenti. Pada saat pernyataan [the machine is processing the data] diucapkan, proses itu masih berlanjut walaupun telah berlangsung dari waktu lampau.
Karena alasan inilah kenapa penggunaan present perfect continuous tense dan present continuous tense dianggap memiliki pengertian yang sama untuk contoh kasus diatas. Sehingga, kedua kalimat ini mengandung makna dan fungsi yang sama didalam menyatakan suatu proses kejadian:.
  • The machine has been processing the data.
  • The machine is processing the data.

Contoh lain sbb:
Mr.Irsyad is working at the company now.

Kalimat itu mengandung 2 pengertian:
  1. Detik ini juga bisa saja Bapak Irsyad sedang bekerja di perusahaan itu.
  2. atau, hingga saat ini (now) Bapak Irsyad masih bekerja dan berstatus tenaga kerja, karyawan atau manager di perusahaan itu, walaupun Bapak Irsyad saat ini sedang berada dirumah.
Perhatikan contoh percakapan berikut ini:
Linda: What is your occupation? Who do you work for?
Mr.Irsyad: I'm a Financial Manager. I am working for PT.SITUS.COM now.

Pola Present Continous Tense dapat juga digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akan (dan sedang berlangsung) dimasa yang akan datang. Ingat! ini POLA kalimat present continuous tense dan bukan Future Tense atau Future Continuous Tense.

Contoh:
Shinta is leaving tomorrow morning. (Saya akan berangkat besok pagi).

Dalam kalimat tersebut memberi pengertian pada kita bahwa Shinta berencana akan berangkat besok dan untuk itu, misalnya, malam ini, ia tengah mempersiapkan keberangkatannya tersebut. Dalam contoh kasus ini, kita tidak sedang berbicara fungsi dan kedudukan tenses tapi lebih mengarah ke POLA KALIMAT yang menggunakan pola present tense didalam menyatakan suatu proses yang saat ini sedang terjadi akan tetapi belum terjadi secara ril. Dengan kata lain, saat ini sedang dalam proses.

Penggunaan pola kalimat tersebut memberi pengertian akan suatu rencana pasti atau mengandung kepastian. Yang jelas ini berbeda dengan Future Tense, seperti: "Rudi will be there tomorrow." yang memberi pengertian bahwa, Rudi bisa berada disana besok atau Rudi akan menunda atau membatalkannya. Kepastian akan beradanya Rudi disana besok sama dengan batalnya rencana untuk berada disana besok. Disini dapat kita simpulkan bahwa Future Tense mengandung kepastian 50% dan ketidakpastian juga sebesar 50%.

Kesimpulan:
Dengan melihat uraian rinci diatas dapat kita simpulkan bahwa Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang berkaitan/berkenaan dengan:
  • kejadian yang detik ini juga sedang terjadi/berlangsung atau still in progress.
  • kejadian yang terjadi dalam proses - dan telah dimulai dari waktu yang lampau.
  • kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang dan mengandung kepastian.

Simple Future

Memahami Makna "Future" pada Simple Future 

Kata "Future" identik dengan sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang (Future Time). Makna "yang akan datang" dapat ditafsirkan sebagai berikut:
  • besok
  • minggu depan
  • 2 hari yang akan datang
  • 6 bulan lagi
  • bahkan, 5 menit lagi, dsb

artinya, anda dapat menggunakan kata-kata yang mengandung hal-hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang bahkan dengan kata-kata: "10 detik lagi".
Misalnya:

Saya akan menyebut namamu 10 detik lagi dari sekarang.
(I will mention your name 10 seconds later from now).

Kalimat diatas tetaplah mengandung sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang. "Masa yang akan datang" dalam contoh kalimat diatas adalah: "10 detik lagi" (bahkan 1 detik lagi :p ).

#Kata Keterangan Waktu yang biasa digunakan dalam Simple Future Tense

Apa saja kata keterangan atau kata-kata yang sangat sering digunakan dalam Simple Future Tense?
  1. Kata Keterangan Waktu "Tomorrow"
    Disini, tomorrow diartikan: besok.
    Anda dapat menambahkan kata lain setelah kata "tomorrow", semisal: tomorrow morning, tomorrow evening, dsb.
    .
  2. Kata Keterangan Waktu "Later"
    Later diartikan "nanti", "kemudian" atau "lagi".
    Contoh:
    I will call you later (Saya akan menelpon anda nanti).
    2 days later (2 hari kemudian).
    3 minutes later (3 menit lagi).
    Khusus untuk contoh kedua dan ketiga, ditulis dengan format/rumus:
    Angka + hari/minggu/bulan/tahun + later
    Angka + detik/menit/jam + later
    .
  3. Kata Keterangan Waktu "..... after ....
    kata keterangan waktu yang didalamnya mengandung kata ............ after .......... dapat digunakan didalam mengungkapkan sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
    Contoh:
    2 hari setelah minggu depan.
    Contoh dalam kalimat:
    I will visit your house 2 days after next week.
    (Saya akan mengunjungimu 2 hari setelah minggu depan).
    Contoh lain:
    I will visit your house 2 days later.
    (Saya akan mengunjungimu lusa nanti).
    .
  4. Kata Keterangan Waktu "Next"
    Kata "Next" dapat digunakan didalam tenses Simple Future Tense ini.
    Format penulisannya yaitu:
    Next + Nama waktu
    Nama waktu yang dimaksud diatas bisa berbentuk: hari, minggu, bulan, tahun
    Contoh:
    I will tell you the news next monday.
    (Saya akan memberitahumu berita itu senin depan/yang akan datang).
    .

#Kegunaan Simple Future Tense

Simple Future Tense atau Future Simple biasa digunakan pada saat kita ingin menyatakan/mengungkapkan suatu kejadian atau maksud yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Makna "yang akan datang" atau Future Time ini  dapat disimak pada bahasan diatas.

Untuk mengungkapkan kalimat yang mengandung kejadian dimasa yang akan datang tersebut, kita tidak hanya menggunakan Kata Keterangan Waktu (Adverb of Time) akan tetapi, yang paling penting adalah penggunaan kata bantu berupa Will/Shall dan Kata Kerja yang mengikutinya. Berikut ini akan dijelaskan bentuk-bentuk atau pola-pola kalimat yang ada didalam Simple Future Tense.

Kalimat Nominal Simple Future Tense

Pola kalimatnya adalah:

Subject + Will/Shall + be + Complement

Contoh:
They will be here tomorrow.
(Mereka akan kesini besok)

Kalimat Verbal Simple Future Tense

Pola kalimatnya adalah:

Subject + Will/Shall + Bare Infinitive

Contoh
We shall help you next month.
(Saya akan membantumu bulan depan).

#Penjelasan mengenai Pola Kalimat Simple Future Tense

Dalam Pola Kalimat Nominal Simple Future Tense, kita menggunakan kata bantu Will atau Shall + BE + Complement yang merupakan ciri khas kalimat nominal. Complement (pelengkap) ini dapat berupa Noun, Noun Phrase, Pronoun, Adjective atau Adverb. Dalam contoh diatas, complementnya menggunakan Adverb of place berupa "here".

Jadi, adalah SALAH bila posisi complement diatas diisi dengan verb seperti berikut ini:
I will be study (SALAH).

Pada kalimat nominal tersebut, "BE" berkedudukan dan berfungsi sebagai Kata Kerja Structural (Structural Verb). Sedangkan dalam pola kalimat Verbal Simple Future Tense, digunakan kata kerja Lexical atau Lexical verb.

Catatan: Penggunaan Will atau Shall (yang bermakna: "akan") ini berdasarkan subjectnya (English British), dimana I dan We menggunakan kata bantu Shall dan subject You, They, He, She dan It menggunakan kata bantu Will. Akan tetapi dalam Bahasa Inggris Amerika (American English), kita dapat menggunakan kata bantu WILL untuk seluruh subject.

Pola Kalimat Negative & Interrogative Nominal Simple Future

(+) Subject + will/shall + be + complement.
(-) Subject + will/shall + not + be + complement.
(?) Will/Shall + Subject + be + complemement ?

Contoh:
(+) I will be at school tomorrow.
(-) I will not be at school tomorrow.
(?) Will you be at school tomorrow?


Pola Kalimat Negative & Interrogative Verbal Simple Future

(+) Subject + will/shall + Bare Infinitive
(-) Subject + will/shall + not +  Bare Infinitive.
(?) Will/Shall + Subject +  Bare Infinitive ?

Contoh:
(+) I will attend the meeting tomorrow.
(-) I will not attend the meeting tomorrow.
(?) Will you attend the meeting tomorrow?

Catatan:
Penggunaan Will/Shall dapat disingkat/dipendekkan sebagai berikut:
  • Dengan subjectnya: I'll,You'll,They'll,We'll,She'll,He'll dan It'll.
  • Will + Not atau Shall + Not > won't atau shan't
    Contoh:
    I'll come with you.
    I won't believe him.
    We shan't be wrong. 

 Kata bantu Will/Shall disebut sebagai kata bantu dalam pembentukkan pola tenses Simple Future Tense baik dalam bentuk Nominal maupun Verbal.
Kata bantu tersebut sebenarnya merupakan anggota dari kata bantu Modal Auxiliary atau kata bantu Modal dengan anggota-anggota sebagai berikut:
  • will (akan)
  • may (boleh/mungkin)
  • can (dapat/bisa/mampu)
  • must (harus/pasti)
Dalam penggunaannya (di simple future tense) kata bantu will/shall  tersebut mengandung pengertian sebagai berikut. Kata bantu ini mengandung 2 interpretasi dasar yakni:
  • Kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang
  • Kejadian yang pasti dilakukan sebesar 50% dan mustahil sebesar 50% juga.
Dengan ilustrasi tersebut Simple Present Tense yang didalamnya terdapat penggunaan will/shall mengandung makna ketidakpastian dengan kata lain, pasti (50%) dan tidak-pasti (50%).
Contoh:

I will attend the meeting soon (Saya akan menghadiri pertemuan itu segera.)

Kalimat diatas mengandung pengertian:
  • Menghadiri pertemuan = 50%
  • Tidak menghadiri pertemuan = 50%.

Present Perfect

Secara sekilas dan mendasar, present perfect  adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang telah terjadi. Makna "telah" disini memberi interpretasi dimana terdapat suatu kejadian dimasa yang lampau (past time) tapi masih berkaitan erat dengan masa sekarang (present tense).

Definisi & Kegunaan Present Perfect Tense


Present Perfect Tense digunakan untuk:
  1. Menyatakan kejadian yang telah dimulai diwaktu lampau dan masih berlanjut hingga sekarang.
    Jadi ada hubungan antara Past Event (Kejadian lampau) dan Present Event (Kejadian sekarang).
    Contoh:
    Saya telah menikah selama hampir 5 tahun. (I have got married for nearly 5 years).
    .
  2. Menyatakan sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang hingga saat ini (masih melakukannya).
    Contoh:
    Saya telah bermain gitar sejak saya berusia 7 tahun (dan sampai sekarang masih bermain gitar).
    (I have played guitar ever since I was 7 years of age.)
    .
  3. Menyatakan suatu kejadian yang PERNAH dilakukan.
    Note: Disini kita menggunakan kata "ever" sebagai terjemahan dari kata "pernah"
    Contoh:
    I have ever been to Bali (Saya pernah ke bali).
    .
  4. Menyatakan suatu kejadian yang telah terjadi (dan selesai) dimasa yang lampau tetapi kita merasa "PENTING" untuk menyatakannya sekarang.
    Contoh:
    Kemarin saya tidak bisa masuk kerumah. Soalnya kuncinya hilang.
    (Yesterday, I didn't get in my house. I have lost my keys.)
    .
Berdasarkan definisi dan contoh diatas kita dapat meyakini bahwa Present perfect tense dapat kita gunakan bilamana kita hendak menyatakan suatu kejadian yang telah / pernah / rutin terjadi / telah dimulai dimasa yang lampau akan tetapi masi berhubungan/ masih berjalan hingga dimasa sekarang (present).

Definisi diatas menjadi jelas perbedaan antara Present perfect tense dan Simple Past Tense. Jika present perfect tense berbicara tentang kejadian lamppau dan masi berlanjut hingga saat ini atau ada hubungannya dengan masa sekarang, maka simple past tense berbicara tentang kejadian yang sudah selesai dan tidak berkaitan dengan kejadian masa sekarang.

Perhatikan Ilustrasi berikut ini:

Present Perfect Tense VS Simple Past Tense

Pola Kalimat Present Perfect Tense

Seperti pada bahasan yang lampau mengenai bentuk kalimat dasar bahasa Inggris, maka Present perfect Tense memiliki 2 (dua) jenis kalimat dasar itu, yakni:

Pola Kalimat Verbal Present Perfect Tense

Dalam membentuk kalimat verbal di Present perfect Tense, kita menggunakan kata bantu Have/Has + Kata Kerja bentuk ke-3 atau Past Participle.

  1. Bila subjectnya berbentuk: I, you, we, they atau padanannya, maka pola kalimatnya adalah:

    Subject + Have + Past Participle

    Contoh:
    I have worked for 2 years.
    .
  2. Bila bersubject: He, she, it atau padanannya, maka pola kalimat verbal present perfect tense menjadi:

    Subject + Has + Past Participle

    Contoh:
    She has gone since I was a child.
  • Dalam bentuk Kalimat Negative Present Perfect Tense, letakkan NOT setelah kata bantu Have atau Has, sehingga menjadi sbb:
    • Have + Not atau disingkat: Haven't.
    • Has + Not atau disingkat: Hasn't.
      .
      Contoh:
      I haven't ever studied English language. (saya belum pernah belajar bahasa Inggris).
      .
  • Dalam bentuk Kalimat Interrogative Present Perfect Tense, letakkan Kata Bantu Have/Has diawal kalimat sehingga menjadi sbb:
    Contoh:
    Have you gone to Semarang recently? (Pernahkah anda pergi ke Semarang belakangan ini?).
  •  

Pola Kalimat Nominal Present Perfect Tense

Dalam pembentukkan Kalimat Nominal Present Perfect Tense, kita menggunakan be dalam bentuk Been, yang merupakan ciri khas be dalam perfect tense. Been disebut juga sebagai be-perfect. Berikut ini adalah pola kalimat mengandung been dalam Kalimat Nominal Present Perfect Tense.
 

Pola Kalimat Positive Nominal Present Perfect Tense

Subject + Have/Has + Been + Complement

Contoh:
She has been here for 3 hours.

Pola Kalimat Negative Nominal Present Perfect Tense

Subject + Have/Has + NOT + Been + Complement

Contoh:
She hasn't been here for 3 hours.

Pola Kalimat Positive Nominal Present Perfect Tense

Have/Has + Subject + Been + Complement?

Contoh:
Has she been here?

Mengenal Adverb of Time/Frequency di Present Perfect Tense

Present perfect tense sering menggunakan kata keterangan waktu sbb:
Since .............. (sejak ..............)
Ever since ............ (sejak .......)
For ... (selama .........)
During .... (selama ......)
In + nama bulan/tahun, misal: in 1997, in October
lately (akhir-akhir ini, belakangan ini)
recently (akhir-akhir ini, belakangan ini)


    Past Continuous

    Past Continuous 

    Past Continuous Tense disebut juga Past Progressive Tense - digunakan pada saat kita ingin mengungkapkan suatu kejadian yang sedang dilakukan dimasa yang lampau.

    Contoh:
    Saya sedang membaca sebuah buku saat itu.
    (I was reading a book at that time).

    Menyimak kalimat yang mengandung Past Continuous Tense diatas, kalimat [I was reading a book at that time] memberi kesan pada kita bahwa kejadian itu belum selesai (unfinished action atau incomplete action) yang terjadi dimasa lampau oleh karena tidak diketahui apa yang terjadi setelah membaca buku itu.

    Past continuous tense sering dikaitkan dengan kejadian lain yang terjadi hampir bersamaan.

    Contoh:
    Saya sedang membaca sebuah buku ketika Andi mengetuk pintu.
    (I was reading a book when Andi knocked the front door.)

    Dari contoh diatas kita menemukan 2 kalimat:
    1. Saya sedang membaca sebuah buku (Past Continuous Tense).
    2. Andi mengetuk pintu. (Simple Past Tense)

    Kedua kalimat itu terjadi secara hampir bersamaan. kejadian [sedang membaca] telah terjadi sebelum pintu diketuk dan masih terjadi pada saat pintu diketuk - yang keduanya terjadi dimasa lampau.

    Contoh lainnya:
    '... pada saat saya ngobrol dengan teman saya, sejenak saya teringat kejadian dimasa lalu pada jam sekarang, tanggal sekarang, hari sekarang, saya pernah berbaring dipantai kuta bali dimasa lampau.'

    Kemudian, dari cerita tersebut saya berkata:
    'Hari ini hari minggu. Saya jadi teringat kejadian tahun lalu. Waktu itu, saya tengah berbaring di pantai Kuta di Bali. Lalu, seseorang menghampiri saya.

    Sesuai konteks kejadian diatas, maka kita gunakan kalimat Past continuous tense:

    Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali.

    Kemudian kejadian lain yang terjadi secara hampir bersamaan pada saat kejadian [sedang berbaring] terjadi:

    Last year, at this time, I was lying on Kuta beach in Bali when someone came to me.

    Dari kalimat terakhir kita menemukan 2 kalimat berbeda:
    1. Past continuous tense (I was lying on Kuta beach ...)
    2. Past Simple atau Simple Past Tense (Someone came to me)

    Pola Kalimat Past Continuous Tense

    Subject + Was/Were + Past Participle

    Kalimat Past Continuous Tense membutuhkan Kata Bantu BE (Auxiliary) dalam bentuk Past atau Be-Past berupa: [Was] dan [Were], dimana Kata Bantu:

    was => untuk subject I, She, He dan It (atau padanannya)
    were => untuk subject You, we dan they (atau padanannya).

    Pola Kalimat Negative & Interrogative Past Continuous Tense

    Dalam pembentukkan pola kalimat negative past continuous, hanya letakkan NOT dibelakang kata bantu (auxiliary) BE-PAST sehingga menjadi:

    was not
    were not

    atau disingkat menjadi:

    wasn't
    weren't

    Sama halnya dalam pola kalimat Nominal Simple Past Tense dibahasan yang lalu.

    Subject + Was/Were + NOT + Past Participle

    Contoh:
    I wasn't cooking at the time he called me last night.  I was watching TV program.
    (Saya tidak sedang memasak saat dia menelponku kemarin malam. Saya justru sedang menonton program TV).

    Dalam pembentukkan kalimat interrogative past continuous, letakkan BE-Past diawal kalimat atau didepan subject-nya.
    Contoh:

    Was/Were + Subject + Past Participle?

    Were you staying in and watching TV program when the man broke the window?
    (Apakah kamu lagi dirumah dan nonton program TV waktu pria itu memecahkan jendela rumahmu?)

    Kalimat Past Continuous tense sering sekali diikuti atau didahului oleh kalimat Simple Past. Ini bertujuan untuk memberikan informasi lengkap saat-saat sesuatu itu sedang terjadi dimasa lampau. Sehingga, kedudukan simple past dalam pola kalimat past continuous menjadi "suatu hal yang berfungsi untuk menekankan hal lain, indicator, determiner atau modifier" atau, kami sebut dengan "Determiner of Past Continous Tense".

    Bergabungnya Past continuous dan Simple past sering dipisahkan atau didahului oleh kata penghubung (Conjunction) berupa:

    when, while, at the time, dsb...
    (bila diterjemahkan menjadi: ketika, pada saat, waktu, pada waktu, saat ...)

    Contoh:
    I was sitting under the tree when an apple fell on the table.
    I closed the door while she was sleeping.