Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Kisah Penderita Kusta, Botak Dan Satu Buta

Kisah penderita kusta, botak dan satu buta




Abu hurairah (semoga allah senang dengan dia) mengatakan bahwa:
Dia mendengar nabi () mengatakan:.. "ada tiga orang di antara bani israel, satu penderita kusta, satu botak dan satu buta allah ingin menguji mereka , dikirimkan kepada mereka malaikat yang datang ke penderita kusta dan memintanya . Apa yang akan dia sukai dia menjawab: "a warna yang baik, kulit yang baik dan terbebas dari apa yang membuat saya menjijikkan kepada orang-orang" dia (malaikat) menggosok dia dan sembuh dan ia diberi warna yang baik dan. .. Kulit yang baik dia kemudian bertanya apa jenis properti yang diinginkan, kusta itu menjawab bahwa ia ingin unta - [atau mungkin katanya ternak, untuk ishaq (salah satu subnarrator dari hadis) tidak pasti, baik mengatakan: ' unta, 'atau:'. Sapi '] dia diberi unta betina hamil malaikat dipanggil untuk menghadap allah, kemudian malaikat pergi ke pria botak dan bertanya apa yang akan dia sukai dan dia menjawab:.. "baik rambut dan terbebas dari apa yang membuat menjijikkan kepada orang-orang ". Malaikat itu berlari tangannya di atas dia dan ia diberi rambut yang baik. Dia kemudian bertanya apa properti pengen di miliki, dia menjawab bahwa dia ingin ternak, sehingga ia diberi sapi hamil. Malaikat itu dipanggil allah. Malaikat itu kemudian pergi ke orang buta dan bertanya apa yang akan dia sukai, dan dia menjawab: ". Saya berharap bahwa allah memulihkan penglihatan saya sehingga saya bisa melihat orang-orang" kemudian malaikat itu berlari tangannya di atas dia dan allah memulihkan penglihatannya. Malaikat lalu bertanya apa properti  yang di inginkan. Dia menjawab bahwa dia ingin domba, sehingga ia diberi betina hamil. Kambing dan lembu diproduksi untuk tiga orang, yang pertama memiliki sebuah lembah penuh unta, yang kedua, sebuah lembah penuh sapi dan yang ketiga penuh domba. Lalu malaikat itu datang dalam bentuk kusta, untuk orang yang telah kusta, dan berkata: "saya orang miskin dan sumber kehidupa saya telah habis dalam perjalanan, dan saya hanya sarana untuk mencapai tujuan saya tergantung pada allah dan kemudian pada anda, jadi saya bertanya kepada anda siapa yang memberi anda warna yang baik, kulit yang baik dan properti, seekor unta dengan yang saya dapat sampai ke tujuan saya ". Dia menjawab: "saya memiliki banyak iuran pembayar." malaikat itu kemudian berkata: "saya pikir saya mengenali anda apakah anda tidak seorang penderita kusta yang orang berpendapat bahwa anda menjijikkan dan orang miskin kepada siapa allah memberi.?" dia menjawab: "saya mewarisi properti ini melalui generasi". Malaikat itu berkata: "jika anda berbohong, semoga allah mengembalikan anda ke kondisi mantan anda". Malaikat pergi dalam bentuk seorang pria botak kepada orang yang telah botak, dan mengatakan hal yang sama seperti yang telah dikatakan mantan dan menerima balasan yang sama. Jadi dia mengatakan: "jika anda berbohong, semoga allah mengembalikan anda ke kondisi bekas anda". Malaikat itu kemudian pergi ke orang yang tadinya buta dan berkata:. "saya bepergian jauh dan sumber pangan saya telah habis dalam perjalanan saya,  saya hanya sarana untuk mencapai tujuan saya bergantung pada allah dan kemudian pada anda, jadi saya meminta anda yang dipulihkan penglihatan anda untuk domba dengan yang saya dapat sampai ke akhir perjalanan saya ". Dia menjawab: "ya, saya buta allah memulihkan penglihatan saya, jadi mengambil apa yang anda inginkan dan meninggalkan apa yang ingin. Aku bersumpah demi allah bahwa saya tidak akan berdebat dengan anda hari ini untuk kembali , seperti yang saya berikan untuk allah. Malaikat itu berkata: "jauhkan properti anda, anda telah dimasukkan ke ujian, dan allah senang dengan anda dan tidak senang dengan kedua sahabat anda.".


[al-bukhari dan muslim].


ean 'abi harirat rradi alllah eanh 'annah sumie alnnabi salla alllah ealayh wasallam yaqula‏:‏ ‏ "‏ 'inn thlathtan min bunaa 'iisrayiyl ‏:‏ 'abras , wa'aqre, wa'aemaa، 'arad alllah 'an yabtaliahum fabaeath 'iilayhim mlkaan, fa'ataa al'abras faqala‏:‏ 'ay shay' 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal ‏:‏ lawn hasun, wajuld hasan , wayudhhib eanni aldhdha qad qadharani alnnasa; famashah fadhahab eanh qadhrah wa'aeti lawna hsnaan‏.‏ qal‏:‏ fa'ay almal 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal‏:‏ al'iibla-'uw qal albaqara-shik alrrwwaya- fa'aeti naqatan eushara'a, faqala‏:‏ bark alllah lak fiha‏.‏
fa'ataa al'aqrae faqala‏:‏ 'ay shay' 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal‏:‏ shaear husun, wayudhhib eanni hdha aldhdha qadharani alnnas , famasahah fadhahab eanh wa'aeti sheraan hsnaan‏.‏ qal‏:‏ fa'ay almal 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal‏:‏ albuqar, fa'ueti baqaratan hamlaan,wqal bark alllah lak fiha‏.‏
fati al'aemaa faqala‏:‏ 'ay shay' 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal‏:‏ 'ann yurid alllah 'iilay bisarri fa'abassir alnnasa, famasahah fard alllah 'iilayh bisirriha‏.‏ qal‏:‏ fa'ay almal 'uhibb 'iilayka‏?‏ qal‏:‏ alghunnama, fa'ueti shatan waldaan‏.‏ fa'antij hudhan wawulid hudha, fakan lhdha wad min al'iibila, walahadhana wad min albuqir, walahadhana wad min alghunma‏.‏
thumm 'innah 'ataa al'abras fi suratih wahiyatihi, faqal laha‏:‏ rajul mmiskin wabn sabil qad ainqataeat bi alhibal fi sufri, fala balagh li alyawm 'illa bialllah thumm bika, 'as'alak bialladhi 'aetak alllawn alhusna, waljald alhusna, walmala, beyraan 'atabligh bih fi sufri, faqala‏:‏ alhuquq kathirata‏.‏ faqal ‏:‏ ka'anni 'uerifuka, 'alam takun 'abras yuqdhiruk alnnas fqyraan, fa'aetak alllah ‏?‏‏!‏ faqal ‏:‏ 'innama waratht hdha almal kabraan ean kabiran, faqala‏:‏ 'iin kunt kadhbaan fasirak alllah 'iilaa ma kunta‏.‏
wa'ataa al'aqraea, faqal lah mithl ma qal lahadha, warad ealayh mithl ma rd hudha, faqal 'iin kunt kadhibana fasirak alllah 'iilaa ma kunt ‏.‏
wa'ataa al'aemaa fi suratih wahiyatihi, faqala‏:‏ rajul mmiskin wabn sabil ainqataeat bi alhibal fi sufri, fala balagh li alyawm 'illa bialllah thumm bika, 'as'alak bialladhi radd ealayk bisirk shat 'atablugh biha fi safri‏?‏ faqala‏:‏ qad kunt 'aemaa fard alllah bisari, fakhudh ma shit waddae ma shita, fawalllah ma 'ajhadak alyawm bishay' 'akhadhath lillah eazz wajall faqala‏:‏ 'amsik ealayk malk fa'innama abtalitum, faqad rradi alllah eanka, wasakhut ealaa sahibika‏"‏ ‏(‏‏mitafaq eulih‏‏)‏ ‏.

Selasa, 15 November 2016

Selalu Merasa diawasi oleh Allah

Alkisah, tersebutlah seorang guru yang tinggal bersama tiga orang muridnya. Namun, walaupun ketiga muridnya itu belajar kepadanya, si guru memberikan perhatian lebih kepada salah seorang dari tiga muridnya. Perlakuan guru itu, tentu saja menimbulkan pertanyaan di dalam hati dua orang murid lainnya. Akhirnya, mereka berdua mendatangi guru mereka dan bertanya, "Wahai Guru, mengapa engkau memberikan perhatian lebih kepadanya dibandingkan perhatian guru kepada kami."

Protes dari dua orang muridnya ini ditanggapi oleh si guru dengan memanggil ketiga muridnya kemudian memberikan seekor burung dan sebilah pisau kepada ketiganya, lalu berkata, "Wahai murid-muridku, sembelihlah burung itu dengan sebilah pisau yang telah aku berikan kepada kalian pada tempat yang sangat tersembunyi sehingga tidak ada yang melihat perbuatan kalian."

Ketiga murid itu pun berpencar mencari tempat yang sesuai dengan petunjuk si guru untuk menyembelih burung itu. Setelah itu, ketiganya kembali mendatangi si guru untuk melaporkan tugas yang telah dilaksanakan. Di hadapan si guru, murid pertama berkata, "Aku telah berhasil melaksanakan perintah dan aku telah menyembelih burung itu di tengah hutan dan tidak ada yang melihat perbuatanku." Sambil memperlihatkan burung yang telah disembelihnya.

Lalu murid kedua melaporkan, "Aku juga telah berhasil melaksanakan tugas dengan menyembelih burung itu di puncak gunung dan tidak ada yang melihat perbuatanku." Ia pun memperlihatkan burung yang telah disembelihnya. Tetapi, tidak demikian dengan murid ketiga. Ia belum menyembelih burung itu.

Di hadapan guru dan kedua temannya, ia berkata, "Aku tidak bisa melaksanakan perintah guru, sebab di manapun aku berada, walaupun orang lain tidak melihat perbuatanku, tapi Allah senantiasa melihatnya." Kemudian si guru pun berkata kepada kedua muridnya yang melakukan protes tadi, "Sikap itulah yang membuatku lebih sayang dan lebih memperhatikan dia daripada kalian berdua."

Sikap yang ditunjukkan oleh murid kesayangan si guru seperti pada kisah di atas disebut dengan muraqabatullah. Berasal dari kata raaqaba-yuraaqibu yang berarti mengawasi, mengamati, dan mengawal. Dengan demikian, muraqabatullah berarti sikap seseorang yang selalu merasa bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi dan mengamati setiap tingkah lakunya, di manapun dan kapanpun.

Muraqabatullah lahir dari keyakinan bahwa Allah SWT mengetahui semua perbuatan manusia baik yang dilakukan secara sembunyi maupun terang-terangan. Tidak ada perbuatan manusia sedikit pun yang luput dari pengawasan-Nya. Allah berfirman, "Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 2: 284).

Muraqabatullah hendaknya menjadi sikap yang tertanam dalam jiwa setiap mukmin. Jika demikian, maka segala bentuk kejahatan, kemungkaran, dan kebatilan baik yang bersifat vertikal maupun horizontal tidak akan terjadi lagi. Muraqabatullah akan membawa setiap perbuatan kita senantiasa berorientasikan kebajikan.


Sepiring Bakmi Panas

Pada malam itu, Anna bertengkar dengan Ibunya. Karena sangat marah, Anna segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Dan ia pun hanya bisa berdiri diam sambil menahan air liurnya.

Pemilik kedai melihat Anna berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi ?”

”Ya, tetapi aku tidak membawa uang. Bagaimana ?” jawab Anna dengan malu-malu.

“Tidak apa - apa, aku akan mentraktirmu” jawab si Pemilik Kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan semangkuk bakmi untukmu” lanjut si Pemilik Kedai.

Tidak lama kemudian, Pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi kepada Anna. Anna segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona ?” Tanya si Pemilik kedai.

“Tidak ada apa - apa, aku hanya terharu" jawab Anna sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenalpun  memberi aku semangkuk bakmi. Tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” lanjut Anna sambil terus menahan mata agar tidak sampai mengeluarkan air mata lagi.

“Kau seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada Pemilik kedai.

Setelah mendengar perkataan Anna, sang Pemilik Kedai menarik nafas panjang dan berkata “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu ? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya ? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Anna terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut ? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya" Pikir Anna.

Anna segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata - kata yang pas untuk diucapkan kepada ibunya.

Tetapi, begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Anna, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Anna kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Anna tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

==========================================================================

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita belum berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN :

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

PIKIRKANLAH HAL ITU ??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA ?




Perasaan Hati Seorang ...... Ayahhhhh

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada Ayahnya, ketika tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut - merut dengan badannya yang terbungkuk - bungkuk, disertai suara batuk - batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut - merut ? dan kenapa badan Ayah kian hari kian bungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab "Sebab aku adalah seorang laki - laki"

Mendengar jawaban ayahnya, anak perempuan itu bergumam "Aku tidak mengerti."

Jawaban Ayahnya tersebut membuatnya tercenung dan membuat ia makin penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak perempuannya itu, terus menepuk - nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak perempuan itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya"Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"

Ibunya menjawab "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban sang Ibu.

Anak perempuan itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu, seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya, agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan, yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdo'a hingga menjelang subuh. Setelah itu dia menghampiri bilik Ayahnya yang sedang berdo'a, ketika Ayahnya berdiri, anak perempuan itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."

(Dikutip dari tulisan H. Muh. Nur Abdurrahman - Harian Fajar Makassar)


1 Hantaman Untuk 3 Pertanyaan

Ada seorang Pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, Kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua Pemuda itupun mencarikan orang yang dimaksud tersebut, seorang Kyai.

Pemuda : Anda siapa ? dan apakah Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ?

Kyai : Saya Hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda : Anda yakin ? Sedangkan Profesor dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kyai : Saya akan mencoba menjawab pertanyaan sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :

  1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
  2. Apakah itu yang dinamakan takdir.
  3. Kalau syaithan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu ?
Tiba - tiba Kyai tersebut menampar pipi Pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya ?

Kyai : Saya tidak marah ... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh - sungguh tidak mengerti.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kyai : Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada ?

Pemuda : Ya !

Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama ... kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya ?

Pemuda : Tidak.

Kyai : Apakah pernah terfikir oleh Anda akan menerima tamparan dari saya hari ini ?

Pemuda : Tidak.

Kyai : Itulah yang dinamakan dengan takdir.

Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?

Pemuda : Kulit.

Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ?

Pemuda : Kulit.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda : Sakit.

Kyai : Walaupun syaithan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki, maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaithan. Dan itu adalah jawaban untuk pertanyaan terakhir.


Anjing yang Cerdassssss

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi.

Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, "Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini."

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar disana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan.

Kebetulan pada waktu itu adalah waktu tutup untuk tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging terus mengikutinya.

Anjing tersebut kemudian sampai di perhentian bus, dan mulai melihat "papan informasi jam perjalanan".

Si penjual daging terkagum - kagum melihatnya. Si anjing melihat "papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya.

Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.

Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si anjing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil diikuti si penjual daging.

Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya.

Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, "Apa yang kau lakukan .. ??!! Anjing ini adalah anjing yang jenius. Ia dapat masuk televisi untuk kejeniusannya."

Pria itu menjawab, "Apa kau bilang !! Kau katakan anjing ini pintar ... ??? Dalam satu minggu ini,, sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya. Dan kau bilang, anjing ini anjing yang pintar ??"

Refleksi Hikmah :

Cerita ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapat. Seringkali kita tidak menghargai bawahan kita yang telah bekerja dengan setia selama bertahun - tahun. Seringkali kita juga tidak menghargai atasan kita yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita selalu menonjolkan kesalahan dan kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.


7 Keajaiban Dunia

Sekelompok Pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia".

Pada akhir pelajaran, Pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :

1. Piramida Besar di Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Panama Canal
5. Empire State Building
6. St. Peter's Basilica
7. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, Sang Guru memperhatikan seorang Pelajar, seorang Gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, Sang Guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."

Sang Guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :

1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...

5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika ....


Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul - betul ajaib dalam kehidupan kita. bersyukurlah untuk apa yang telah kita dapatkan sampai saat ini, .. karna itu sesungguhnya semua merupakan suatu "keajaiban".